Nobel bagi Tiga Ilmuwan

- Editor

Selasa, 3 Oktober 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mekanisme Molekular Pengendali Irama Sirkadian Terungkap
Tiga ilmuwan Amerika Serikat, yakni Jeffrey C Hall, Michael Rosbash, dan Michael W Young, berbagi Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran Tahun 2017. Anugerah itu diberikan atas temuan ketiganya terkait mekanisme molekular pengendali irama atau ritme sirkadian.

Pengumuman penerima hadiah Nobel dilakukan di Karolinska Institute, Stockholm, Swedia, Senin (2/10) waktu setempat. Hall, Rosbash, dan Young dipilih menjadi penerima Hadiah Nobel. “Mereka mampu mengintip ke dalam jam biologis kita dan menjelaskan cara kerjanya dalam tubuh kita,” kata juri Penghargaan Nobel saat mengumumkan.

Dalam keterangan tertulis yang dibacakan, juri itu menyatakan, kehidupan di Bumi menyesuaikan dengan rotasi Bumi. Selama bertahun-tahun, kita mengenal bahwa makhluk hidup, termasuk manusia, memiliki jam biologis internal yang membantu mengantisipasi dan beradaptasi terhadap waktu sehari-hari. Namun, bagaimana mekanisme tersebut berlangsung belum diketahui secara jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Temuan ketiga ilmuwan itu menjelaskan bagaimana tumbuhan, hewan, dan manusia menyesuaikan ritme biologisnya sehingga sinkron dengan perputaran Bumi.

Dengan menggunakan lalat buah sebagai model penelitian, ketiga ilmuwan penerima Hadiah Nobel Kedokteran Tahun 2017 tersebut mengisolasi gen yang mengendalikan ritme biologis harian yang normal. Riset mereka menunjukkan, gen tersebut mengubah protein yang terakumulasi pada sel saat malam hari dan terdegradasi pada siang hari.

Protein tambahan
Kemudian, mereka mengidentifikasi adanya komponen protein tambahan dalam sistem itu yang menunjukkan mekanisme pengaturan jam biologis di tingkat sel. Dari situ diketahui bahwa prinsip fungsi jam biologis di tingkat sel pada makhluk hidup bersel banyak seperti manusia adalah sama.

Dengan presisi yang sangat indah, jam biologis manusia menyesuaikan fisiologi tubuh dengan fase-fase hari yang berbeda. Jam biologis tersebut mengatur fungsi-fungsi penting dalam tubuh, seperti perilaku, tingkat hormon, tidur, suhu tubuh, dan metabolisme.

Manusia akan terpengaruh jika ada perbedaan sementara antara kondisi lingkungan dan jam biologisnya. Contohnya, ketika kita mengalami jet lag seusai penerbangan yang melintasi beberapa zona waktu sekaligus. Ada juga indikasi bahwa ketidakseimbangan kronis antara gaya hidup kita dan ritme yang didikte pencatat waktu dalam diri kita terkait beragam penyakit.

Kepada Associated Press, Rosbash yang merupakan guru besar berusia 73 tahun di Brandeis University menuturkan, ia mendapat kabar bahwa dirinya mendapat Hadiah Nobel melalui sambungan telepon pukul 05.00. “Telepon di jam segitu biasanya telepon kabar duka. Saya masih sedikit kewalahan,” ujarnya.

Rosbash lahir di Kota Kansas, AS, pada tahun 1944. Ia meraih gelar doktor tahun 1970 di Massachusetts Institute of Technology dan sejak tahun 1974 mengajar di Brandeis University.

Sementara Young (68) meraih gelar doktoralnya di University of Texas di Austin, AS, pada tahun 1975. Selanjutnya, sejak tahun 1978, ia mengajar di Rockefeller University di New York, AS.

Adapun Hall (72) sesungguhnya berencana menempuh kuliah kedokteran ketika mendaftar di Amherst College di Massachusetts pada tahun 1963. Namun, di tengah jalan ia banting setir dan beralih belajar ilmu dasar. Pada tahun 1971, ia mendapat gelar doktor dari University of Washington sebelum bergabung dengan Brandeis University pada tahun 1974. Hall kini telah pensiun. (AP/AFP/ADH)
——————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 3 Oktober 2017, di halaman 14 dengan judul “Nobel bagi Tiga Ilmuwan”.

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 38 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB