Produsen Bisa Berperan dalam Penurunan Emisi

- Editor

Senin, 5 Maret 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peran produsen peralatan rumah tangga dalam mengendalikan pelepasan emisi karbon dioksida bisa berkontribusi dalam upaya dunia menurunkan laju perubahan iklim. Terobosan teknologi ramah iklim dan bisa terserap oleh masyarakat diperlukan agar pekerjaan rumah bagi masyarakat global ini bisa bersama-sama diatasi.

Di Indonesia, pelepasan emisi karbon dioksida pada 2010 disebabkan oleh faktor deforestasi dan pembukaan/pembakaran hutan/lahan gambut (48,5 persen), energi (33,97 persen), pertanian (8,2 persen), limbah (6,59 persen), serta proses industri dan penggunaan produk (2,69 persen). Pada 2030, penurunan emisi gas rumah kaca ditarget mencapai 29-41 persen.

Dalam Dokumen Niatan Kontribusi Nasional (NDC), target itu akan didistribusikan dalam sektor deforestasi dan pembukaan gambut (17 persen), energi (11 persen), limbah (0,38 persen), pertanian (0,32 persen), serta proses industri dan penggunaan produk (0,1 persen). Meski sektor proses industri dan penggunaan produk (IPPU) paling kecil, hal itu harus dikerjakan oleh Indonesia. Salah satunya melalui penggunaan produk ramah iklim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengembangan produk
”Isu perubahan iklim merupakan isu penting yang kami perhatikan dalam pengembangan produk, tidak hanya pasar perseorangan tetapi juga bisnis atau korporat, seperti pasar swalayan dan peritel,” kata Tetsuro Homma, President Appliance Company pada Panasonic Corporation, Kamis (1/3), di Tokyo, Jepang, dalam rangkaian kegiatan Tur Media 100 Tahun Panasonic.

–Petugas Tokyo Showroom Panasonic di gedung Shiodome, Tokyo, Jepang, Kamis (1/3), menjelaskan tentang sirkulasi udara. Perusahaan ini tidak hanya membuat peralatan elektronik, tetapi juga interior rumah, seperti wastafel, keran air, bak mandi, toilet, alat penghitung, pintu, peralatan dapur, serta ruang keluarga dan kamar mandi.

Satu produk yang dihasilkannya ialah pendingin udara pada rumah tempat tinggal ataupun gedung perkantoran serta pabrik. Ia mengklaim produknya telah menggunakan refrigeran jenis R32 (hydrofluorocarbon/HFC) yang memiliki global warming potential rendah dibandingkan dengan R22 (hidroclorofluorocarbon/HCFC). Refrigeran R32 juga memiliki ozone depletion potential sebesar nol atau tak berbahaya bagi lapisan ozon.

Ia mengatakan, refrigeran memegang peranan penting dalam penurunan emisi. Selain dipakai di AC, refrigeran banyak digunakan sebagai pendingin pada kulkas, showcase, dan pembeku.

Namun, terkait data penurunan emisi melalui produk-produknya, Homma mengatakan belum memilikinya. ”Maaf saat ini saya tidak memiliki angkanya (penurunan emisi). Namun, produk kami yang berkategori menimbulkan dampak perubahan iklim telah memiliki pelepasan emisi CO2 secara efisien,” ujarnya.

Secara terpisah, Takuma Sawada, Direktur Air-conditioner Marketing Center Panasonic Company, menyebutkan, produknya menguasai pasar Indonesia tertinggi, yaitu 23 persen. ”Pertumbuhan Indonesia sangat tinggi. Kami juga ingin berkontribusi dalam meningkatkan kualitas udara dan perubahan iklim melalui produk kami,” katanya.

Terkait teknologi inverter milik Panasonic yang diproduksi sejak 2006, ia belum memiliki penggantinya. Namun, pihaknya terus melaksanakan riset untuk mendapatkan teknologi yang ramah lingkungan yang rendah kebutuhan energi dan pelepasan emisi.–ICHWAN SUSANTO DARI TOKYO

Sumber: Kompas, 2 Maret 2018

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 21 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB