Home / Artikel / Memerangi AIDS dan Tb

Memerangi AIDS dan Tb

“Jawa Tengah bertekad memerangi  HIV/ AIDS dan tuberkulosis (tb) di tengah masyarakat dan tempat kerja”

MEMASUKI Desember 2011, keberhasilan pembangunan bidang kesehatan di Jateng antara lain ditandai dengan makin meningkatnya usia/ umur harapan hidup masyarakat dan berarti dimungkinkan makin banyak lansia yang membutuhkan peningkatan pelayanan dan pembiayaan kesehatan.

Namun di sisi lain, ada peningkatan angka kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan kerja, dampak dari perubahan iklim dan meningkatnya pencemaran lingkungan serta perubahan gaya hidup yang tidak sehat. Angka kasus penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular), kanker, dan penyakit tidak menular lainnya juga menunjukkan kecenderungan meningkat.

Selain itu, masyarakat prihatin dengan munculnya kasus AIDS secara sporadis di penjuru Tanah Air. Laporan monitoring VCT dan data (Depkes Juni 2011) menyebutkan kasus AIDS berturut-turut meliputi DKI Jakarta dengan 17.130 penderita, Jawa Timur 846, Papua 5.472, Jawa Barat 4.974, Bali 3.849, dan Jawa Tengah 3.059 penderita.

Mengacu data BPS Juni 2011, dari jumlah penduduk Indonesia 238.893.400 jiwa, rata-rata kumulatif kasus AIDS ada 11,09 per 100 ribu penduduk. Distribusi penderita AIDS meliputi kelompok umur 20-29 tahun 46,4% umur 30-39 tahun 31,5%, dan umur 40-49 tahun 9,8 %.

Data lain menyajikan paparan jumlah kasus HIV/AIDS di Provinsi Jawa Tengah menempati peringkat 7 di tingkat nasional dengan 1.030 kasus. Tingkat pertama jumlah kasus terbanyak diduduki  DKI Jakarta dengan 3.995 kasus. Jika dikalkulasi data tahun 1993-2011, penderita didominasi oleh kaum perempuan yakni sebanyak 62%. (SM, 27/07/11)

Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi atau sindrom yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV). Rusaknya sistem kekebalan tubuh telah memperparah masalah kesehatan masyarakat yang sebelumnya sudah ada yaitu tuberkulosis (tuberculosis/ tb).

Banyak penelitian menunjukkan bahwa kejadian tuberkulosis telah meningkat secara nyata akibat munculnya kasus HIV. Hal ini sungguh membahayakan karena tuberkulosis masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia, dan tiap tahunnya ditemukan lebih dari 300.000 kasus baru. Karena itu, para ahli kesehatan bersepakat bahwa perawatan untuk dua jenis penyakit ini hendaknya dilakukan secara bersamaan.

Penularan AIDS dapat melalui berbagai cara, di antaranya praktik heteroseksual 54,8%, melalui IDU (jarum suntik) 36,2%, hubungan intim sesama jenis 2,9%, parenteral 2,3 %, transfusi darah 0,2%. dan tak diketahui 3,0 %. Catatan mengenai proporsi kasus AIDS yang meninggal ada 19,1%, sedangkan proporsi terkena AIDS antara lelaki dan perempuan adalah 3:1 (Depkes, Juni 2011)

Momentum

Kamis, 1 Desember 2011 masyarakat dunia, termasuk Indonesia, memperingati Hari AIDS Sedunia atau AIDS Day. Tahun ini Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) memilih tema ”Getting to Zero, Safety Riding, and Safety Life”. Adapun Kementerian Kesehatan memilih tema nasional ”Lindungi Pekerja dan Dunia Usaha dari HIV dan AIDS” dengan subtema ”Penanggulangan HIV AIDS di Tempat Kerja sebagai Bagian dari Peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja”. Pemerintah memacak slogan ”Stop HIV dan AIDS.”

Pemerintah Provinsi Jawa tengah, terutama jajaran Dinas Kesehatan, dengan seluruh komponen masyarakat menggalang kerja sama lintas institusi, lembaga swadaya masyarakat, organisasi kemasyarakatan sampai pelosok desa dengan program penanggulangan AIDS secara lintas sektor dan lintas program.

Pemprov terus menyosialisasikan bahaya dan penularan AIDS, pelayanan dan pengobatan tb dengan pusat rujukannya, antara lain dengan membangun balai kesehatan paru, pelayanan kesehatan di rumah sakit ataupun pelayanan dan penyuluhan oleh Komisi/ Badan Penanggulangan AIDS serta mendirikan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) di kota dan kabupaten.

Masyarakat Jawa Tengah bertekad lebih meningkatkan iman dan takwa, menjauhi cara penularan HIV/ AIDS, serta pantang menyerah dan terus bergerak bersama memerangi  HIV/ AIDS dan tuberkulosis di tengah masyarakat dan tempat kerja masing-masing. (10)

Dr Saifuddin Ali Anwar, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang, pengurus Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Cabang Jateng

Sumber: Suara Merdeka, 1 Desember 2011

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Data Berkualitas untuk Indonesia Maju

Inkonsistensi data merupakan salah satu isu data yang penting di Indonesia, yang disebabkan antara lain ...

%d blogger menyukai ini: