Nola Tinggalkan Tiga “Saudaranya”…

- Editor

Selasa, 24 November 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nola (41) gagal bertahan akibat infeksi menyusul operasi abses di pinggulnya, 13 November 2015. Minggu (22/11), badak putih utara (Ceratotherium simum cottoni) penghuni Kebun Binatang Safari Park San Diego itu mati, meninggalkan tiga “saudaranya” yang tersisa di alam liar, tepatnya di konservasi Ol Pejeta, Kenya.

Nola adalah ikon dunia. Banyak kisahnya di media dan unggahan di sosial media. Sejak 2008, subspesies itu dinyatakan punah akibat perburuan liar untuk cula yang diyakini bermanfaat obat. Jumlah subspesies badak putih selatan jauh lebih banyak, sekitar 20.000 ekor.

Menurut juru bicara Kebun Binatang San Diego, Christina Simmons, cara penyelamatan Nola antara lain melalui pengembangan DNA badak putih utara yang dititipkan ke rahim badak putih selatan. Masih diteliti apakah keduanya cocok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Organisasi pengawas perdagangan hewan liar, Traffic, mencatat, periode 2000-2005 jumlah peredaran cula badak di pasar gelap naik lima kali lipat.

cb20f700d05c45999e9722a6b7fe2d01REUTERS/KEN BOHN–Nola, badak putih utara, memperoleh perawatan medis di Kebun Binatang Safari Park San Diego di California, AS, 29 Desember 2014. Hari Minggu (22/11), Nola (41) mati karena sakit di taman safari itu. Kematiannya mengundang kekhawatiran karena berarti tersisa tiga badak sejenis di seluruh dunia. Kini, sedang diupayakan program rahim pinjaman ke badak putih selatan.

Populasi badak putih utara sangat rentan di Afrika. Satu subspesies badak lainnya di Kamerun, bahkan diyakini sudah punah. Adapun populasi kecil subspesies badak hitam utara (Diceros bicornis longipes) nyaris habis diburu besar-besaran.

Sejak 1970-an, populasi badak putih utara di Afrika merosot tajam hingga 500 ekor saja. Upaya konservasi di taman nasional, menurut Kes Hillman Smith dari Taman Nasional Garamba di Republik Demokratik Kongo, tak lagi memadai. Badak itu dinilai lebih aman disebar di sejumlah kebun binatang.

Kini, tersisa tiga ekor di alam liar. Apabila program rahim pinjaman gagal, tak lama lagi badak putih utara tinggal kenangan.

( WWW.BBC.CO.UK/REUTERS/ISW)
——————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 24 November 2015, di halaman 14 dengan judul “Nola Tinggalkan Tiga “Saudaranya”…”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Berita ini 3 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:29 WIB

Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?

Kamis, 30 April 2026 - 08:24 WIB

Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM

Berita Terbaru