Home / Berita / Laptop ”Gaming” Tertipis yang Selalu Dingin

Laptop ”Gaming” Tertipis yang Selalu Dingin

Melihat laptop gaming terbaru andalan Acer, Predator Triton 700, seperti laptop tipis biasa yang ditujukan bagi pekerja kantoran. Ternyata, laptop dengan tuts mekanikal tertipis di dunia ini mampu memainkan gim spesifikasi berat dengan kondisi yang terjaga kedinginannya.

Pada peluncuran Predator Triton 700, Selasa (9/1) di Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, laptop ini langsung memukau dengan ketipisannya. Dengan ketebalan hanya 18,9 milimeter, laptop ini merupakan laptop tertipis yang menyertakan tuts mekanikal. Laptop bertenaga besar dengan ketebalan dua jari telunjuk ini sangat minimalis untuk dibawa ke mana pun. Berat yang hanya 2,45 kilogram dan layar 15,6 inci dapat dimasukkan ke tas berukuran normal.

Ketipisan laptop ini dihasilkan berkat teknologi kipas baru, generasi kedua dari 3D Aeroblade. Kipas tiga dimensi ini hanya setebal 0,1 milimeter, yang menjadikan tertipis di kelasnya. Kipas ini mampu mendinginkan udara 35 persen lebih baik dari laptop lain. Suara putaran kipas pun sangat halus.

Kehadiran kipas mampu menjaga laptop dalam keadaan dingin meski memainkan gim dengan spesifikasi berat. Pendingin mampu menopang prosesor i7-7700HQ dan GTX 1080 Max-Q. Pada saat dicoba oleh Jagat Review, dalam keadaan kipas yang terautomasi, suhu prosesor berada pada 70 derajat celsius saat 3D rendering load. Sementara, suhu GPU pada 79 derajat celsius ketika menjalankan 3Dmark Strees Test.

Predator Triton 700 sangat unggul pada pendingin. Acer sengaja memberikan kontrol kipas dengan perangkat lunak PredatorSense. Lewat perangkat itu, kebisingan dan suhu yang terjadi bisa diatasi langsung, sesuai keinginan pengguna. Ada tiga pilihan, yaitu mode automasi, mode maksimal, dan mode kustomisasi.

Efektivitas kipas juga menjadikan Predator Triton 700 satu-satunya laptop gaming tipis yang menyajikan overclocking. Kemampuan pendingin mampu mengontrol overclocking tanpa mengubah voltase dan suhu.

KELVIN HIANUSA UNTUK KOMPAS–Peluncuran Laptop Acer Predator Triton 700, Selasa (9/1) di Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Laptop ini merupakan laptop gaming tertipis yang menyertakan tuts mekanikal.

Overclocking merupakan cara untuk meningkatkan kinerja perangkat keras, lebih dari kemampuan standar pabrikan. Pada laptop Acer ini, overclocking manual mampu menaikkan kemampuan benchmark, 1.000-an poin, hingga nilai performanya mencapai 19.942.

Salah satu kekuatan laptop ini adalah multiasking. Acer menawarkan penyimpanan memori yang terbesar di kelasnya. Pengguna bisa melakukan multitasking dengan kapasitas memori DDR4 32GB. Penyimpanan juga cukup besar dengan dua buah SSD 512 GB. Kemampuan SSD akan meningkatkan kemampuan pemindahan data.

KELVIN HIANUSA UNTUK KOMPAS–Teknologi kipas baru, generasi kedua dari 3D Aeroblade. Kipas ini terdapat pada laptop Acer Predator Triton 700.

Fitur pendukung
Selain pendingin, kemampuan yang mengagumkan berasal dari fitur Port Lan. Acer seperti memfasilitasi kebutuhan pemain gim profesional dalam latop ini. Pengguna dapat menghubungkan tiga monitor sekaligus melalui Display Port (DP), HDMI, dan Thunderbolt 3. Biasanya penggunaan tiga monitor dilakukan para pemain gim profesional dengan komputer.

Kompas pun secara langsung melihat kemampuan Predator Triton 700 mentransformasi gambar ke tiga monitor. Gim balap GRID 2 yang dibuka itu berjalan normal dengan bentang layar sampai 3440 x 1440 piksel.

Apabila dimainkan di laptop, layarnya pun sangat halus. Keterangan dan kejelasan warna terlihat jelas. Dukungan NVIDIA G-SYNC mampu mengurangi efek gambar lag pada layar IPS Full HD ini.

Visualiasi lebih nyata datang pula dari sisi audio. Pengalaman bermain akan meningkat dengan dukungan audio Dolby Atmos dan Acer TrueHarmony. Suara yang dikeluarkan akan sangat nyata karena menggunakan Dolby Atmos yang juga dipakai oleh banyak bioskop.

Situs GadgetMatch pernah membandingkan kualitas layar dan suara Predator Triton 700 dengan saingan sekelasnya, Asus Zephyrus GX501. Hasilnya, Predator Triton 700 dinilai lebih unggul dari layar dengan jahitan layar yang membuat kecerahan maksimal. Begitu juga dengan suara, laptop Acer ini lebih keras dan bisa dinikmati untuk bermain gim dan menonton film.

Kelebihan lain dari laptop ini terletak pada tuts mekanikalnya. Karakteristik tuts mekanikal menambah kenyamanan dalam mengetik atau bermain. Tidak perlu menekan terlalu keras karena tuts sangat responsif dan akurat.

Fitur tuts diunggulkan dengan kustomisasi warna. Setiap huruf pada tuts dapat diwarnai berbeda. Hal ini berfungsi untuk beberapa gim yang hanya menggunakan huruf tertentu. Misalnya saja gim First Person Shooter yang menggunakan empat huruf untuk melangkah, yaitu W, A, S, dan D. Kontras warna itu mampu meningkatkan konsentrasi pemain.

Peluncuran Laptop Acer Predator Triton 700, Selasa (9/1) di Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Laptop ini merupakan laptop gaming tertipis yang menyertakan tuts mekanikal.

Kekurangan
Dari berbagai keunggulan, Predator Triton 700 memiliki kelemahan dalam hal baterai. Jika dalam kondisi bermain, laptop ini hanya bisa bertahan rata-rata satu jam. Sementara, dalam penggunaan normal dapat bisa bertahan empat jam.

Keunggulan ketipisan laptop yang memungkinkan mobilitas tinggi tidak diimbangi dengan kekuatan daya besar. Kapasitas daya hanya 4.670 mAh. Untuk itu, pengguna harus membawa kabel pengisi daya bila ingin bermain gim.

Hal itu diakui Presales Manager Acer Indonesia Dimas Setyo. Menurut dia, laptop Acer ini memang lebih baik digunakan sambil mengisi daya. Dengan itu, performa laptop juga akan meningkat.

”Jarang biasanya laptop gaming tipis dengan baterai tahan lama. Biasanya pengguna selalu main sambil dicolok. Soalnya itu ningkatin performa juga,” ucapnya, pada acara peluncuran Acer Predator Triton 700, Selasa (9/1) di Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Kekurangan lainnya, laptop ini harus ditebus dengan harga yang cukup tinggi, yaitu Rp 56 juta. Meski dilengkapi dengan berbagai teknologi kelas atas, pasar pembeli laptop ini tidak besar. Apalagi, pengguna bisa merakit komputer dengan setengah harga itu.

Seperti dikatakan oleh July Kusuma (23), anggota komunitas gim Garuda First E-sports. Menurut July, tidak laik untuk membeli sebuah laptop dengan Rp 56 juta. ”Enggak worth it, sih. Sekarang aja komputer Rp 10 jutaan sudah gila banget spesifikasinya,” ucapnya.

Belum lagi, kata July, gim setiap tahun akan mengalami peningkatan. Spesifikasi yang dibutuhkan pun semakin tinggi. Sementara, laptop tidak bisa melakukan penggantian perangkat keras seperti komputer. Hal itu memungkinkan harga dan fungsi laptop menurun drastis dalam waktu cepat.

Pandangan berbeda disampaikan Fulki (22) dari komunitas gim Indogamers. Fulki mengatakan, harga laptop Acer itu pantas. Dikarenakan spesifikasi dari segi perangkat keras memang tinggi dan punya fitur yang unggul dibanding laptop lainnya. ”Seperti tuts dengan LED,” ucapnya.

Menurut Fulki dengan laptop seperti itu, dapat digunakan untuk bermain gim sampai beberapa tahun ke depan. Prosesor dan kartu grafis dinilai sebagai pemacu untuk memainkan sebuah gim. Hal itu sudah dimiliki oleh Acer Predator Triton 700. (DD06)

Sumber: Kompas, 9 Januari 2018

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Pandemi Covid-19 yang Membersihkan Bumi

Pandemi Covid-19 memang membawa petaka bagi umat manusia. Namun, wabah yang dipicu oleh SARS-CoV-2 ini ...

%d blogger menyukai ini: