Kuliah 211 Diadakan di Malang

- Editor

Selasa, 24 April 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kampus Bina Nusantara menyelenggarakan kuliah bertema ”211” di Malang, Jawa Timur. Mahasiswa akan melakoni dua tahun kuliah di Binus Malang, satu tahun kuliah di Binus Bandung atau Jakarta, dan satu tahun magang atau membangun perusahaan rintisan (start up) sendiri.

Konsep pendidikan 211 tersebut, menurut Rektor Binus Malang Boto Simatupang, merupakan salah satu upaya untuk melahirkan tenaga-tenaga unggulan kreatif di bidangnya. Tidak hanya cakap secara teori, tetapi juga terampil dengan ilmu pengetahuannya.

KOMPAS/DAHLIA IRAWATI–Suasana ground breaking kampus utama Institut Teknologi Kreatif Binus Malang, Jawa Timur, Senin (23/4/2018).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

”Visi kami adalah menghasilkan talent-talent kreatif berbasis masyarakat lokal. Kami mendorong mahasiswa memiliki global mindset. Kami tanamkan mahasiswa Binus harus berbudi luhur. Siapa pun yang mencontek akan langsung di-drop out,” kata Simatupang, Senin (23/4/2018), di sela-sela ground breaking kampus utama Binus Malang di Kota Araya, Malang.

Kampus utama akan beroperasi pada 2019. Nama kampus Binus di Malang adalah Institut Teknologi Kreatif. Ada enam jurusan di kampus tersebut, yaitu teknik informatika, kewirausahaan, desain komunikasi visual, hubungan masyarakat, ilmu komunikasi, dan desain interior.

Simatupang mengatakan, Binus Malang sudah mulai beroperasi Juli 2016 dan mulai menerima mahasiswa pada September 2016. Saat ini Binus Malang memiliki 120 mahasiswa. Kapasitas Binus Malang diperkirakan bisa menampung 7.000 mahasiswa.

”Selama 37 tahun kami telah hadir untuk turut membangun negeri melalui pendidikan. Kini kami membangun kampus utama di Malang. Selain Malang Raya kota kreatif, juga merupakan kota pendidikan. Ini juga tidak lepas dari para pendiri Binus pernah tinggal di Malang dan Probolinggo,” katanya.

Presiden Binus Higher Education System Stephen Wahyudi Santoso mengatakan, kehadiran Binus mernupakan wujud komitmen yaysan untuk menyediakan pendidikan berkelas dunia dengan standar mutu Binus.

”Standar pendidikan, kompetensi dosen, fasilitas, pelayanan, dan standar Binus Malang sebagai Digital Technopreneur Campus,” katanya.

KOMPAS/DAHLIA IRAWATI–Hadirnya kampus Binus di Malang tersebut semakin menguatkan kepercayaan bahwa Malang Raya masih memiliki magnet kuat bagi masuknya investasi pendidikan.

Koordinator Kopertis Wilayah VII Suprapto berharap agar Binus bisa menjadi kampus swasta berkualitas di Jawa Timur. Sebab, di tengah banyaknya kampus swasta saat ini, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi akan menutup 1.000 kampus swasta di Indonesia yang dinilai tidak dikelola dengan baik.

”Di Jatim ada 328 perguruan tinggi swasta. Di Malang ada 62 PTS yang pembinaannya di bawah Kopertis Wilayah VII. Sayangnya saat ini banyak PTS kualitasnya tidak bagus. Kementerian akan menutup sebagian PTS tadi,” kata Suprapto.

Suprapto mengatakan, PTS ditutup nantinya adalah kampus dengan mutu di bawah standar dan kampus dengan pengelolaan tidak serius.

”Di Indonesia akan ada 1.000 PTS seperti itu yang ditutup. Ada juga PTS bergabung dengan PTS lain agar bisa bertahan,” katanya. Di Jawa Timur, Suprapto mengatakan, ada 17 PTS yang akan melakukan merger dengan PTS lain untuk bertahan.

Hadirnya Binus di Malang, menurut Suprapto, akan menambah jumlah kampus sehat di Jawa Timur.

”PTS semacam ini akan didukung oleh pemerintah. Masyarakat tidak usah jauh-jauh ke luar negeri atau ke Surabaya untuk kuliah. Cukup di Malang saja. Dari sini nanti harapannya bisa setara dengan kampus-kampus di Singapura,” katanya.–DAHLIA IRAWATI

Sumber: Kompas, 23 April 2018

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya
Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri
PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen
7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya
Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK
Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia
Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu
Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’
Berita ini 3 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:30 WIB

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:23 WIB

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:17 WIB

PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:09 WIB

7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya

Rabu, 7 Februari 2024 - 13:56 WIB

Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK

Minggu, 24 Desember 2023 - 15:27 WIB

Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu

Selasa, 21 November 2023 - 07:52 WIB

Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’

Senin, 13 November 2023 - 13:59 WIB

Meneladani Prof. Dr. Bambang Hariyadi, Guru Besar UTM, Asal Pamekasan, dalam Memperjuangkan Pendidikan

Berita Terbaru

Jack Ma, founder and executive chairman of Alibaba Group, arrives at Trump Tower for meetings with President-elect Donald Trump on January 9, 2017 in New York. / AFP PHOTO / TIMOTHY A. CLARY

Berita

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Feb 2024 - 14:23 WIB