Kunci Pengurangan Sampah di Keluarga

- Editor

Selasa, 21 Februari 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekitar 50 persen timbulan sampah bersumber dari rumah tangga, sisanya dari pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan fasilitas publik. Apabila sampah di rumah tangga ini bisa dikelola dengan baik, timbulan sampah di tempat pembuangan akhir ataupun tempat pembuangan liar bisa berkurang signifikan.

Pengelolaan ini bisa dimulai dari keluarga melalui pemilahan sesuai jenis sampah. Sampah dapur yang mendominasi timbulan sampah, misalnya, bisa diolah menjadi kompos dengan pembuatan biopori atau instalasi pengomposan sederhana.

Adapun plastik, logam, dan kertas disalurkan ke bank sampah terdekat atau diambil pemulung/pengumpul. Penyadaran ini diakui tak mudah meski sosialisasi dan gerakan masyarakat telah muncul di sejumlah daerah untuk mencapai Indonesia Bersih Sampah 2020.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semua orang tahu sampah itu masalah yang bisa mendatangkan banjir dan penyakit. Tapi, selama belum jadi risiko yang mengancam, mereka tidak peduli,” kata Fitria Ariyani, Direktur Bank Sampah Nusantara pada Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama, Senin (20/2), di Jakarta.

Ia mencontohkan, kajian awal saat pembentukan cabang bank di Brebes, Jawa Tengah, masyarakat setempat masih membuang sampah ke sungai. Padahal, jika ditanya, mereka sadar itu menyebabkan sungai kotor dan bau.

Namun, masyarakat keberatan membayar iuran pengelolaan sampah permukiman Rp 15.000 per keluarga. Masyarakat pun kemudian diingatkan akan kondisi sungai pada 10 tahun lalu yang bersih. “Ibu-ibu dulu bisa mandi di sungai, tapi sekarang anak- anaknya tidak bisa mandi di sungai,” ujar Fitria.

Dengan menemukan ironi seperti itu, katanya, pendekatan ke masyarakat lebih mudah. Keuntungan ekonomi bank sampah juga memengaruhi keikutsertaan warga memilah sampah.

Fitria menyebutkan, tantangan pada bank sampah antara lain pemasaran dan pembiayaan operasional. Untuk pemasaran, ia menjajaki kerja sama dengan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) dengan model barter. Sampah yang dikumpulkan, misalnya, ditukar dengan barang olahan anggota ADUPI untuk dijual kembali.

Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Noor Adi Wardojo menuturkan, kunci pengelolaan sampah adalah pada pemilahan, pengumpulan, dan pengolahan. Selama ini, pengelolaan sampah belum berjalan baik karena tiap proses tak terkoneksi.

Tahun ini, Gerakan Bebas Sampah Indonesia 2020 kembali mengadakan kegiatan berjejaring terkait aksi bersih sampah ataupun pengelolaan sampah dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional pada 21 Februari. Gerakan ini mengangkat tagar #PESAN2017 dan membuka jejaring melalui laman http://bergerak.bebassampah.id. (ICH)
———————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 21 Februari 2017, di halaman 14 dengan judul “Kunci Pengurangan di Keluarga”.

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 20 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB