Home / Berita / Peneliti Belia Indonesia Menjanjikan

Peneliti Belia Indonesia Menjanjikan

Peneliti belia Indonesia di jenjang SMP dan SMA memiliki potensi untuk menawarkan ide-ide penelitian yang bermanfaat memecahkan beragam persoalan bangsa. Bahkan, peneliti belia Indonesia mampu unjuk prestasi dalam kompetisi penelitian tingkat internasional.

Sebanyak delapan siswa SMP dan SMA dari sejumlah daerah terpilih mewakili Indonesia ke ajang International Conference of Young Scientists ke-21 pada 17-23 April, di Serbia. Pada Rabu (16/4), tim pelajar Indonesia ini melakukan presentasi secara terbuka di Kampus Surya University di Tangerang.

”Peneliti belia kita selalu berhasil mempersembahkan medali. Bahkan, pada 2009 dan 2010 mereka meraih medali terbanyak dari peserta yang umumnya negara-negara di Eropa,” kata Monika Raharti, Direktur Center for Young Scientists atau Pusat Peneliti Belia Surya University, di Tangerang.

Menurut Monika, Pusat Peneliti Belia Surya University mendorong lahirnya peneliti belia dengan menyeleksi siswa berpotensi mulai dari tingkat daerah hingga nasional untuk mewakili Indonesia di ajang internasional. Namun, pembinaan utama diserahkan kepada sekolah dengan dukungan dari para pakar berbagai perguruan tinggi ternama.

Pusat Peneliti Belia Surya University berusaha mewujudkan lahirnya 30.000 doktor di Indonesia pada 2030, seperti mimpi ilmuwan Yohanes Surya yang juga Rektor Surya University. Lahirnya doktor berkualitas yang kuat dalam riset ini akan menopang kemajuan Indonesia di tengah persaingan global.

Jocelyne Livia Kusuma, siswa kelas XI SMA St Laurensia Tangerang, mengatakan, penelitian bidang ilmu hayati yang diikutinya dipersiapkan sekitar satu tahun. Dia meneliti manfaat batang pepaya yang diekstrak untuk mencegah jamur pada kentang.

Peneliti belia lainnya, Gracesilia, siswa SMP Petra 3 Surabaya, merasa tertantang melestarikan gamelan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Dia yang ikut lomba di bidang komputer membuat program komputer dengan memanfaatkan teknologi gerakan isyarat (motion gesture) untuk memainkan saron demung.

Pelajar lainnya yang mewakili Indonesia, yaitu Harman Dewantoro (SMA Cita Hati Surabaya), Wilbert Osmond (SMP Chandra Kusuma Medan), Ni Luh Putu Lilis Sinta Setiawati (SMAN Bali Mandara), Josiah Christoper (SMA Cita Hati Surabaya), dan Jeff Bastian (SMA Petra Surabaya). (ELN)

Sumber: Kompas, 17 April 2014

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Ekuinoks September Tiba, Hari Tanpa Bayangan Kembali Terjadi

Matahari kembali tepat berada di atas garis khatulistiwa pada tanggal 21-24 September. Saat ini, semua ...

%d blogger menyukai ini: