Home / Berita / Langganan Meraih Hadiah

Langganan Meraih Hadiah

Selain meraih dua hadiah tahun ini, Antonius Suwanto ternyata sudah cukup banyak memperoleh hadiah dan penghargaan. Pria kelahiran Jember, 30 November 1959 ini lulus cum laude dari Fakultas Teknologi Pertanian IPB tahun 1983. Penelitiannya tentang mikrobiologi pangan memanfaatkan potensi antibakterial kunyit.

Ia sempat setahun bekerja di pabrik asam sitrat di Lampung, lalu bekerja penuh di Jurusan Biologi FMIPA IPB. “Saya memang tertarik pada penelitian ilmu dasar, khususnya mikrobiologi. Bekerja di pabrik fermentasi limbah tapioka untuk bahan dasar asam sitrat, ya begitu saja, mentok jika tidak didukung riset untuk mengembangkan
galur jamur Aspergillus-nya,” kata anak pertama empat bersaudara pengusaha tahu-tempe ini.

Di University of Illinois ia memperoleh penghargaan dari kelompok ilmiah Phi Kappa Phi. Setelah rampung program doktornya awal 1992, ia memperoleh beasiswa pascadoktoral untuk studi genetika bakteri di
University of Texas Health Cience Center, Houston. Studi pascadoktoral genetika molekuler dilakukannya di tempat yang sama selama tiga tahun berturut-turut (masing-masing selama empat bulan) dengan beasiswa dari Rockefeller Foundation.

Prof._Dr._Ir._Antonius_Suwanto,_M.ScTahun 1992, ayah seorang anak ini menjadi finalis Hadiah Peneliti Muda LIPI-TVRI, namun baru tahun 1995 ia menjadi peneliti muda terbaik bidang MIPA untuk lomba yang diadakan LIPI. Tahun 1994, ia memperoleh Hadiah Peneliti Terbaik untuk Riset Unggulan Terpadu (RUT) I yang diadakan Dewan Riset Nasional.

Dari lembaga internasional, Suwanto juga kebagian penghargaan, yaitu King Boudouin’s Award dari International Foundation of Science (IFS), Stockhlom, Swedia, pada tahun 1996, setelah tiga tahun sebelumnya menjadi penerima dana riset dari IFS. Tahun 1994, ia memperoleh UNESCO Biotechnology Career Fellowship Award. (ij)

Sumber: Kompas, Jumat, 6 April 2001

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Ekuinoks September Tiba, Hari Tanpa Bayangan Kembali Terjadi

Matahari kembali tepat berada di atas garis khatulistiwa pada tanggal 21-24 September. Saat ini, semua ...

%d blogger menyukai ini: