Home / Berita / Astronomi / Listrik Bisa Jadi Masalah

Listrik Bisa Jadi Masalah

Operator Seluler Antisipasi Kepadatan Jaringan Telekomunikasi
Menyambut gerhana matahari total 9 Maret 2016, pasokan listrik di sejumlah daerah justru mengkhawatirkan. Padahal, berbagai kegiatan dan festival akan diselenggarakan. Ribuan turis dari dalam dan luar negeri pun sudah siap datang.

Sepekan terakhir, pemadaman listrik di sejumlah kota di Sulawesi Tengah, seperti Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong, sudah berlangsung dengan durasi enam jam per hari. Pemadaman itu dialami sekitar 300.000 pelanggan. Padahal, kota-kota itu akan menyelenggarakan banyak kegiatan menyambut gerhana matahari total (GMT) dan dikunjungi sekitar 5.000 turis mancanegara.

Kerusakan sejumlah mesin pembangkit listrik tenaga diesel milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan rekanan menyebabkan defisit daya listrik di wilayah itu mencapai 20 megawatt (MW) atau 25 persen dari daya siaga 80 megawatt (MW).

“Saat ini mesin mulai diperbaiki secara bertahap,” kata Kepala PT PLN Area Palu Novalince Pamuso, Kamis (3/3), di Palu. Namun, ia tak bisa memastikan apakah mesin bisa selesai diperbaiki saat penyelenggaraan berbagai kegiatan menyambut gerhana pada 7-9 Maret.

Untuk mendatangkan mesin baru pengganti mesin yang rusak cukup sulit karena harus melalui prosedur kontrak pemakaian dan penentuan anggaran yang ketat. Untuk mengatasi hal itu, PLN berharap pusat bisnis dan industri memakai genset miliknya. “Kami berusaha semaksimal mungkin,” ujarnya.

Anggota Dewan Pengawas Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sulteng Salman Hadianto mengatakan, masalah listrik dalam menyambut fenomena GMT di Palu jadi pertaruhan wibawa negara. Listrik adalah komponen dasar yang seharusnya tak boleh jadi kendala.

Gangguan pasokan listrik juga terjadi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Di sana, pemadaman berlangsung dua-tiga jam per hari karena pasokan listrik turun 30 persen dari beban puncak 40 MW. Penurunan tersebut dipicu pemeliharaan pembangkit di Pembangkit Listrik Tenaga Uap Asam-Asam, Kalimantan Selatan, yang memasok listrik ke Kalimantan Tengah.

Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu siaran langsung (live streaming) GMT yang diselenggarakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Live streaming butuh listrik stabil,” kata Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Palangkaraya I Wayan Mustika.

Telekomunikasi
Untuk mendukung live streaming, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Wilayah Kalteng memasang modem fiber (optical network terminal) di lokasi terpilih. Kapasitas jalan saluran data di Palangkaraya mencapai 10 gigabyte (Gb) dengan beban puncak selama ini hanya 5,4 Gb. “Jumlah itu masih cukup untuk melayani akses data internet bagi wisatawan,” kata Kahirullah, Manajer Umum PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Wilayah Kalteng.

Di Kalimantan Timur, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi meminta semua operator seluler di Balikpapan dan sekitarnya menyiapkan seluruh infrastruktur telekomunikasi optimal pada 9 Maret nanti. “Akan ada banyak warga dan wisatawan yang mengunggah gambar, video, dan lain-lain sehingga lalu lintas jaringan pasti padat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pos dan Penyelenggaraan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Kalamullah Ramli mengatakan, hingga kini belum ada imbauan agar operator telekomunikasi seluler mengoptimalkan jaringan selama GMT berlangsung.

Meski demikian, sejumlah operator mulai bersiap. Direktur Jaringan PT Telkomsel Sukardi Silalahi mengatakan akan memaksimalkan kapasitas 229 pemancar di 37 titik utama dan menyiagakan 10 compact mobile base station (Combat) di sejumlah lokasi pengamatan GMT. Diperkirakan, ada kenaikan 200 persen aktivitas layanan seluler ketimbang hari normal.

Sejumlah lokasi yang diproyeksi mengalami lonjakan permintaan layanan adalah Palembang, Bangka, Belitung, Balikpapan, Palangkaraya, Palu, Ternate, Tidore, dan Halmahera. Bahkan, wisatawan di Palembang, Belitung, dan Palu bisa menikmati layanan 4G LTE Telkomsel.

Secara terpisah, Chief Service Management Officer PT XL Axiata Tbk Yessie D Yosetya mengatakan, pihaknya memprioritaskan Belitung untuk mendapat layanan 4G LTE selama GMT, baik di Tanjungpandan maupun Manggar.(VDL/DKA/PRA//HRS/MED)
——————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 4 Maret 2016, di halaman 14 dengan judul “Listrik Bisa Jadi Masalah”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Ekuinoks September Tiba, Hari Tanpa Bayangan Kembali Terjadi

Matahari kembali tepat berada di atas garis khatulistiwa pada tanggal 21-24 September. Saat ini, semua ...

%d blogger menyukai ini: