Home / Berita / Astronomi / Philae Siap Mendarat di Komet 67P/C-G

Philae Siap Mendarat di Komet 67P/C-G

Rabu (12/11) pukul 23.02 WIB, wahana robotik Philae yang dibawa wahana antariksa Rosetta direncanakan mendarat di Agilkia, daerah di permukaan komet 67P/Churyumov-Gerasimenko (C-G). Itu pendaratan pertama wahana buatan manusia di komet.

Proses pendaratan butuh tujuh jam sejak pengendali dari Badan Antariksa Eropa (ESA) di bumi memerintahkan Rosetta, yang berada di ketinggian 22 kilometer dari muka komet, melepaskan Philae yang dibungkus kontainer berparasut. Sebelum tiba di permukaan, tutup kontainer terbuka dan Philae bersiap menancapkan kaki di permukaan komet yang keras dengan gravitasi amat lemah agar tak terlempar lagi ke antariksa. Pendaratan di komet akan menjadi proses pendaratan wahana yang rumit. Komet yang akan didarati bergerak pada kecepatan 40 kali kecepatan peluru. Komet berputar hingga melemparkan serpihan batu dan debu yang bisa mengganggu turunnya kontainer. ”Memilih lokasi pendaratan sulit,” kata Claudia Alexander, ilmuwan di proyek Rosetta. Penentuan lokasi pendaratan sejak Rosetta terbang mengiringi komet hanya tiga bulan. (SPACE/NASA/MZW)

Sumber: Kompas, 12 November 2014
————————————————–
Misi Pendaratan Pertama di Permukaan Komet Bakal Dimulai Besok

Philae_on_the_comet_Front_viewMisi pendaratan pertama di komet siap dimulai. Badan Antariksa Eropa (ESA) menyatakan kesiapan untuk mendaratkan wahananya di komet 67P/Churyumov–Gerasimenko.

Wahana yang akan mendarat bernama Philae. Wahana itu adalah bagian dari wahana Rosetta yang diluncurkan menuju komet 67P/CG tahun 2004 lalu.

Pasangan Rosetta dan Philae sampai di orbit 67p/CG pada 6 Agustus 2014 lalu. Wahana telah menghasilkan foto-foto mengagumkan komet yang berbentuk serupa bebek itu.

Senin (10/11/2014), setelah melakukan studi, ESA menyatakan bahwa Philae siap dilepaskan dari Rosetta untuk menuju permukaan komet.

Diberitakan BBC kemarin, komando pendaratan telah dimulai. Wahana Philae telah dipanaskan dan diaktifkan sehingga siap melakukan pendaratan.

Philae diharapkan siap untuk berpisah dengan Rosetta pada Rabu (12/11/2014) besok pada pukul 15.35 WIB.

Jika berjalan lancar, Philae bakal sampai di situs Agilkia, lokasi pendaratan di komet, tujuh jam kemudian.

Karena butuh waktu bagi wahana untuk mengirimkan sinyal ke Bumi, pusat pengendali misi Rosetta baru akan menerima konfirmasi pendaratan sekitar 30 menit setelah Philae mendarat.

Dalam proses pendaratan, Philae akan mengambil sampel gas, debu, dan plasma di sekitar komet. Philae juga bakal mengambil foto perpisahan dengan Rosetta.

Wilayah berjarak 10 kilometer dari permukaan komet bisa disebut wilayah “perawan”. Belum ada data sama sekali yang diambil dari wilayah itu. Data apa pun bakal sangat berharga.

Begitu mendarat, Philae bakal memotret panorama di sekelilingnya. Eksperimen di permukaan komet akan dimulai satu jam setelah pendaratan hingga 64 jam setelahnya.

Pendaratan wahana di komet ini penuh risiko. Sejumlah tantangan harus ditaklukkan agar misi penelitian bisa dilakukan.

Salah satu tantangan adalah pengaturan manuver sebelum memisahkan Philae dengan Rosetta. Jika salah perhitungan, Philae takkan sampai ke situs target.

Perhitungan diperlukan karena Philae harus menghadapi aliran angin dan gravitasi yang tak beraturan akibat bentuk komet yang juga tak beraturan.

Tantangan lain adalah proses pendaratan. Permukaan komet tidaklah rata seperti landasan pacu pesawat terbang. Wahana berpotensi terlempar dan rusak.

Misi Rosetta dan Philae diluncurkan pada 2 Maret 2004 dengan roket Ariane 5. Nama Rosetta diambil dari Batu Rosetta, prasasti di Memphis tertanggal 196 SM terkait Raja Ptolemy V.

Misi penelitian yang dimulai dengan pendaratan di komet ini bakal membuat ilmuwan mampu memahami karakteristik komet lebih detail.

Dari sana, ilmuwan bisa mengetahui apakah benar air di Bumi merupakan hasil kiriman dari komet yang pernah menghantamnya jutaan tahun lalu.

Penulis    : Yunanto Wiji Utomo
Editor     : Yunanto Wiji Utomo

Selasa, 11 November 2014 | 11:54 WIB

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Indonesia Dinilai Tidak Memerlukan Pertanian Monokultur

Pertanian monokultur skala besar dinilai ketinggalan zaman dan tidak berkelanjutan. Sistem pangan berbasis usaha tani ...

%d blogger menyukai ini: