Home / Berita / Persiapan SBMPTN dalam Proses Akhir

Persiapan SBMPTN dalam Proses Akhir

Panitia lokasi penyelenggara seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri wilayah DKI Jakarta sudah dalam tahap akhir persiapan sebelum pelaksanaan ujian pada Selasa (9/6). Tahun ini, Universitas Indonesia terpilih menjadi koordinator penyelenggara untuk wilayah DKI Jakarta.

Selain Universitas Indonesia (UI), tiga perguruan tinggi negeri (PTN) yang bertindak sebagai penyelenggara seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) tahun 2015 adalah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Universitas Negeri Jakarta, dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran. UPN Veteran berganti status dari PT swasta menjadi PTN pada awal 2015. Di UI, SBMPTN akan dilaksanakan di Fakultas Ilmu Komputer, Hukum, Psikologi, Teknik, dan Vokasi.

“Keempat PTN tersebut berhak menentukan lokasi penyelenggaraan ujian SBMPTN lain di Jakarta,” kata Koordinator Pendaftaran dan Teknik Informatika dan Komunikasi SBMPTN Panitia Lokasi DKI Jakarta Mila Novita saat ditemui di UI, Depok, Senin (8/6). Selain di empat lokasi tersebut, ujian SBMPTN juga diadakan di 86 SMP dan SMA di Jakarta.

Iwan Sugihartono dari tim material panitia lokasi DKI Jakarta menjelaskan bahwa syarat lokasi ujian harus sekolah-sekolah dengan lokasi strategis dan terletak dekat dengan lokasi SBMPTN lain. Jadi, apabila ada masalah, para panitia dari lokasi yang ada di dalam satu sektor bisa saling membantu. Selain itu, sekolah juga harus memiliki minimal 15 ruang kelas yang masing-masing bisa menampung 20 peserta.

Dua tahap
Pelaksanaan SBMPTN akan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama, Selasa (9/6), terdiri dari ujian sains dan teknologi, sosial humaniora, serta campuran. Ujian dimulai pukul 07.30 dan berakhir pukul 14.30.

Hari Rabu (10/6) dan Kamis (11/6) merupakan ujian tahap dua yang dikhususkan kepada para peserta yang melamar ke jurusan seni dan olahraga. Ujian tersebut berupa praktik keterampilan dan hanya dilaksanakan di Universitas Negeri Jakarta karena PTN tersebut yang memiliki program studi seni dan olahraga.

Mila menuturkan, jumlah peserta SBMPTN 2015 meningkat 11 persen dari tahun 2014. Tahun ini untuk wilayah DKI Jakarta ada 54.228 peserta, termasuk 16 peserta penyandang disabilitas tunanetra, tunarungu, dan tunadaksa. Mereka disediakan ruangan khusus di Fakultas Hukum UI untuk menempuh SBMPTN.

“Khusus untuk peserta dengan disabilitas tunanetra disediakan asisten yang akan membacakan soal dan menuliskan jawaban peserta di kertas,” kata Mila. Para asisten merupakan anggota panitia pelaksana SBMPTN sehingga kejujuran mereka dijamin.–Laraswati Ariadne Anwar

Sumber: Kompas Siang | 8 Juni 2015
—————–
Kecurangan Diantisipasi

Hari ini 693.185 Orang Ikuti Ujian Tulis SBMPTN
Kemungkinan kecurangan dalam ujian tulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2015, yang digelar serentak secara nasional, Selasa (9/6), telah diantisispasi. Panitia menyiapkan beberapa langkah pencegahan sekaligus berjanji menindak tegas peserta yang curang, termasuk menggunakan joki, saat mengerjakan soal.

122cd7a0778b43bba8a327b7db8327adKetua Umum Panitia Pusat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2015 Rochmat Wahab, di Jakarta, Senin, mengatakan, pencegahan kemungkinan kecurangan dimulai dengan pencetakan dan distribusi soal secara ketat. Panitia meminta jaminan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pencetakan dan pendistribusian soal untuk menutup peluang terjadinya kebocoran.

Peserta yang masuk ke ruang ujian akan diminta mengisi biodata. Petugas akan memeriksa identitas peserta untuk memastikan bahwa orang yang mengikuti ujian memang pendaftar yang berhak ikut SBMPTN.

Menurut Rochmat, yang juga Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, upaya curang dengan beragam modus bisa saja dilakukan peserta, termasuk dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi dan informasi. Namun, panitia dan pengawas ujian sudah mengantisipasi potensi perilaku curang selama ujian.

Panitia di DKI Jakarta, misalnya, menggunakan detektor khusus yang bisa menangkap sinyal telepon seluler. Menurut Mila Novita, Koordinator Pendaftaran dan Teknologi Informatika dan Komunikasi SBMPTN Panitia Lokasi DKI Jakarta di Depok, terdapat 30 detektor ponsel di beberapa lokasi ujian. Ini untuk mendeteksi peserta yang tidak taat mematikan dan mengumpulkan telepon seluler ke panitia. “Kami sudah menggunakannya sejak Seleksi Masuk Universitas Indonesia (UI) 2014,” kata Mila.

Ketua Panitia Lokal SBMPTN di Yogyakarta Sutrisno mengatakan, para peserta diwajibkan membawa KTP atau ijazah yang akan dicocokkan dengan wajah peserta sebelum tes. Hal tersebut untuk memastikan, mereka yang ujian benar-benar terdaftar. Para peserta juga hanya boleh membawa pensil, rautan pensil, dan penghapus ke ruang ujian.

Pembantu Rektor I Universitas Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan, Anis Saggaff, menyatakan, kampus telah bekerja sama dengan kepolisian untuk menindak siapa pun yang terlibat perjokian. “Kami tidak ada kompromi apa pun. Perjokian adalah tindakan kriminal,” katanya.

693.185 peserta
Pada Selasa ini, sebanyak 693.185 peserta SBMPTN melaksanakan ujian tulis. Ujian meliputi tes kemampuan dasar sains dan teknologi (untuk pendaftar saintek dan campuran), tes kemampuan dan potensi akademik, serta tes kemampuan dasar sosial dan humaniora (peserta soshum dan campuran).

Adapun peserta yang memilih program studi seni dan olahraga wajib mengikuti ujian keterampilan yang pelaksanaannya disediakan selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis. Pelaksanaan ujian keterampilan ditetapkan di perguruan tinggi.

14 PTN baru
Menurut Ravik Karsidi, panitia SBMPTN 2015, meskipun ada 14 PTN baru yang ikut SBMPTN pada tahun 2015, beberapa di antaranya cukup diminati. Perguruan tinggi swasta yang dinegerikan, yakni Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran”, dan baru tahun 2015 ikut SBMPTN ternyata diincar puluhan ribu pendaftar.

Sebagai contoh, peminat menempatkan UPN “Veteran” Yogyakarta pada urutan ke-24 dari 74 PTN. Pendaftar untuk kampus ini mencapai 36.945 peserta, mengalahkan ITB yang dipilih 29.578 peserta. Demikian juga peminat UPN “Veteran” Jakarta dan UPN “Veteran” Surabaya.

Fakultas Pertanian di UPN “Veteran” Surabaya diminati banyak peserta. Sebanyak 1.640 orang mendaftar program studi agroteknologi dan 1.032 orang mendaftar prodi agrobisnis di kampus ini. Padahal, kuota total kedua prodi itu hanya 340 orang. “Mungkin karena fakultas pertanian ini satu-satunya di Surabaya,” kata Wakil Rektor I UPN “Veteran” Surabaya Ramdan Hidayat.

Berdasarkan data nasional, Universitas Padjadjaran, Bandung, memiliki peminat paling tinggi, yakni 85.879 orang, disusul Universitas Hasanuddin, Makassar, (75.155 orang), serta Universitas Brawijaya, Malang, (73.558 orang). Adapun tiga kampus dengan peminat terendah adalah Universitas Sulawesi Barat dengan 1.090 orang, Universitas Musamus, Merauke, (1.441 orang), dan Institut Teknologi Kalimantan (1.719 orang).–(ELN/DNE/DEN/HRS/SIR/ODY/SEM/CHE)
————————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 9 Juni 2015, di halaman 11 dengan judul “Kecurangan Diantisipasi”.

Share

One comment

  1. SBMPTN memang harus dilakukan secara ketat karena dari sinilah tercetak para pemuda masa depan bangsa. Jika baru mau ujian saja udah melakukan kecurangan, bagaimana saat menjadi penerus bangsa 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

”Big Data” untuk Mitigasi Pandemi di Masa Depan

Kebijakan kesehatan berbasis “big data” menjadi masa depan pencegahan pandemi berikutnya. Melalui ”big data” juga, ...

%d blogger menyukai ini: