Nama Tawon Spesies Baru Terinspirasi Biskuit dan Alien

- Editor

Rabu, 10 April 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAWON-TAWON ARA

Tawon Ara (Fig Wasp) sedang meletakkan telurnya ke dalam buah ara di Cagar Alam Darupono Kendal- Jateng.



Photograph by: FAMMINGPAO

TAWON-TAWON ARA Tawon Ara (Fig Wasp) sedang meletakkan telurnya ke dalam buah ara di Cagar Alam Darupono Kendal- Jateng. Photograph by: FAMMINGPAO

Penamaan spesies baru umumnya mengikuti nama penemunya untuk mengabadikan jasanya. Namun, di Australia, penamaan spesies 10 tawon penemuan baru dilakukan melalui survei nasional. Nama spesies yang muncul itu terinspirasi oleh berbagai hal mulai dari nama survei, biskuit, hingga alien.

DOK PEMADAM KEBAKARAN KLATEN–Sarang tawon Vespa affinis di sebuah tiang listrik di Klaten, Jawa Tengah. Orang Jawa menyebutnya tawon endas.

Laporan penamaan spesies baru berjudul “Spesies Baru Tawon Parasit Mikrogastrin Australia (Hymenoptera, Braconidae, Microgastrinae) Didokumentasikan Melalui Survei ‘Bush Blitz’ tentang Cagar Alam Nasional” itu dimuat dalam jurnal Zootaxa, yang juga dipublikasikan sciencedaily.com 9 April 2019. Penelitian dilakukan tim Universitas Adelaide, Australia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sesuai kelaziman, nama-nama spesies baru itu dinamai untuk menghormati penemunya. Spesies yang dinamai berdasarkan nama penelitinya di antaranya Dolichogenidea brabyi, Dolichogenidea garytaylori, Dolichogenidea forrestae, dan Dolichogenidea kelleri. Masing-masing nama ahli serangga atau entomolog yang menelitinya adalah Michael Braby, Gary Taylor, Jan Forrest, dan Michael Keller.

Namun, ada satu yang tak lazim, satu spesies dinamai biskuit Oreo karena bentuknya mirip Oreo. “Saya menamai satu tawon Sathon oreo karena antenanya berwarna coklat gelap dengan garis putih tebal di tengah, seperti biskuit cokelat Oreo,” kata Erinn Fagan-Jeffries, peneliti dari Fakultas Ilmu Biologi Universitas Adelaide.

Spesies baru lainnya, Choeras zygon, dinamai berdasarkan ras Zygon, tokoh alien dalam miniseri televisi BBC Inggris berjudul Doctor Who. “Zygon mengkonsumsi inang mereka sambil menghuni mereka, suatu sifat yang sangat relevan dengan tawon parasit,” kata Fagan-Jeffries.

TAWON-TAWON ARA–Tawon Ara (Fig Wasp) sedang meletakkan telurnya ke dalam buah ara di Cagar Alam Darupono Kendal- Jateng.
Photograph by: FAMMINGPAO

FAMMINGPAO–Tawon Ara (fig wasp) sedang meletakkan telurnya ke dalam buah ara di Cagar Alam Darupono Kendal, Jateng.

Tawon Choeras zygon ini menyuntikkan telurnya ke ulat hidup dan tawon bayi perlahan memakan ulat dari dalam ke luar. Kedengarannya mengerikan, mereka sangat penting dalam ekosistem untuk mengatur populasi ulat asli Australia.

Nama salah satu tawon baru lainya, Choeras bushblitz, mengambil ide dari program Bush Blitz. Bush Blitz adalah program kemitraan antara Pemerintah Australia, BHP, dan Earthwatch Australia untuk mendokumentasikan tumbuhan dan hewan di seluruh Australia.

“Kurang dari 10 persen dari kelompok tawon ini yang memiliki nama ilmiah. Itu sebabnya program seperti Bush Blitz sangat penting. Kami telah menemukan lebih dari 1.660 spesies baru sejak 2010, dan 17 di antaranya tawon,” kata Jo Harding, Manajer Bush Blitz.

Taksonomi, disiplin ilmiah yang mendokumentasikan spesies baru, sangat penting untuk memahami dan mendokumentasikan makhluk hidup. Ahli taksonomi dan entomolog yang membantu Fagan-Jeffries mengumpulkan spesimen penting untuk penelitian ini.

Oleh SUBUR TJAHJONO

Sumber: Kompas, 10 April 2019

Informasi terkait

Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Menakar Masa Depan Otomotif, Pilih Listrik, Hybrid, atau Bensin?
Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?
Berita ini 159 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:21 WIB

Menyusuri Jejak Awal Semesta

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:01 WIB

Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan

Berita Terbaru

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB

Artikel

Iman dan Sains, Dua Sayap Kebangkitan Peradaban Islam

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:27 WIB

Artikel

Menyusuri Jejak Awal Semesta

Selasa, 16 Jun 2026 - 21:21 WIB