Lewat Pemufakatan, Jamal Wiwoho Terpilih sebagai Rektor UNS 2019-2023

- Editor

Rabu, 27 Maret 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senat Universitas Sebelas Maret atau UNS, Solo, Jawa Tengah menetapkan Jamal Wiwoho sebagai rektor terpilih UNS periode 2019-2023. Jamal terpilih melalui mekanisme musyawarah mufakat dalam Sidang Senat Tertutup UNS, Solo, Selasa (26/3/2019).

Sidang Senat Tertutup Pemilihan Rektor UNS periode 2019-2023 yang digelar di Ruang Sidang 2, Gedung Rektorat UNS dihadiri 127 anggota Senat UNS serta utusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yakni Staf Ahli Bidang Infrastruktur Kemenristekdikti, Hari Purwanto. Jamal merupakan guru besar Fakultas Hukum UNS yang juga Irjen Kemenristekdikti.

KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA–Sidang Senat Terbuka Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah, dengan agenda Penyampaian Visi, Misi, dan Program Kerja Bakal Calon Rektor UNS di Auditorium UNS, Solo, Rabu (6/2/2019).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Panitia Pemilihan Rektor UNS, Sahid Teguh Widodo mengatakan, pemilihan rektor dilaksanakan dengan mekanisme musyawarah dan mufakat berdasarkan pemufakatan yang telah dilaksanakan 10 Februari 2019 oleh tiga calon rektor yaitu Jamal Wiwoho, Sutarno, dan Widodo Muktiyo.

HUMAS UNS–Dari kiri ke kanan, Suntoro (Ketua Senat UNS), Hari Purwanto, Widodo Muktiyo, Jamal Wiwoho, Sutarno, Ravik Karsidi, dan Sahid Teguh Widodo di UNS, Solo, Jawa Tengah, Selasa (26/3/2019).

“Dalam proses pemilihan, seluruh anggota senat bersepakat untuk memilih calon rektor terpilih UNS periode 2019-2023 adalah Prof Dr Jamal Wiwoho,” kata Sahid di Solo, Selasa.

Hari Purwanto mengapresiasi proses pemilihan rektor UNS dengan mekanisme musyawarah mufakat. Model pemilihan dengan musyawarah mufakat ini diharapkan juga diterapkan perguruan tinggi negeri badan layanan umum (PTNBLU) lainnya.

“Musyawarah mufakat ini sudah terjadi di beberapa PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum) yakni IPB (Institut Pertanian Bogor), ITB (Institut Teknologi Bandung), dan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya),” katanya.

HUMAS UNS–Tiga calon rektor UNS, dari kiri ke kanan, Jamal Wiwoho (Inspektur Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang juga mantan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UNS), Sutarno (Wakil Rektor Bidang Akademik UNS), dan Widodo Muktiyo (Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama UNS).

Hari mengatakan, periode 2019-2023 merupakan masa transisi UNS bertransformasi menjadi PTNBH. Untuk itu, rektor terpilih membutuhkan suasana kondusif dan dukungan penuh semua pihak di internal UNS.

“Dengan musyawarah mufakat, pergantian kepemimpinan tidak menyebabkan produktivitas turun. Justru, sebaliknya mempercepat, meningkatkan estafet sebuah sistem yang sudah governance dapat diteruskan,” ujarnya.

Jamal mengatakan, musyawarah mufakat merupakan cara paling tepat ditempuh dalam sebuah pemilihan rektor. Untuk itu, tiga calon rektor UNS sebelumnya telah menjalin komunikasi bersama dan pemilihan disepakati melalui musyawarah mufakat.

Langkah ini untuk menghindari polarisasi di kalangan internal UNS. Komunikasi dengan calon rektor lain bisa terjalin dengan baik karena sudah saling mengenal. “Kami mencoba berkomunikasi, jangan sampai UNS ini tercabik cabik karena proses pemilihan,” ujarnya.

KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA–Rektor UNS Ravik Karsidi memberi keterangan kepada pers di UNS, Solo, Jawa Tengah, Selasa (26/3/2019).

Ravik Karsidi, rektor UNS yang segera digantikan oleh Jamal mengatakan, pemilihan dengan mekanisme musyawarah mufakat merupakan proses yang elegan. Pihaknya mengapresiasi para calon rektor, termasuk Sutarno dan Widodo yang telah berbesar hati agar pemilihan dapat dilakukan dengan musyawarah mufakat. Hal ini diharapkan semakin mendekatkan visi UNS mencapai World Class University pada 2031.–ERWIN EDHI PRASETYA

Editor GREGORIUS FINESSO

Sumber: Kompas, 26 Maret 2019

Informasi terkait

Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Berita ini 25 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:11 WIB

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:21 WIB

Padamnya Lentera Malam

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Berita Terbaru

Artikel

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Padamnya Lentera Malam

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:21 WIB

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB