Home / Berita / Riset Dasar Tetap Diutamakan

Riset Dasar Tetap Diutamakan

Penelitian ilmu dasar dapat berdampak besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi suatu bangsa. Untuk itu, riset dasar harus tetap diutamakan disamping terus mengembangan riset terapan.

Penelitian ilmu dasar dapat berdampak besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi suatu bangsa. Untuk itu, riset dasar harus tetap diutamakan disamping terus mengembangan riset terapan.

Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, kemajuan inovasi suatu bangsa dan negara berasal dari kemampuan dalam pengembangan riset dasar. Dampak jangka panjang yang dihasilkan dapat mendukung pembangunan ekonomi dan ketahan bangsa.

“Kemajuan ilmu pengetahuan teknologi, apalagi kemajuan inovasi dari suatu bangsa dan negara mau tidak mau terlahir dari kemampuan untuk pengembangan riset dasar. Dari hasil riset dasar itu baru kemudian dikembangkan ke dalam inovasi yang berguna bagi masyarakat luas,” katanya dalam acara HUT ke-53 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang disaksikan secara daring di Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Untuk itu, ia menyampaikan, LIPI harus tetap menjaga marwah dari pengembangan riset dasar di Indonesia. Selain itu, riset dasar yang dikembangkan oleh perguruan tinggi juga perlu dikembangkan bersama melalui kolaborasi yang baik.

Pada rangkaian puncak peringatan HUT ke-53 LIPI, penghargaan inventor terbaik 2020 dengan kategori Penghasil Royalti Terbesar Periode Tahun 2019 diserahkan kepada Sarjiya Antonius dan tim untuk paten “Pupuk Organik Hayati dan Proses Pembuatannya”. Selain itu, pemberian penghargaan Satyalancana Wirakarya juga diserahkan kepada tujuh peneliti LIPI.

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO—Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Indonesia Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro (kiri) dan Kepala LIPI Tri Laksana Handoko (kanan) berfoto bersama perwakilan peneliti yang menerima penghargaan dalam Perayaan HUT ke 53 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/8/2020).

Bambang mengatakan, LIPI juga perlu turut berperan untuk memperkuat kerjasama dalam pengembangan inovasi terkait penanganan Covid-19. Berbagai riset yang dikembangkan tidak boleh berhenti pada prototipe saja melainkan bisa sampai pada tahap hilirisasi di industri.

Kepala Lipi Laksana Tri Handoko menuturkan, pandemi Covid-19 telah mendorong riset dan inovasi LIPI menjadi lebih produktif. Hal ini sekaligus dinilai sebagai kesiapan LIPI dalam menghadapi tantangan perubahan zaman yang menuntut para peneliti bisa lebih berdaya saing.

Ia menuturkan, upaya pengembangan dan pembaruan terus dilakukan agar LIPI dapat menjadi lembaga riset yang semakin memberikan manfaat bagi masyarakat. Perubahan besar mulai dijalankan pada 2018 dengan memperbaiki manajemen riset dalam lembaga untuk peningkatan kinerja dari para peneliti.

“Kami mengubah seluruh infrastruktur menjadi terintegrasi. Kita harus bekerja keras memperbaiki manajemen riset, khususnya terkait dengan manajemen SDM dan infrastruktur,” jelas Handoko.

Setidaknya, LIPI telah melakukan investasi infrastruktur pada periode 2017- 2022 hampir mencapai Rp 2 triliun. Infrastruktur ini dugunakan utuk membangun ekosistem riset dan inovasi yang lebih unggul. Sementara, terkait manajemen SDM, LIPI menargetkan ada 3.000 orang periset dengan tingkat pendidikan minimal strata tiga dan 1.000 orang periset pendukung yang berpendidikan minimal sarjana.

“Jadi kita formasikan ada 4.000 pegawai dengan 3.000 periset dan 1.000 pendukung. Sebanyak 3.000 periset itu harus bergeral doktoral semua. Kita juga telah melakukan deeselonisasi dan membuat struktur lebih ramping, tidak hierarkis,” ujar Handoko.

Oleh DEONISIA ARLINTA

Editor: ICHWAN SUSANTO

Sumber: Kompas, 26 Agustus 2020

Share
x

Check Also

Hujan Menandai Kemarau Basah akibat Menguatnya La Nina

Hujan yang turun di Jakarta dan sekitarnya belum menjadi penanda berakhirnya kemarau atau datangnya musim ...

%d blogger menyukai ini: