Omzet Belanja Online Kian Melejit

- Editor

Rabu, 20 Desember 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Transaksi e-commerce bakal tembus Rp 1.775 triliun pada 2020.
Ketua Panitia Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2017, Achmad Alkatiri, menyatakan tahun depan omzet acara ini bakal melampaui Rp 4,6 triliun. “Bayangkan jika Harbolnas 2018 juga dinantikan oleh warga Malaysia, Singapura, dan Thailand,” kata dia, kemarin.

Menurut dia, geliat dan minat pelaku bisnis e-commerce Tanah Air bertumbuh secara signifikan dari
waktu ke waktu. Ketika pertama kali diadakan, hanya tujuh e-commerce yang berpartisipasi. Pada
pergelaran tahun ini, jumlah peserta meningkat menjadi 254 pelaku perdagangan digital.

Meski belum mendapatkan angka pasti, Achmad mengklaim pergelaran Harbolnas 2017 sukses besar. Secara kasatmata dia melihat traffic kunjungan dan transaksi pesta diskon yang digelar sehari penuh kemarin
melonjak pesat dibanding tahun lalu. “Grafiknya sangat curam. Angka pastinya tunggu hasil riset Nielsen, 19 Desember nanti,” kata dia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tahun depan, kata Achmad, selain memperbanyak peserta e-commerce, panitia bakal membuka akses bagi pengusaha mikro, kecil, dan menengah aktif berpartisipasi menjajakan dagangannya. Panitia Harbolnas sudah memilih 300 usaha kecil dari Makassar, Medan, dan Surabaya agar diberi lapak khusus tahun depan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan akan mendukung inisiatif pelaku e-commerce dalam mempopulerkan sistem perdagangan online. Dengan modal penduduk dengan usia produktif, dia yakin
industri e-commerce Tanah Air bakal menjadi yang terbesar di dunia. Meski saat ini transaksi e-commerce
cuma Rp 75 triliun, Rudiantara berani pasang pertumbuhan yang melesat hingga Rp 1.775 triliun pada
2020. “E-commerce di Indonesia baru tumbuh. Jadi, sebaiknya jangan banyak diatur dulu,” kata Rudiantara.

Pemerintah sekarang berfokus pada implementasi peta jalan e-commerce nasional yang berorientasi
pada pendanaan, tenaga kerja, dan infrastruktur. “Koneksi Internet cepat dari Palapa Ring juga terus
kami kebut.”

Chief Executive Officer Bukalapak, Ahmad Zaky, mengatakan pernyataan pemerintah yang bakal memajaki
e-commerce kontradiktif dengan semangat pembangunan. Sebab, hingga saat ini justru lebih banyak
orang yang mencoba peruntungan berdagang di media sosial. “Tidak adil, dong,” katanya.

Adapun Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia, Aulia Marinto, mengatakan pemerintah lebih baik
berfokus ke sebaran akses Internet terlebih dulu. Menurut dia, saat ini, dari 100 juta pemilik telepon
seluler pintar, hanya 10 persen yang aktif menggunakan Internet. Ketua Umum Asosiasi UKM Indonesia,
Ikhsan Ingratubun, mengatakan saat ini pelaku UKM lebih kesulitan mengakses modal ketimbang pendidikan
akses digital.–ANDI IBNU

Sumber: Koran Tempo, 14 DESEMBER 2017 EDISI NO.5711 TAHUN XVII

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Bilangan Imajiner, “Angka Khayalan” yang Menggerakkan Dunia Modern
Sains atau Siasat: Menakar Marwah Jajak Pendapat di Indonesia
Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara
Menjadi Ilmuwan Politik di Era Digital. Lebih dari Sekadar Hafalan Tata Negara
Saksi Bisu di Balik Lensa. Otopsi Bioteknologi Purba dalam Perburuan Minyak Bumi
Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Berita ini 5 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:37 WIB

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi

Minggu, 19 April 2026 - 08:06 WIB

Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?

Sabtu, 18 April 2026 - 20:45 WIB

Bilangan Imajiner, “Angka Khayalan” yang Menggerakkan Dunia Modern

Sabtu, 11 April 2026 - 18:47 WIB

Sains atau Siasat: Menakar Marwah Jajak Pendapat di Indonesia

Sabtu, 11 April 2026 - 17:49 WIB

Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara

Berita Terbaru