Makanan Tinggi Nitrat Picu Asam Lambung

- Editor

Selasa, 12 Maret 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makanan daging olahan seperti sosis dan nugget dapat menjadi salah satu pemicu munculnya GERD atau gastroesophageal reflux disease.

Pola makan masyarakat yang buruk menyebabkan kasus penyakit GERD atau gastroesophageal reflux disease terus meningkat di Indonesia. Makanan dengan kandungan nitrat yang tinggi seperti daging merah olahan menjadi salah satu pemicunya. Jika tidak dikontrol, penyakit itu bisa memicu komplikasi penyakit lain, seperti kanker tenggorokan.

Berdasarkan riset pada 2016, angka kasus GERD di Indonesia sebesar 9,35 persen. Jumlah ini meningkat dari 2006 yang tercatat sebanyak 3,78 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

GERD terjadi karena adanya pelemahan pada sfingter atau klep antara lambung dengan tenggorokan. Kondisi tersebut mengakibatkan adanya aliran balik dari isi lambung ke kerongkongan atau asam lambung yang naik.

Dosen anatomi Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Atma Jaya Jakarta, Tena Djuartina mengatakan, GERD berkaitan dengan asupan makanan yang dikonsumsi. Makanan dengan kandungan nitrat tinggi bisa memicu terjadinya gangguan tersebut. Makanan tersebut seperti sosis, dendeng, kornet, dan ikan asin.

KOMPAS/DEONISIA ARLINTA–Tena Djuartina

Hal itu disampaikan saat mempetahankan disertasinya pada sidang promosi doktor Program Studi Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Senin (11/3/2019) di Jakarta. Dengan disertas itu, Tena berhasil lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK 3,82.

“Sekitar 25 persen senyawa nitrat yang masuk ke lambung akan masuk kembali ke bagian mulut dan bereaksi dengan bakteri pada air liur. Nitrat akan berubah menjadi Nitrit dan berubah menjadi NO (Nitic Oxide) yang bisa merusak sfingter. Akibatnya, terjadi aliran balik dari lambung ke tenggorokan yang disebut sebagai GERD,” ujarnya.

Tena menyampaikan, gejala yang khas pada pasien GERD antara lain, rasa seperti terbakar di dada yang terkadang diserta rasa nyeri dan pedih, serta rasa asam dan pahit di lidah. Gejala ini dapat menurunkan produktivitas seseorang dan gangguan kualitas hidup.

Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI yang juga menjadi promotor pada sidang tersebut, Ari Fahrial Syam berpendapat, dari hasil penelitian Tena dapat menambah pertimbangan baru dalam tatalaksana GERD. Melalui studi lebih lanjut, pengadaan obat anti NO bisa menjadi salah satu solusi bagi penderita gangguan pencernaan ini.

Ia menambahkan, selain GERD, naiknya asam lambung bisa menimbulkan gangguan pada organ lain, seperti gigi, sinus, pita suara, saluran pernapasan, dan paru-paru. Bahkan, jika terjadi terus menerus dapat menyebabkan terjadinya kanker tenggorokan.

KOMPAS/DEONISIA ARLINTA–Ari Fahrial Syam

Gaya hidup
Menurut Ari, GERD juga bisa dipicu oleh jenis makanan lain, seperti keju, cokelat, makanan berlemak, dan makanan dengan kandungan garam tinggi. Makanan tersebut dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memperlambat pengosongan lambung. Kekuatan sfingter pun dapat menurun.

Faktor risiko lain adalah gaya hidup tak sehat, mulai dari merokok, konsumsi alkohol, konsumsi kopi berlebihan, obesitas atau kegemukan, dan stress. “Jadi ya selama ini jika dokter menganjurkan jangan makanan banyak daging berlemak, itu karena bisa melemahkan fungsi sfingter. Kalau sudah didiagnosis GERD sebaiknya sudah menghindari kebiasaan dan konsumsi makanan tersebut,” katanya.–DEONISIA ARLINTA

Editor ANDY RIZA HIDAYAT

Sumber: Kompas, 11 Maret 2019

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 12 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB