Plagiarisme Marak di Perguruan Tinggi

- Editor

Jumat, 17 April 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plagiarisme di perguruan tinggi, baik oleh mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan lain, masih marak. Nyaris seribu kasus plagiarisme pernah ditemukan dalam sertifikasi dosen. Pencegahan perlu dilakukan, diiringi penegakan kode etik keilmuan.

Hal itu terungkap dalam dalam seminar “Plagiarisme dalam Perspektif Etika dan Hukum”, di Jakarta, Kamis (16/4). Seminar yang dilaksanakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kementerian Ristek dan Dikti) bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret itu dihadiri perwakilan perguruan tinggi, kepolisian, dan kejaksaan. Pembicara ialah Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Jimly Asshiddiqie, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Widyo Pramono, dan pengajar Universitas Sebelas Maret, Adi Sulistiyono.

Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Ristek dan Dikti Supriadi Rustad mengatakan, plagiarisme mulai dari portofolio, artikel, proposal, skripsi, tesis, disertasi, dan buku. Dalam kasus pengurusan sertifikasi dosen, misalnya, pada 2011, ditemukan praktik copy paste seperti portofolio atau karya ilmiah 3.000 kasus. Kasus serupa masih terjadi pada 2013, dengan ditemukan 800 kasus. Belum lagi ketika pengurusan pangkat dosen atau guru besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penanganan plagiarisme secara internal oleh kampus terkesan lama. Ada pemikiran untuk membentuk mahkamah kode etik di Kementerian Ristek dan Dikti yang bisa bekerja sama dengan dewan kehormatan atau etik di perguruan tinggi,” tutur Supriadi.

Dalam pembukaan seminar, Menteri Ristek dan Dikti Muhammad Nasir mengatakan, plagiarisme harus diatasi untuk menghasilkan sumber daya manusia bermartabat. Ketika pemerintah mendorong perguruan tinggi meningkatkan karya ilmiah untuk dipublikasikan dan dikembangkan jadi prototipe atau produk inovasi, persoalan keaslian karya jadi masalah penting. “Kita mengumpulkan masukan untuk menangani plagiarisme,” katanya.

Etika keilmuan
Menurut Jimly, etika yang diatur di perguruan tinggi bukan cuma soal plagiarisme, melainkan juga etika keilmuan agar bisa berfungsi dengan baik. Untuk itu, pembentukan mahkamah etika keilmuan dirasakan perlu. Senada dengan Jimly, Adi Sulistiyono mendorong pembentukan mahkamah kehormatan etika dosen.

Widyo Pramono berpendapat, efek jera untuk tindak plagiarisme bisa saja diberikan dengan memberlakukannya sebagai tindak pidana korupsi, bukan sekadar pelanggaran hak cipta. “Apa jadinya sumber daya manusia Indonesia jika praktik copy paste atau plagiarisme marak di perguruan tinggi,” kata Widyo. (ELN)
————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 17 April 2015, di halaman 12 dengan judul “Plagiarisme Marak di Perguruan Tinggi”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Berita ini 11 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:29 WIB

Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?

Kamis, 30 April 2026 - 08:24 WIB

Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM

Berita Terbaru