Pemanfaatan Nuklir Masih Terbatas

- Editor

Sabtu, 24 Januari 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IAEA Tingkatkan Keamanan dan Keselamatan Terkait Pembangkit
Dibandingkan dengan negara ASEAN lain, Indonesia memiliki sumber daya unggul dan lengkap dalam penguasaan ilmu dan teknologi nuklir. Namun, pemanfaatan di Indonesia masih terbatas. Dampak negatif nuklir masih menjadi hambatan utama. Padahal, nuklir bisa dimanfaatkan lebih luas untuk kesejahteraan bangsa.


”Tidak ada yang 100 persen aman. Namun, IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional) berusaha meminimalkan dampak nuklir semaksimal mungkin,” kata Direktur Jenderal IAEA Yukiya Amano saat memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Jumat (23/1).

IAEA dibentuk tahun 1957 guna mempromosikan nuklir untuk tujuan damai. Indonesia satu dari 23 negara pertama anggota IAEA dan terpilih sebagai anggota Dewan Gubernur IAEA periode 2011-2013.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui penguasaan ilmu dan teknologi nuklir, Indonesia menjadi rujukan negara-negara Asia Tenggara. Oleh karena itu, IAEA menunjuk Badan Tenaga Nuklir Nasional sebagai Pusat Kolaborasi IAEA untuk Diagnosis Nondestruktif, Pengujian, dan Teknologi Inspeksi untuk mendukung kegiatan IAEA di Asia Tenggara, termasuk produksi isotop baru, pelatihan ahli, serta pembuatan panduan dan protokol beragam teknik pemanfaatan nuklir.

Pemanfaatan
Pemanfaatan nuklir di Indonesia masih terbatas, seperti untuk kedokteran, pertanian, penyediaan air bersih, pengolahan pangan, dan industri petrokimia. Meski sejumlah negara ASEAN, seperti Vietnam dan Thailand, memastikan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir, Indonesia belum memutuskan.

Cita-cita memiliki PLTN sudah lama. Terlebih, Indonesia sudah mengoperasikan reaktor riset di Bandung, Yogyakarta, dan Serpong di Tangerang Selatan sejak 1965. ”Indonesia memiliki semua aspek untuk pembangunan PLTN, kecuali keputusan politik puncak,” kata Deputi Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir Batan Ferhat Aziz.

Terkait dengan rencana itu, Yukiya mengatakan, sebagai negara dengan ekonomi berkembang, Indonesia butuh listrik. ”IAEA siap mendukung pembangunan PLTN. Namun, keputusan pembangunan ada pada Pemerintah Indonesia,” katanya.

Pengembangan PLTN di Indonesia terkait dengan kesiapan budaya, teknologi, dan lokasi yang aman dari bencana alam. Dari sisi sumber daya manusia, sejumlah ahli Indonesia bekerja di IAEA dan negara lain.

Pengawasan pemanfaatan teknologi nuklir di Indonesia, baik di rumah sakit maupun reaktor riset, dilakukan lembaga independen Badan Pengawas Tenaga Nuklir. ”Ada aturan yang harus dipatuhi untuk memastikan radiasi nuklir di tempat-tempat itu sesuai dengan standar. Jika tidak, izin bisa dicabut,” kata Kepala Bapeten Jazi Eko Istiyanto.

Yukiya mengakui, kecelakaan nuklir di PLTN Chernobyl, Ukraina, pada 1986 dan PLTN Fukushima Daiichi, Jepang pada 2011 mengkhawatirkan masyarakat. Kecelakaan itu memberi pelajaran berharga bagi ahli IAEA untuk mengembangkan reaktor yang lebih aman dan sistem keselamatan lebih baik. (MZW)

Sumber: Kompas, 24 Januari 2015

Informasi terkait

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Berita ini 21 kali dibaca

Informasi terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Berita Terbaru

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB