Layanan Perizinan Program Studi Kini Lewat Daring

- Editor

Minggu, 14 Februari 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi memutakhirkan layanan perizinan program studi baru dengan menggunakan metode dalam jaringan (online). Harapannya, proses pelayanan efisien dan bersih.

“Segala persyaratan yang diperlukan cukup dikirim dalam bentuk berkas digital, tidak perlu lagi berkas fisik,” kata Direktur Jenderal Kelembagaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Patdono Suwignjo di Jakarta, Jumat (12/2/2016). Proses evaluasi izin bekerja sama dengan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Turut hadir Ketua BAN-PT Mansyur Ramly, Direktur Pengembangan Kelembagaan PT Kemenristekdikti Ridwan, Direktur Pembinaan Kelembagaan Pendidikan Tinggi Totok Prasetyo, dan Ketua Tim Evaluasi Kinerja Akademik PT Supriadi Rustad.

Patdono juga menjelaskan proses perizinan pembukaan program studi (prodi) baru. Menurut data Kemenristekdikti tahun 2015 tentang peta pembukaan prodi baru, dari 2.137 usulan prodi baru, hanya 252 prodi yang mendapat surat izin. Sisanya masih berada di dalam tahap perbaikan dan pemenuhan persyaratan kelengkapan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

40e656d33807419db34c1205d55344f2Patdono mengatakan, apabila proposal pengajuan prodi baru oleh PT tidak disetujui Kemenristekdikti, PT diberi waktu tiga bulan untuk memperbaiki. Jika dalam pengajuan yang kedua kali proposal tetap tidak memenuhi syarat, PT bisa mengajukan kembali pada tahun berikutnya.

Minat masyarakat
Ketua BAN-PT Mansyur Ramly menjelaskan, pertimbangan yang diperhatikan di dalam pemberian izin pembukaan prodi baru antara lain visi dan misi serta jumlah permintaan di masyarakat. “Jangan sampai prodi baru yang diusulkan ternyata tidak diminati masyarakat. Hal ini bisa berakibat lulusan prodi tersebut akan kesulitan mencari pekerjaan yang membutuhkan keahlian spesifik yang dimiliki,” ujarnya.

Selain itu, kesiapan tenaga pendidik, tenaga tata usaha, dan fasilitas pembelajaran juga diperhatikan. Setiap prodi minimal memiliki enam dosen tetap yang setiap orang hanya diperbolehkan mengajar 45 mahasiswa untuk ilmu-ilmu sosial dan 30 orang untuk eksakta. Artinya, dalam prodi ilmu sosial, maksimal hanya bisa diterima 270 mahasiswa untuk seluruh angkatan perkuliahan, sementara eksakta berjumlah maksimal 180 mahasiswa per prodi.

db317bf6788d499f8af3bcf4e4d25361Mansyur menegaskan, setiap prodi yang akan berdiri minimal sudah memiliki kecukupan dana untuk membiayai operasional perkuliahan. “Jangan sampai pembiayaan sepenuhnya dibebankan kepada mahasiswa melalui pembayaran uang kuliah,” katanya.

Oleh sebab itu, sebelum pendirian prodi baru, PT sudah membuat rencana penelitian, proyek, dan pengabdian masyarakat. Penelitian dan proyek merupakan beberapa cara bagi prodi untuk mendapatkan pemasukan pendapatan. Di samping itu, dengan adanya perencanaan, peta pelaksanaan tridharma di prodi tersebut bisa lebih konkret.

LARASWATI ARIADNE ANWAR

Sumber: Kompas Siang | 12 Februari 2016

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 19 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB