Profesi Baru Menuntut Keahlian Khusus

- Editor

Selasa, 5 April 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Bidang Tertentu Peran Manusia Tetap Perlu
Seiring perkembangan teknologi, dalam dua-tiga tahun ke depan lahir peluang kerja dan profesi baru yang menuntut keahlian khusus. Secara bertahap, pekerjaan yang bersifat manual akan tergantikan oleh perangkat digital. Namun, pada bidang tertentu, teknologi tak serta-merta menafikan peran manusia.

Menurut keterangan yang dihimpun Kompas, pekan lalu, bidang yang menjanjikan profesi baru itu, antara lain, mencakup energi, transportasi, ritel daring (online), dan promosi berbasis aplikasi. Peluang itu tersebar di korporasi ataupun usaha individual berpola ekonomi berbagi.

Sebagai contoh, saat ini pemerintah membangun pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW). Proyek ini akan menyerap tenaga kerja langsung 650.000 orang dan tenaga kerja tak langsung sekitar 3 juta orang. Proyek yang dimulai 2015 ini ditargetkan selesai pada 2019.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform Fabby Tumiwa mengatakan, proyek itu membutuhkan tenaga ahli khusus bidang pengaturan dan pengoperasian mesin pembangkit.

Ketua Asosiasi Digital Indonesia (IDA) Edi Taslim menambahkan, adaptasi teknologi membuka ruang munculnya profesi baru, misalnya manajer media sosial, komunitas, dan community officer. Nama profesi yang kian bermunculan di sektor industri konvensional mengarah mayoritas di bidang pengelolaan media sosial. Ada pula growth director yang bertugas memastikan pertumbuhan bisnis.

“Pesan pencitraan merek harus sampai ke segala segmen konsumen. Perusahaan konvensional seolah dipaksa untuk mengikuti perkembangan itu jika tidak mau kehilangan konsumen,” ujarnya.

Menurut Public Relations Manager Jobplanet Indonesia Restituta Ajeng Arjanti, pencari kerja yang tertarik bekerja di usaha rintisan bisa mencari informasi tentang perusahaan tujuan di Jobplanet.com. Contoh informasi yang dicari mencakup aspek budaya, lingkungan, posisi, dan rentang kerja di perusahaan.

Total jumlah perusahaan yang terdaftar di laman ini per akhir Februari 2016 mencapai 35.000 unit, mulai dari usaha kecil dan menengah, usaha rintisan bidang teknologi, hingga korporasi dari berbagai sektor industri.

Menurut Restituta, siapa pun bisa mendaftar di Jobplanet.com, lalu memasukkan informasi tentang perusahaan yang dituju, gaji, dan posisi jabatan.

Jobplanet pernah melakukan riset pada pengguna terkait perusahaan rintisan populer. Riset dilakukan pada awal 2016 dengan mengacu pada jumlah kunjungan ke laman berisi profil dan ringkasan informasi. Akhir Januari 2016, sebanyak 51 usaha rintisan bidang teknologi telah terdaftar dengan total pengunjung sekitar 45.000.

Hasilnya, ada lima perusahaan rintisan populer, yakni Tokopedia (31,73 persen), Bukalapak (13,54 persen), PT Global Digital Niaga atau Blibli.com (7,30 persen), dan PT ECart Services Indonesia atau Lazada (6,68 persen). Adapun usaha rintisan yang menarik perhatian adalah PT Traveloka Indonesia (4,64 persen) dan PT Kreatif Media Karya atau KMK Online (3,62 persen).

af00bc671a98425fbe25f51e448c763bChief Executive Officer Bridestory Kevin Mintaraga menyebutkan, ada 15 departemen yang bertugas membidangi pekerjaan penunjang keberlangsungan perusahaan. Contohnya, teknologi, pengembangan produk, desain, kreatif, jaminan kualitas, dan customer support. Departemen itu sudah lazim ada di organisasi sebuah usaha rintisan di bidang teknologi. Rata-rata usia karyawan 25-35 tahun.

Navigasi udara
Sementara itu, Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, berencana meningkatkan jumlah sektor pemanduan dalam wilayah pengawasannya. Hal itu membutuhkan tenaga ahli tambahan untuk menangani Divisi Air Traffic Control (ATC).

General Manager JATSC Bambang Rianto mengatakan, pihaknya perlu lebih banyak tenaga operasional ATC karena diminta pemerintah untuk mengambil alih sektor ABC (Kepulauan Natuna). Saat ini, sektor pengawasan itu dikelola Singapura.

“Kami targetkan mengambil alih sektor pemanduan tersebut pada 2018. Dampaknya, akan ada tiga sektor pemanduan baru di bawah pengawasan JATSC sehingga membutuhkan setidaknya 120 petugas ATC baru,” ujarnya.

Pihaknya bertanggung jawab memantau pergerakan pesawat di 24 sektor pemanduan di wilayah informasi penerbangan I (Flight Information Region I). Sektor tersebut mencakup pengawasan lalu lintas pesawat dari kawasan Aceh hingga Semarang, Jawa Tengah. Para petugas ATC memandu sekitar 1.000 pesawat terbang per hari.

Menanggapi hal itu, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengatakan, perguruan tinggi di Indonesia sudah memiliki program studi yang relevan dengan bidang tersebut. Bidang itu kini terus dikembangkan.(DNE/MED/APO/C02/C04)
———————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 5 April 2016, di halaman 12 dengan judul “Profesi Baru Menuntut Keahlian Khusus”.

Informasi terkait

Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Berita ini 76 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:11 WIB

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:21 WIB

Padamnya Lentera Malam

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Berita Terbaru

Artikel

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Padamnya Lentera Malam

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:21 WIB

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB