Home / Berita / Pengukuhan Profesor Riset, Tungau Bisa Membasmi Hama Tanaman

Pengukuhan Profesor Riset, Tungau Bisa Membasmi Hama Tanaman

Tungau selama ini dianggap sebagian masyarakat sebagai hewan tak bermanfaat dan menimbulkan masalah lingkungan. Namun, berdasarkan hasil riset yang ada, tungau bermanfaat sebagai satu kesatuan ekosistem untuk membasmi hama tanaman.

“Tungau berpotensi dimanfaatkan sebagai agen pengendali hayati serangga hama pertanian,” kata Sri Hartini dalam orasi pengukuhan Profesor Riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Rabu (16/8), di Jakarta. Sementara Nurul Taufiqu Rochman dikukuhkan sebagai profesor riset bidang teknik bahan dan Erwiza menjadi profesor riset sejarah lokal dan global.

Hartini memaparkan, tungau berukuran 0,3-1,3 milimeter. Fase larvanya berkaki tiga pasang, sedangkan fase dewasanya protonympha dan deutonympha, berkaki empat pasang. Sejauh ini baru diketahui 19,25 persen dari 400 jenis tungau di dunia.

Selama ini tungau berasosiasi dengan serangga, bisa hidup di habitat sampah, bangkai, sarang burung, sarang lebah, dan kotoran hewan. Satwa itu memangsa telur dan larva lalat serta cacing pada kotoran hewan.

Di Indonesia, penelitian terhadap tungau mulai dirintis Oudemans pada 1903 dan dilanjutkan peneliti asing lainnya hingga 1986. Pada periode itu diidentifikasi 5 marga dan 19 jenis tungau serta 14 jenis di antaranya ditemukan di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Papua.

Tak satu pun 14 jenis tungau itu disimpan di Indonesia. Mereka disimpan di luar negeri, antara lain Italia (Berlese collection); Leiden, Belanda (Oudemans collection), dan United States National Museum Washington, AS.

Di sejumlah negara seperti Belanda dan Perancis, tungau digunakan sebagai agen pengendali hayati pada telur, larva, dan pupa serangga hama, di tanaman pangan ataupun tanaman hias di rumah kaca dan di lapangan.

Kemampuan teruji
Tungau M robustulus (Barlese) merupakan jenis yang telah banyak diuji kemampuannya sebagai agen pengendali hayati pada serangga hama. Beberapa negara mengujinya pada tanaman pangan dan tanaman hias. Pemanfaatan jenis tungau itu pada rumah kaca menurunkan serangan serangga hama pada tanaman hias hingga di atas 70 persen.

Peneliti lain menggunakan jenis tungau yang sama dan bisa menurunkan serangan hama lalat hingga 97,1 persen. Karena itu, pemanfaatan M robustulus sebagai agen hayati serangga hama kian marak dilakukan di sejumlah negara barat.

Hartini berharap, strategi pemanfaatan tungau asli Indonesia bisa mendukung industri pertanian. Dukungan itu bisa diberikan melalui penyediaan agen hayati untuk pengendalian hama terpadu yang menyerang tanaman di lahan pertanian.

“Di era modern seperti saat ini, segala aktivitas pertanian amat bergantung pada bahan sintetik. Peran tungau memberikan dampak amat positif dalam menghasilkan produk pertanian organik dengan menggunakan pembasmi hama alami,” kata Pelaksana Tugas Kepala LIPI Bambang Subiyanto.

Bambang mengingatkan, perlu ada sinergi antar-ilmu dasar yang signifikan. Selain itu, kerja sama dengan sektor swasta diperlukan agar dapat memproduksi hasil riset secara massal. (DD08)
————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 18 Agustus 2017, di halaman 14 dengan judul “Tungau Bisa Membasmi Hama Tanaman”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: