Pemerintah Siapkan Skema Penjemputan WNI di Jepang

- Editor

Rabu, 19 Februari 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah menyiapkan skema untuk menjemput warga negara Indonesia yang menjalani karantina di kapal pesiar Diamond Princess yang kini berlabuh di Pelabuhan Yokohama, Jepang.

Pemerintah masih menyiapkan skema untuk menjemput warga negara Indonesia yang saat ini menjalani karantina di kapal pesiar Diamond Princess yang kini berlabuh di Pelabuhan Yokohama, Jepang. Dari 78 WNI yang berada di kapal itu, tiga orang di antaranya terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 dan telah dirawat dengan pengawasan dari otoritas Pemerintah Jepang.

REUTERS/CARLOS GARCIA RAWLINS/FILE PHOTO–Sejak wabah virus Korona muncul, restoran dan kafe di China banyak yang mulai memberlakukan aturan mengukur suhu tubuh konsumen sebelum masuk. Foto ini diambil pada 30 Januari 2020.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono saat dihubungi di Jakarta, Selasa (18/2/2020), menyatakan, pemerintah saat ini berkoordinasi untuk mempersiapkan kemungkinan penjemputan WNI lain yang ada di kapal pesiar itu. Keputusan ini juga bergantung pada kebijakan Pemerintah Jepang.

”Kalau hari terakhir periode karantina, besok pagi, masih ada kasus yang terkonfirmasi positif, kekarantinaan seharusnya dilanjutkan lagi selama 14 hari ke depan. Sementara yang terkonfirmasi positif di rawat di rumah sakit sampai sembuh. Jadi, tidak bisa evakuasi WNI yang menjadi kru kapal itu meski dinyatakan negatif pada pemeriksaan kemarin ataupun minggu lalu,” katanya.

Kapal pesiar Diamond Princess saat ini menjadi episentrum (pusat) wabah Covid-19 sehingga sifatnya menjadi area tertutup. Itu membuat semua orang yang berada di kapal itu dianggap sakit meskipun belum muncul gejala dan tanda ataupun hasil laboratorium yang menyatakan mereka positif terinfeksi.

Anung memastikan skenario penjemputan yang akan dilakukan terhadap WNI yang berada di kapal pesiar itu masih dibahas sehingga belum ditentukan secara pasti waktu, tempat, dan prosedur yang akan dilakukan. Keputusan itu menjadi wewenang Kementerian Luar Negeri dengan pertimbangan teknis dari Kementerian Kesehatan.

”Yang jelas tidak ada skenario penjemputan pada WNI yang sakit sampai semua dinyatakan sembuh. Dalam wilayah, termasuk pada kapal yang dikarantina, tidak boleh mengeluarkan orang sakit kecuali untuk perawatan di negara tersebut,” katanya.

Dari data Kementerian Luar Negeri, di dalam kapal pesiar Diamond Princess terdapat 78 warga negara Indonesia. Semua WNI itu merupakan kru kapal. Adapun jumlah orang yang ada di dalam kapal itu 3.711 orang dengan 2.866 penumpang dan 1.045 kru dari 56 negara.

Salah satu WNI yang menjadi anak buah kapal (ABK) di kapal tersebut yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengatakan, para WNI sudah mendapatkan informasi jika akan ada rencana penjemputan dari Pemerintah Indonesia. Namun, informasi yang didapat belum jelas. ”Infonya akan dikarantina di Natuna,” ucapnya.

Meski saat ini jumlah orang yang terinfeksi terus bertambah, ia mengatakan, tugas sebagai ABK di kapal pesiar tetap harus dijalankan. Ini membuat para WNI yang bekerja sebagai ABK tetap sibuk bekerja di tengah penyebaran virus yang terjadi di kapal tersebut.

Sebagaimana diberitakan di kompas.id, Pemerintah Indonesia memprioritaskan proses evakuasi sesegera mungkin bagi WNI di mana pun yang terdampak wabah virus Covid-19. Setelah berhasil mengevakuasi 238 WNI dari Wuhan, Provinsi Hubei, China, kini pemerintah tengah menangani proses evakuasi tiga WNI yang bekerja sebagai kru di kapal pesiar Diamond Princess dan terkonfirmasi positif terinfeksi virus Covid-19.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengemukakan, perkembangan terakhir itu seusai menerima tim evakuasi WNI dari Wuhan, Selasa (18/2/2020), di Jakarta. Sejak awal, pemerintah memberikan perhatian besar pada kasus yang menyangkut WNI. Sampai saat ini komunikasi dan koordinasi intensif dilakukan dengan Pemerintah Jepang dan perusahaan kapal pesiar Diamond Princess.

Editor: EVY RACHMAWATI

Sumber: Kompas, 18 Februari 2020

Informasi terkait

Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Menakar Masa Depan Otomotif, Pilih Listrik, Hybrid, atau Bensin?
Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?
Berita ini 15 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:21 WIB

Menyusuri Jejak Awal Semesta

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:01 WIB

Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan

Berita Terbaru

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB

Artikel

Iman dan Sains, Dua Sayap Kebangkitan Peradaban Islam

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:27 WIB

Artikel

Menyusuri Jejak Awal Semesta

Selasa, 16 Jun 2026 - 21:21 WIB