Home / Berita / Peran Industri Digital Besar

Peran Industri Digital Besar

Kampanye Pilpres Banyak Menggunakan Produk Ekonomi Kreatif
Industri digital banyak berperan dalam kampanye pemilihan umum presiden kali ini. Kedua pendukung calon presiden menggunakan aplikasi, animasi, komik, video, gim, dan lain-lain untuk menyampaikan pesan-pesan dari calon presiden itu.

Meski secara ekonomi belum diketahui nilainya, secara umum kampanye kali ini memperlihatkan peran berbagai produk ekonomi kreatif makin menonjol.

Beng Rahadian, komikus dan editor Cendana Art Media, di Jakarta, Minggu (29/6), mengatakan, tujuan penggunaan komik, aplikasi, dan gim adalah membuat karakter-karakter itu terkenal dan diminati masyarakat, terutama melalui media sosial.

”Tidak mengherankan jika ada yang memanfaatkan pilpres dengan membuat karakter dua tokoh calon presiden, baik dalam aplikasi, komik, maupun gim,” kata dia.

Sementara itu, Digital Strategist Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Noudhy Valdryno mengungkapkan, aplikasi merupakan media yang sangat mudah menarik perhatian masyarakat, termasuk dalam hal kampanye capres dan cawapres. ”Berbeda dengan sekadar gambar, media aplikasi membuat orang menghabiskan waktu lebih lama menggunakannya,” kata pria yang akrab disapa Ryno itu.

Kampanye PositifDengan dasar itu, Ryno dan tim membuat dua aplikasi untuk kampanye pasangan capres dan cawapres nomor urut 1, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Satu aplikasi permainan telah diluncurkan dan bisa diakses pada www.lombatwitter.com, sedangkan aplikasi lainnya yang berkonsep realitas maya (virtual reality) dan bisa diunduh lewat gawai pintar sedang dirancang oleh tim.

Ryno menambahkan, media aplikasi dan gim sudah terbukti berkontribusi bagi Gerindra yang meraih 11,81 persen suara sah nasional saat pemilihan anggota legislatif beberapa waktu lalu. Menurut Ryno, kampanye kreatif berbasis digital telah berkontribusi sekitar 9 persen terhadap kampanye nasional. ”Kontribusi memang masih kecil, tapi itu sudah melampaui target kami yang hanya 5-7 persen,” ujar Ryno.

Untuk kampanye Partai Gerindra, tim membuat dua aplikasi yang bisa diunduh, yakni media sosial khusus kader Gerindra bernama Jaringan Gerindra serta gim Mas Garuda.

”Pada setiap aplikasi ada sekitar 100.000-150.000 orang yang pernah menggunakan. Berdasarkan riset internal kami, enam dari sepuluh pengguna memilih Gerindra,” ucap Ryno.

Selain oleh tim kampanye resmi, aplikasi juga dibuat oleh individu pendukung capres. Konsultan gambar bergerak Adam D Kawilarang, misalnya, mengekspresikan dukungan bagi capres nomor urut 2, Joko Widodo, dengan menciptakan gim gawai pintar bernama Jokowi Aku Rapopo.

Berkontribusi
Adam mengaku tidak dibayar oleh tim kampanye Jokowi untuk membuat gim tersebut. Pada awal membuat, ia pun tidak berpikir gim tersebut bisa menjadi sarana kampanye, tetapi ia yakin telah berkontribusi menyosialisasikan Jokowi dengan melihat jumlah pengguna gawai pintar yang mengunduh gim.

”Pengguna yang mengunduh gim saya hampir 8.000 orang. Pada minggu pertama gim masuk, pengunduh sudah mencapai 1.000 orang,” kata Adam.

Di mata Adam, dunia digital, termasuk aplikasi gawai pintar, membuka peluang besar untuk meraih keuntungan ekonomi. Hal itu karena adanya kombinasi antara jumlah pengguna gawai pintar yang terus tumbuh dan kebutuhan perusahaan untuk berpromosi. ”Pembuat gim gratis itu biasanya hidup dari banyaknya iklan,” kata Adam.

Adam pun mengaku ingin memperoleh pendapatan pasif dengan membuat gim tanpa meninggalkan pekerjaan utamanya. Bagi Adam, belajar membuat gim adalah investasi untuk meningkatkan kesejahteraan. (A03/HEN)

Sumber: Kompas, 30 Juni 2014

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Indonesia Dinilai Tidak Memerlukan Pertanian Monokultur

Pertanian monokultur skala besar dinilai ketinggalan zaman dan tidak berkelanjutan. Sistem pangan berbasis usaha tani ...

%d blogger menyukai ini: