Home / Berita / Muhammadiyah Kembangkan Pendidikan Maju di Kalimantan

Muhammadiyah Kembangkan Pendidikan Maju di Kalimantan

Muhammadiyah mulai fokus mengembangkan pendidikan tinggi yang maju dan unggul di luar Jawa, termasuk di Kalimantan, untuk memangkas disparitas antara pendidikan di dan luar Jawa. Perguruan tinggi di luar Jawa diharapkan dapat melahirkan generasi unggul berkemajuan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, disparitas antara pendidikan di Jawa dan luar Jawa akan terjadi sampai kapan pun jika tidak ada upaya untuk memotong dari hulunya.

”Untuk memotong disparitas itu, kami mengembangkan berbagai macam pranata maju dan modern, termasuk pendidikan di luar Jawa,” kata Haedar saat meresmikan Gedung Ahmad Azhar Basyir, kampus utama Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), di Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Sabtu (5/5/2018).

KOMPAS/JUMARTO YULIANUS–Gedung Ahmad Azhar Basyir, kampus utama Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Sabtu (5/5/2018). Gedung kampus utama UMB yang dibangun dengan konsep kampus terapung itu diresmikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir.

Peresmian gedung kampus utama UMB yang dibangun dengan konsep kampus terapung itu turut dihadiri Duta Besar Kerajaan Arab Saudi Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI, Abdul Malik Fadjar. Lokasi kampus utama UMB berjarak sekitar 10 kilometer dari Kota Banjarmasin.

KOMPAS/JUMARTO YULIANUS–Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menandatangani prasasti saat meresmikan Gedung Ahmad Azhar Basyir, Kampus Utama Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Sabtu (5/5/2018). Penandatanganan itu disaksikan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi (paling kiri) dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI, Abdul Malik Fadjar (ketiga dari kiri).

Di Kalimantan, ungkap Haedar, Muhammadiyah mengembangkan universitas di Kaltim, Kalsel, Kalteng, dan Kalbar. Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), misalnya, dibangun dengan basis teknologi informasi yang kuat.

”Kami berbicara konkret dan strategis bahwa proses demokratisasi pendidikan hanya bisa dilakukan jika kita membuka akses lembaga pendidikan yang maju, bukan lembaga pendidikan yang biasa. Kalau hanya yang biasa, anak-anak Kalimantan tetap saja lari ke Jawa dan tidak mau pulang lagi,” katanya.

Haedar pun menaruh harapan pada UMB untuk melahirkan generasi unggul berkemajuan di Kalimantan. Meski baru berusia dua tahun, UMB sudah menunjukkan spirit kemajuan dengan bangunan gedung yang megah. ”Kampus UMB yang terapung tetap menginjak bumi Kalimantan. Ke depan harus ada hasilnya, yakni melahirkan generasi unggul berkemajuan,” ucapnya.

Abdul Malik Fadjar mengatakan, Muhammadiyah memiliki komitmen membangun Islam berkemajuan dan Indonesia berkemajuan. ”Mudah-mudahan komitmen untuk Islam berkemajuan dan Indonesia berkemajuan itu tumbuh di Indonesia bagian tengah. UMB diharapkan menjadi pelopornya,” kata mantan Menteri Pendidikan Nasional itu.

KOMPAS/JUMARTO YULIANUS–Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menggunting kembang tali saat meresmikan Gedung Ahmad Azhar Basyir, kampus utama Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Sabtu (5/5/2018). Pengguntingan itu disaksikan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi (kiri) dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI, Abdul Malik Fadjar (kanan).

Menurut Rektor UMB Ahmad Khairuddin, kampusnya baru seumur jagung. Meski begitu, mereka berupaya melakukan akselerasi dengan pembangunan fisik dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

”Dosen yang semula berjumlah 70 orang sudah bertambah menjadi 130 orang. Semuanya sudah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) dan jabatan fungsional,” katanya.

Khairuddin mengemukakan, UMB memiliki visi menjadi universitas terkemuka, unggul, profesional, dan berkarakter Islam yang berkemajuan di Kalimantan 2025. Untuk mencapai itu, UMB sudah bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Korea Selatan, Jepang, Australia, dan Taiwan dalam rangka peningkatan SDM dosen.

”Sebanyak 21 perguruan tinggi di Taiwan membuka lebar beasiswa untuk dosen-dosen UMB,” ujarnya.

Sejak awal berdiri, UMB juga berupaya agar tidak membebani mahasiswa. Untuk itu, UMB membangun pusat bisnis. Saat ini, UMB sudah memiliki usaha percetakan, klinik, apotek, dan mulai merambah usaha tanah kaplingan.

”Mudah-mudahan UMB dapat memberikan warna dalam upaya melahirkan mahasiswa, dosen, dan alumni yang berkarakter,” ucapnya.

Bersamaan dengan peresmian gedung kampus utama UMB, dilakukan juga peletakan batu pertama pembangunan UMB Convention Center oleh Abdul Malik Fadjar dan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Ulul Albab oleh Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi. Osama berjanji akan memberi bantuan dana Rp 3 miliar untuk pengembangan UMB.–JUMARTO YULIANUS

Sumber: Kompas, 6 Mei 2018

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: