Home / Berita / Pertanyaan untuk Galaxy M

Pertanyaan untuk Galaxy M

Seminggu sebelum memperkenalkan ponsel pintar seri unggulan atau flagship yakni Galaxy S10 di San Francisco, Amerika Serikat, Samsung memperkenalkan seri baru yakni Galaxy M yang mengincar kelas menengah. Mengandalkan fitur spesifikasi baterai dan lensa kamera lebar, ponsel ini akan melengkapi jajaran seri yang sudah ada seperti Galaxy J dan Galaxy A.

Galaxy M ini mengawali langkah Samsung dalam menapaki peta jalan teknologi untuk tahun 2019.

Samsung memperkenalkan seri baru ponsel pintar yang mengincar kelas menengah yakni Galaxy M dan akan diperkenalkan pada pertengahan Februari, Senin (11/2/2019). Mengincar pengguna muda, M20 yang dihadirkan untuk pasar Indonesia akan dilepas dengan harga Rp 2,8 juta.–Kompas/Didit Putra Erlangga Rahardjo (eld) — 11 Februari 2019

KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO–Samsung memperkenalkan seri baru ponsel pintar yang mengincar kelas menengah yakni Galaxy M dan akan diperkenalkan pada pertengahan Februari, Senin (11/2/2019). Mengincar pengguna muda, M20 yang dihadirkan untuk pasar Indonesia akan dilepas dengan harga Rp 2,8 juta.

Ada tiga varian dari Galaxy M yang diperkenalkan ke pasar global yakni M10, M20, dan M30, masing-masing dengan tawaran spesifikasinya. Namun yang akan menyapa pasar Indonesia adalah seri di tengah yakni M10 dan M20.

Satu hal yang membuat Galaxy M terlihat berbeda adalah tampilan mukanya dengan layar yang nyaris menutup seluruh permukaan, menyisakan wilayah berbentuk segitiga terbalik di bagian atas tengah untuk kamera depan. Itulah layar yang dinamai Infinity V oleh Samsung, menandai perubahan paradigma layar ponsel mereka untuk mengejar tren layar penuh.

KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO–Samsung memperkenalkan seri baru ponsel pintar yang mengincar kelas menengah yakni Galaxy M dan akan diperkenalkan pada pertengahan Februari, Senin (11/2/2019). Mengincar pengguna muda, M20 yang dihadirkan untuk pasar Indonesia akan dilepas dengan harga Rp 2,8 juta.

Galaxy S10 direncanakan untuk memiliki bentuk layar Infinity O atau bagian muka yang dipenuhi layar dengan daerah berbentuk seperti lubang untuk kamera depan.

Teknologi layar ini diumumkan dalam perhelatan Samsung Developer Conference (SDC). Terdapat empat jenis layar yang diperkenalkan yakni Infinity V, Infinity O, Infinity U, dan New Infinity. Sesuai namanya, masing-masing teknologi itu akan menyisakan ruang di bagian muka untuk kamera depan seperti bentuk huruf, sedangkan New Infinity yang dipersiapkan untuk ponsel kelas premium akan memiliki layar yang memenuhi bagian muka, diduga bakal diimplementasikan untuk Galaxy Note 10.

Inilah kelanjutan dari teknologi Infinity Display untuk memperkenalkan rasio layar 18:9 meski belum terbebas dari pinggiran. Empat teknologi layar baru diharapkan bisa merampungkan masalah ini. Masih dalam acara yang sama, Samsung juga memperkenalkan rencana untuk merilis ponsel dengan layar yang bisa dilipat, rencana akan rilis kuartal I tahun ini.

Contoh gambar yang diambil dari kamera lebar yang dimiliki Galaxy M20 dengan spesifikasi 120 derajat di samping lensa kamera 77 derajat, Senin (11/2/2019). Hadir dengan dua kamera, M20 menjual lensa ganda, baterai 5.000 mAh, dan harga bersaing.–Kompas/Didit Putra Erlangga Rahardjo (eld)–11 Februari 2019

KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO–Contoh gambar yang diambil dari kamera ultra lebar yang dimiliki Galaxy M20 dengan spesifikasi 120 derajat di samping lensa kamera 77 derajat, Senin (11/2/2019). Hadir dengan dua kamera, M20 menjual lensa ganda, baterai 5.000 mAh, dan harga bersaing.

Kompetitor tidak diam, beberapa dari mereka menyodorkan teknologi berupa kamera depan yang muncul dari badan ponsel sehingga tidak pusing memikirkan penempatan kamera depan. Contohnya Find X dari Oppo dan Nex dari Vivo. V15 Pro adalah seri ponsel Vivo dengan kamera yang mencuat di atas rencananya hadir ke pasar Indonesia.

Kokoh
Dari lembar spesifikasinya saja, M20 memiliki spesifikasi yang cukup kokoh dalam hal daya tahan, kamera dan kualitas layar. Spesifikasi baterai yang dipergunakan adalah 5.000 mAh dan dipadu dengan fitur pengisian cepat menjadikan M20 pilihan untuk dipakai beraktivitas sehari-hari tanpa khawatir terganggu untuk urusan pengisian daya.

M20 rupanya mengambil pelajaran dari Galaxy A9 untuk memusatkan perhatian pada dua kamera saja. Dua kamera memiliki opsi untuk mengambil gambar ultra lebar 120 derajat dan kamera lebar 77 derajat lengkap dengan fitur kamera yang sebelumnya eksklusif bagi seri flagship yakni AR Emoji.

Pemilihan lensa lebar dan ultra lebar menyiratkan keinginan Samsung untuk sepenuhnya mengincar segmen muda yang mencari sudut pandang unik dengan memanfaatkan gambar lebar untuk pergaulannya. Lensa lebar juga berguna untuk memuat lebih banyak orang dalam sekali pengambilan gambar.

Tidak ditemukan teknologi stabilisasi gambar dalam M20, namun setidaknya hal ini bisa dikompensasi lewat penggunaan lensa lebar.

Selain memenuhi bagian muka, layar dengan bentang 6,3 inchi yang digunakan oleh M20 menampilkan konten dengan resolusi 2340×1080 piksel sehingga nyaman dipakai untuk membaca teks maupun melihat video.

Contoh gambar yang diambil dari kamera lebar yang dimiliki Galaxy M20 dengan spesifikasi 120 derajat di samping lensa kamera 77 derajat, Senin (11/2/2019). Hadir dengan dua kamera, M20 menjual lensa ganda, baterai 5.000 mAh, dan harga bersaing.–Kompas/Didit Putra Erlangga Rahardjo (eld)–11 Februari 2019

KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO–Contoh gambar yang diambil dari kamera ultra lebar yang dimiliki Galaxy M20 dengan spesifikasi 120 derajat di samping lensa kamera 77 derajat, Senin (11/2/2019). Hadir dengan dua kamera, M20 menjual lensa ganda, baterai 5.000 mAh, dan harga bersaing.

Sistem dalam cip Exynos 7904 yang dipakai M20 memiliki prosesor delapan inti, ditemani RAM 3 gigabita dan penyimpanan 32 GB. Harga jual yang ditawarkan ke pasar adalah Rp 2,8 juta. Seri ini mengincar pasar ponsel tanah air yang terlanjur padat dan “bau darah” karena ketatnya persaingan dari merek kompetitor.

Galaxy M10 memiliki spesifikasi yang lebih sederhana yakni Exynos 7870 yang didampingi RAM 2GB dan penyimpanan internal 16GB. Baterai yang disematkan pada seri ini adalah 3.400 mAh. Hanya saja Samsung belum merilis detail mengenai ketersediaan di Indonesia.

Menyokong
Product Marketing Senior Manager Samsung Mobile Indonesia Selvia Gofar optimistis bahwa dekatnya jadwal peluncuran Galaxy M dengan penerus Galaxy S tidak akan berpengaruh karena keduanya mengincar segmen yang jauh berbeda. Galaxy M adalah kelas menengah-bawah sementara Galaxy S mengincar kelas premium.

“Keduanya memiliki kebutuhan dan gaya hidup yang masing-masing berbeda. Mereka yang sadar akan hal itu akan memilih ponsel yang sesuai,” katanya.

Pendekatan gaya hidup, lanjutnya, merupakan strategi yang selama ini diikuti Samsung dalam menyodorkan produk. Galaxy Note dengan pena stilusnya, S-Pen, akan ideal dipergunakan oleh mereka dengan produktivitas tinggi seperti membuat dokumen sambil jalan.

Samsung memperkenalkan seri baru ponsel pintar yang mengincar kelas menengah yakni Galaxy M dan akan diperkenalkan pada pertengahan Februari, Senin (11/2/2019). Mengincar pengguna muda, M20 yang dihadirkan untuk pasar Indonesia akan dilepas dengan harga Rp 2,8 juta.–Kompas/Didit Putra Erlangga Rahardjo (eld)–11 Februari 2019

KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO–Samsung memperkenalkan seri baru ponsel pintar yang mengincar kelas menengah yakni Galaxy M dan akan diperkenalkan pada pertengahan Februari, Senin (11/2/2019). Mengincar pengguna muda, M20 yang dihadirkan untuk pasar Indonesia akan dilepas dengan harga Rp 2,8 juta.

Perbandingan tersebut akan mudah dijawab bila menyebut seri Galaxy M dan Galaxy Note, tapi akan jauh berbeda kondisinya bila dihadapkan pada seri menengah lainnya seperti Galaxy J. Spesifikasi yang dimiliki M20 akan mendekati Galaxy J7 Pro, dan diperkirakan seri-seri selanjutnya akan saling beririsan.

“Seri M adalah pelengkap dari seri yang ada seperti Galaxy A dan Galaxy J dan mengincar segmen yang lebih luas karena memenuhi kebutuhan akan daya tahan dan kemampuan kamera,” lanjut Selvia.

Dibandingkan dengan peluncuran di India, seri yang sama diluncurkan dengan harga yang setara Rp 2,1 juta. Selvia menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan kebijakan masing-masing prinsipal di negara. Dia meyakini bahwa layanan purnajual Samsung di Indonesia akan menjadi nilai tambah bagi konsumen.

Akan menarik untuk melihat bagaimana kiprah Samsung dengan lini ponsel mereka yang baru.–DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO

Sumber: Kompas, 11 Februari 2019

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Mahasiswa Universitas Brawijaya ”Sulap” Batok Kelapa Jadi Pestisida

Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang membantu masyarakat desa mengubah batok kelapa menjadi pestisida. Inovasi itu mengubah ...

%d blogger menyukai ini: