Home / Berita / Deteksi Penyebaran Zika

Deteksi Penyebaran Zika

Bisa Ditularkan Melalui Hubungan Seksual
Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajaran kementerian terkait agar segera mengambil langkah antisipasi penyebaran virus Zika. Hal itu menindaklanjuti pengumuman Organisasi Kesehatan Dunia mengenai status darurat global menghadapi serangan virus itu.

“Langkah yang kita lakukan harus sinergi dan lintas sektor. Pertama, perlu deteksi sedini mungkin untuk mengetahui seawal mungkin dan semoga tidak ada kasus penyebaran virus ini. Selain itu, perlu disiapkan kanal untuk laporan cepat serta sistem pengawasan ketat dan sistematis,” ujar Presiden saat membuka rapat terbatas membahas virus Zika, kemarin petang, di Kantor Presiden, Jakarta.

Menurut Presiden, penyebaran virus Zika ditetapkan WHO sebagai soal kesehatan global. Virus itu berpotensi menyebar ke seluruh dunia sehingga penanggulangannya butuh kerja sama internasional. Jadi, selain deteksi dini, pencegahan lain ialah kampanye untuk menggerakkan masyarakat memberantas sarang nyamuk karena nyamuk jadi vektor penularan Zika.

Presiden juga meminta agar sosialisasi virus Zika kepada masyarakat dilakukan serta memperingatkan warga yang ingin berkunjung ke negara lain yang terjangkit virus Zika. “Juga pengawasan di pintu masuk negara, kemungkinan virus ini dibawa negara-negara yang kena wabah. Siap respons cepat penanggulangan,” ucapnya.

Menurut Deputi Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Herawati Sudoyo, deteksi dini jadi kunci mengantisipasi penyebaran virus itu. Selain itu, perlu pendataan kasus mikrosefalus di Indonesia. “Kita tak boleh panik, tetapi juga tak bisa abai, apalagi WHO menyatakan situasi darurat,” ujarnya.

Cegah wabah
Seusai rapat terbatas, Sekretaris Kabinet Pramono Anung bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani serta Menteri Kesehatan Nila Moeloek berpesan agar warga berhati-hati supaya virus Zika tak mewabah. “Sebenarnya potensi penularan virus lain lebih besar. Karena ini jadi pemberitaan luar biasa, digelar ratas khusus tentang hal itu,” kata Pramono.

Nila Moeloek mengingatkan agar warga yang akan bepergian atau tinggal di daerah terjangkit demam berdarah mewaspadai potensi penularan virus Zika, terutama ibu hamil. “Antisipasi kami adalah travel advisory untuk masyarakat yang bepergian ke luar negeri, terutama negara yang terjangkit virus Zika ataupun antarwilayah Indonesia. Belum ada status darurat,” kata Nila.

Di dalam negeri, warga perlu berhati-hati karena penularan virus ini lewat nyamuk Aedes aegypti, nyamuk yang sama dengan penyebab demam berdarah. Karena itu, warga diimbau turut memberantas sarang nyamuk dengan membersihkan tempat yang ada genangan air. “Tentu WHO memperingatkan karena khawatir jadi wabah. Karena itu, kebersihan jadi nomor satu,” ujarnya.

Sementara itu, kasus pertama penularan virus Zika yang diketahui di Amerika Serikat dilaporkan di Texas, Rabu (3/2). Pejabat kesehatan setempat mengatakan, virus itu ditularkan lewat hubungan seksual, bukan gigitan nyamuk. Itu menimbulkan kekhawatiran penyebaran virus yang dianggap menyebabkan lonjakan kelahiran bayi dengan cacat otak bisa lebih cepat. “Pasien terinfeksi virus setelah kontak seksual dengan seseorang yang sakit dan kembali dari negara tempat mewabahnya virus Zika tahun ini,” kata otoritas Dallas County.

Dr Tom Frieden, Direktur Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) AS, pun mengonfirmasikan kasus infeksi Zika secara seksual yang dilaporkan sebelumnya di Texas. Seseorang berkunjung ke Venezuela dan terinfeksi Zika. Pasangannya juga tertular, padahal tak pernah meninggalkan AS.

Namun, Organisasi Kesehatan Pan American (PAHO) mengatakan, perlu lebih banyak bukti untuk mengonfirmasikan kontak seksual sebagai cara penularan Zika. Virus itu dilaporkan di lebih dari 30 negara dan dihubungkan dengan mikrosefalus, bayi lahir dengan kepala kecil abnormal dan otak tidak berkembang.

“Kebanyakan penularan Zika lewat gigitan nyamuk (aedes), tetapi ada kemungkinan penularannya lewat cara lain,” kata Frilasita Yudhaputri, peneliti Emerging Virus Research Unit Lembaga Eijkman.

Sementara Herawati menyatakan, laporan penyebaran Zika melalui hubungan seksual bisa mengubah cara meresponsnya. Bagi negara-negara nontropis yang tak punya populasi nyamuk Aedes aegypti, penularan virus Zika itu amat mengkhawatirkan.SON/NDY/AIK/MAM/REUTERS/AFP/DI)
———
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 4 Februari 2016, di halaman 14 dengan judul “Deteksi Penyebaran Zika”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Indonesia Dinilai Tidak Memerlukan Pertanian Monokultur

Pertanian monokultur skala besar dinilai ketinggalan zaman dan tidak berkelanjutan. Sistem pangan berbasis usaha tani ...

%d blogger menyukai ini: