Home / Berita / Meneguhkan Dominasi lewat Inovasi

Meneguhkan Dominasi lewat Inovasi

Dengan berbagai inovasi yang disematkan dalam produk terbaru mereka, Samsung berusaha mempertahankan dominasi mereka di pasar ponsel Indonesia. Berbagai fitur kelas ”flagship” ditanamkan di Galaxy A8/A8+ demi menggaet kalangan milenial.

Rabu (7/2) siang, suhu sekitar 6 derajat celsius di Kota Roma, Italia, membuat tubuh menggigil. Gerimis yang turun membasahi kota markas klub sepak bola AS Roma dan Lazio itu semakin membuat udara terasa menggigit.

Namun, kondisi itu tak menghalangi sejumlah wartawan Indonesia mencari foto terbaik landmark atau penanda Kota Roma, tempat yang oleh para generasi milenial biasa disebut instragramable. Atas undangan Samsung, para wartawan Indonesia, termasuk Kompas, diajak menjajal inovasi di produk ponsel terbaru mereka, Galaxy A8 dan Galaxy A8+, sekaligus menghadiri ”Samsung Southeast Asia and Oceania Forum”.

Pada hari itu, koleksi mahakarya patung-patung marmer dan hiasan di langit-langit Galleria Borghese dan reruntuhan Colosseum menjadi ajang menjajal fitur kamera. Sebelumnya, basilika di Vatikan dan sejumlah lokasi lain pun dijelajahi.

Salah satu kemampuan di Galaxy A8 langsung mendapat ujian sesungguhnya, yakni kekedapan IP68 yang disematkan Samsung di ponsel yang ditempatkan di kelas mid-premium atau half- flagship (di bawah flagship Galaxy seri S dan Note).

Dengan indeks perlindungan air dan debu IP68, berarti ponsel ini bisa bertahan di kedalaman sekitar 1,5 meter air tawar dalam durasi tak melampaui 30 menit. Artinya, hujan gerimis bukan halangan berarti bagi Galaxy A8/A8+.

KOMPAS/PRASETYO EKO PRIHANANTO–Menguji kemampuan sejumlah fitur ponsel Samsung Galaxy A8/A8+ di Roma, Italia, Selasa (6/2). Ponsel ini mengandalkan kemampuan kamera dan sejumlah fitur turunan dari ponsel flagship Samsung untuk membidik kalangan milenial.

Namun, bukan itu saja fitur andalan di ponsel tersebut. Samsung justru mengunggulkan kemampuan dan inovasi kamera di A8 yang diturunkan dari ponsel flagship Galaxy Note 8.

Keunggulan fitur kamera ini dianggap sesuai dengan kebutuhan segmen yang ingin dibidik Samsung, yakni kalangan milenial. Menurut Corporate Marketing Director Samsung Electronics Indonesia Jo Semidang, penggunaan ponsel oleh generasi milenial ini tidak lagi sekadar untuk kebutuhan komunikasi, tetapi untuk mengekspresikan diri, sharing, dan mencari informasi.

Jo yakin pasar ini besar. Salah satu gaya hidup generasi ini adalah komunikasi tidak lagi hanya dilakukan dengan suara dan teks, tetapi juga dengan gambar. Tak mengherankan, kamera yang mumpuni menjadi salah satu pertimbangan untuk membeli ponsel. ”Instagram, misalnya, telah menjadi semacam alat berkomunikasi. Ada keinginan mengunggah gambar yang bagus,” kata Jo.

Di Galaxy A8/A8+, Samsung menyematkan tiga kamera. Uniknya, kamera ganda yang pada ponsel umumnya ditempatkan di belakang, pada produk ini, ditempatkan di bagian depan. Adapun di bagian belakang justru memakai kamera tunggal.

Meski tunggal, kamera belakang ponsel ini memakai sensor 16 megapiksel dan aperture f/1,7 sehingga diklaim mampu memberikan gambar yang bagus, bahkan di kondisi minim cahaya. Meski memang, kamera ponsel ini masih belum mencapai level ketajaman Note 8. Sementara kamera depannya bersensor 16 megapiksel dan 8 megapiksel dengan aperture f/1,9.

Untuk kebutuhan mendapatkan selfie (swafoto) yang bagus, inovasi live focus disematkan di kamera depan ponsel ini. Dengan fitur ini, efek bokeh (efek blur di latar belakang) bisa diatur saat foto diambil atau setelahnya. Fitur ini sebelumnya disematkan di Galaxy Note 8.

Kenny Santana, seorang travel blogger, mengatakan, di segmen yang dibidik Samsung ini, saat ini mulai muncul pergeseran gaya berfoto yang tak lagi sekadar berswafoto. ”Kalau dulu muka-muka terus, sekarang tidak lagi. Di Instagram malu kalau foto muka terus, sehingga muncul istilah plandid, gabungan dari planned dan candid,” katanya.

Fitur ”flagship”
Desain Galaxy A teranyar ini juga mengadopsi kelas di atasnya, yakni layar infinity display. Dengan desain ini, Samsung meminimalkan ukuran bezel atau frame di tepi layar.

Layar seri A memakai rasio 18,5 : 9. Galaxy A8 berlayar 5,6 inci, sedangkan A8+ 6 inci Super-AMOLED. Meski berlayar lebar, bezel tipis membuatnya tetap nyaman digenggam atau dioperasikan dengan satu tangan.

Masih soal kamera, ada satu keuntungan dari kamera ponsel yang tak dimiliki kamera biasa, yakni aplikasi. Kamera ponsel adalah fitur yang bertenaga jika dimanfaatkan dengan maksimal.

Samsung melakukannya dengan menyematkan Bixby, fitur turunan dari ponsel flagship, meski dalam versi ”ringan”, yakni Bixby Vision. Bixby adalah asisten pribadi besutan Samsung, seperti halnya Cortana dari Microsoft, Siri dari Apple, dan Google Assistant dari Google.

Bixby Vision memanfaatkan kekuatan kamera dan aplikasi untuk memudahkan pengguna mencari informasi, misalnya saat melakukan perjalanan ke tempat-tempat asing. Contoh penggunaannya adalah fitur mode lokasi yang membantu menemukan sejumlah tempat menarik yang layak dikunjungi.

Dari sisi performa, dengan ditenagai system on chip (SOC) terakhir Samsung, Exynos 7885 Octa, yang terdiri dari 2 inti 2,2 GHz dan 6 inti 1,6 GHz, ponsel ini mampu mengerjakan tugas komputasi dengan mulus. Baterai ponsel ini dalam penggunaan normal juga bisa bertahan seharian karena dilengkapi baterai berkapasitas 3.000 mAh dan 3.500 mAh.

Untuk fitur keamanan, selain fitur standar, seperti pin, pattern (pola), dan sidik jari, Galaxy A terbaru ini juga dilengkapi dengan face recognition. Harga kedua ponsel ini sekitar Rp 6,5 juta untuk Galaxy A8 dan Rp 8 juta untuk Galaxy A8+.

Samsung berharap, melalui Galaxy A teranyar ini, mereka mampu meneguhkan dominasi mereka di pasar ponsel Indonesia. Jo mengklaim, Samsung menguasai sekitar 47 persen pangsa pasar ponsel Indonesia.

Ponsel premium menyumbang sekitar 70 persen dari total penjualan di Indonesia. Menurut Jo, di kelas yang berada di kisaran harga Rp 6 juta ke atas itu, Galaxy A8/A8+ diharapkan mampu mempertahankan dominasi itu.

Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini mendapat tekanan keras dari sejumlah produsen asal China, seperti Oppo. Menurut Jo, inovasi disiapkan untuk menghadapi tantangan itu.

Perangkat terhubung
Selain menjajal fitur Galaxy seri A teranyar, Samsung juga memperkenalkan visi mereka mengenai internet of things dalam ”Samsung Southeast Asia and Oceania Forum”. Mereka menunjukkan bagaimana teknologi seharusnya mempermudah kehidupan sehari-hari manusia.

Samsung di antaranya mengenalkan kulkas (refrigerator) yang disebut Family Hub. Kulkas yang memiliki layar lebar di bagian pintunya itu bisa menjadi pusat perangkat yang saling terhubung di rumah cerdas. Selain itu, mereka juga mengenalkan televisi cerdas yang bisa menjadi dashboard untuk ekosistem IOT dan mesin cuci yang ditenagai kecerdasan buatan. (PRASETYO EKO PRIHANANTO, dari Roma, Italia)

Sumber: KOmpas, 13 Februari 2018

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: