Home / Artikel / Pasukan Pelindung Tubuh

Pasukan Pelindung Tubuh

Sekelompok pengangkut makanan sibuk membawa makanan di jalanan bernama pembuluh darah. Mereka mengirim makanan ke bagian-bagian yang membutuhkan.

”Halo Plasma, apa kabar? Masih sibuk mengantar makanan, ya,” sapa Eritro. Warga menyebutnya Eritro karena tubuhnya berwarna merah.

”Oh, Eri…,” sahut Plasma. ”Iya benar, itu di sana ada sel yang butuh makanan. Kamu juga baru mengangkut oksigen, ya,” lanjut Plasma.

”Benar, terima kasih teman. Aku harus segera mengirim paket oksigen ini. Selamat bertugas, ya,” jawab Eritro sambil membawa kotak bernama hemoglobin untuk menempatkan oksigen. Plasma dan Eritro meneruskan tugasnya mengirim makanan dan oksigen ke semua wilayah.

Wuuush… mobil dengan bunyi sirene meraung-raung melintasi jalanan yang padat. ”Ada apa, ya,” tanya pengguna jalan. ”Itu tadi Pak Trombo sedang tergesa-gesa mau memperbaiki jalan yang rusak. Pak Trombo bertanggung jawab menambal lubang jalan pembuluh darah agar tidak rusak dan bocor,” sahut pengguna jalan yang lain. Meskipun memiliki ukuran tubuh yang paling kecil di antara masyarakat darah, Pak Trombo memiliki tanggung jawab yang sangat besar.

Di tengah suasana yang damai tersebut, tiba-tiba muncul gerombolan penyerang bernama kuman. Ratusan kuman masuk ke wilayah mereka.

nri1001-020a-f3”Ha… ha… ha… kami adalah kuman. Kami datang untuk menyerang dan merusak markas kalian,” teriak pimpinan kuman. Gerombolan kuman langsung merusak jalan-jalan utama dan menghancurkan berbagai fasilitas yang ada.

”Kita diserang kuman!” teriak tentara yang tengah berjaga-jaga. Sesaat kemudian terdengar perintah dari komandan tentara bernama Pak Leuko. ”Siapkan pasukan khusus Antibodi! Kita diserang gerombolan makhluk jahat bernama virus!”

Semua pasukan Leuko berkumpul beserta pasukan khusus Antibodi. ”Ayo serbuuu….” Tentara-tentara itu segera bergerak cepat menyerang gerombolan makhluk asing tersebut. Perang sengit tak terelakkan lagi.

”Astaga. Itu, kan, makhluk pengganggu yang lima tahun lalu pernah menyerang kita. Waktu itu kita menang. Saat ini kita juga harus menang karena kita sudah tahu cara mengalahkan mereka. Ayo maju terus, pantang mundur!” teriak Pak Leuko dengan berapi-api.

Kegigihan pasukan Antibodi menyebabkan banyak makhluk asing yang mati. Akhirnya pasukan Leuko yang biasa dijuluki Tentara Putih memenangi pertempuran. Masyarakat darah kembali tenang dan damai.

APA SAJA KOMPONEN DARAH?

Komponen cair

Sebagian besar darah tersusun oleh plasma. Fungsi plasma darah adalah untuk mengangkut nutrisi makanan ke seluruh tubuh. Selain itu, plasma juga mengangkut sisa metabolisme sel tubuh untuk dibuang ke luar tubuh melalui keringat, urine, ataupun feses.

Komponen padat atau sel

Sel darah merah (eritrosit). Sel darah merah berjumlah 4 juta-5 juta sel per mililiter darah. Sel darah merah mengandung hemoglobin (Hb) yang berfungsi mengangkut oksigen. Satu eritrosit mampu membawa 250 juta Hb. Oksigen akan dibawa ke semua sel tubuh dan digunakan untuk proses respirasi sel agar tubuh kita menghasilkan tenaga.

Sel darah putih (leukosit). Sel darah putih merupakan tentara tubuh yang bertugas membasmi kuman penyakit yang masuk. Tujuannya agar tubuh kita selalu sehat. Satu tentara leukosit akan mengawal 500 sel eritrosit. Jumlah tentara ini bisa meningkat 25 kali lipat saat banyak kuman masuk ke dalam tubuh.

Keping darah (trombosit). Keping darah berjumlah 200.000-500.000 sel per mililiter darah. Trombosit bertugas menggumpalkan darah dan menutup luka. Saat kulit kita terluka dan mengeluarkan darah, maka trombosit akan membentuk benang-benang fibrin yang rapat untuk menutup luka. Darah akan tersangkut di dalam benang-benang fibrin dan berhenti mengalir sehingga kalau terluka kita tidak akan kehabisan darah.

MENGAPA KITA PERLU IMUNISASI?
Imunisasi atau vaksinasi biasanya diberikan kepada anak-anak. Imunisasi adalah memasukkan virus yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh.

Virus yang sudah lemah ini akan dideteksi oleh antibodi sel darah putih. Pasukan tubuh akan segera membentuk pasukan yang khusus menangani jenis virus tersebut. Virus A akan ditangani oleh antibodi A. Virus B oleh antibodi B, dan seterusnya.

Antibodi memiliki ”daya ingat” yang sangat kuat. Misalnya, jika lima tahun setelah imunisasi anak tersebut terserang virus yang sama, antibodi akan ingat bahwa virus itu pernah masuk ke dalam tubuh sehingga dengan cepat dan mudah antibodi akan menyerang virus tersebut karena pernah tahu cara mengalahkannya.

Hm… maka kita jangan takut diimunisasi, ya.
Oleh: R ARIFIN NUGROHO | Ilustrasi: KRYST

R ARIFIN NUGROHO, PENULIS BUKU BIOLOGI UNTUK ANAK; TINGGAL DI YOGYAKARTA
——————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 14 Februari 2016, di halaman 22 dengan judul “Pasukan Pelindung Tubuh”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Pendidikan Tinggi Indonesia dalam Masa Pancaroba

Dalam keadaan kini, saat kita semua merasa tertekan oleh pembatasan yang dikenakan karena Covid-19, dunia ...

%d blogger menyukai ini: