Pemanfaatan Paten Masih Rendah

- Editor

Rabu, 23 Desember 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejak 1996 sampai akhir tahun ini, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi meraih 120 hak kekayaan intelektual bersertifikat, 89 hak di antaranya paten. Namun, dari jumlah paten itu, yang menjadi inovasi dan termanfaatkan hingga menghasilkan royalti hanya sekitar 5 persen.

“Ke depan, pengembangan paten menjadi inovasi akan ditingkatkan hingga mencapai 20 persen dengan meningkatkan layanan teknologi,” kata Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Unggul Priyanto, Selasa (22/12), di Jakarta.

Perlindungan sejumlah paten itu memberatkan bagi BPPT karena butuh anggaran hingga Rp 15 miliar. Mulai tahun ini, Kementerian Keuangan membebaskan biaya itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agar paten termanfaatkan, sejak awal pihaknya menggandeng industri dan meyakinkan mitra tentang manfaat hasil riset. “Proyek percontohan BPPT mesti ada mitra agar proyek tak mangkrak,” kata Unggul.

Terkait kawasan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang ditangani BPPT, peran pemerintah daerah perlu dikedepankan, sedangkan BPPT jadi pendamping. Pada periode berikutnya, kawasan iptek sepenuhnya dikelola pemda dan mitra.

Produk unggulan
Deputi Pengkajian Kebijakan Teknologi BPPT Tatang A Taufik pada Refleksi Akhir Tahun BPPT 2015 di Jakarta, Senin, menjelaskan, adanya sembilan kawasan iptek binaan menghasilkan 23 mitra atau usaha kecil-menengah berbasis inovasi. “Tahun ini, 33 mitra diinkubasi,” ucapnya.

Kemitraan BPPT dengan pemda bernilai strategis karena kawasan iptek bisa menjadi tempat praktik karya inovasi BPPT. Salah satunya, penebaran benih ikan nila salina di kawasan iptek perikanan Kota Pekalongan.

Menurut Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT Eniya L Dewi, inovasi teknologi dan sistem produksi ikan nila salina yang mampu hidup di air payau dengan tingkat salinitas 20-25 bagian per triliun adalah karya inovasi yang dilepas cuma-cuma. “Ini untuk membantu perekonomian warga,” ujarnya.

Adapun perekayasa di kedeputiannya pada 2015 meraih dua royalti dari pemanfaatan teknologi produksi enzim protease di Gresik dan produksi garam farmasi di Jombang, Jawa Timur.

Deputi Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa Erzi A Gani memaparkan hasil rancang bangun kapal rawa serta pesawat udara tanpa awak, seperti Wulung, Alap-alap, dan I-MALE-x (Indonesia Medium Altitude Long Endurance) Drone. Tahun depan, Wulung akan mulai diproduksi PT Dirgantara Indonesia.

Deputi Teknologi Informasi Energi dan Material BPPT Hamman Riza menambahkan, pihaknya menghasilkan sistem pemungutan suara elektronik dan diuji coba di desa. Adapun Deputi Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam BPPT Wimpie AN Aspar memaparkan hasil teknologi penginderaan jauh untuk estimasi fase tumbuh tanaman.(YUN)
———–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 23 Desember 2015, di halaman 13 dengan judul “Pemanfaatan Paten Masih Rendah”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?
Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan
Gen, Data, dan Wahyu
Bobibos: Api Kecil dari Sebuah Gudang Jerami
Biometrik dan AI, Tubuh dalam Cengkeraman Algoritma
Habibie Award: Api Intelektual yang Menyala di Tengah Bangsa
Berita ini 20 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 29 Desember 2025 - 19:32 WIB

Galodo dan Ingatan Air

Senin, 29 Desember 2025 - 19:06 WIB

Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:41 WIB

Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:38 WIB

Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:02 WIB

Gen, Data, dan Wahyu

Berita Terbaru

Berita

Galodo dan Ingatan Air

Senin, 29 Des 2025 - 19:32 WIB

Artikel

Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri

Senin, 29 Des 2025 - 19:06 WIB

Artikel

Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?

Jumat, 26 Des 2025 - 11:41 WIB

Artikel

Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan

Jumat, 26 Des 2025 - 11:38 WIB

Artikel

Gen, Data, dan Wahyu

Jumat, 26 Des 2025 - 11:02 WIB