Konservasi Gesnericeae; Taman Baru di Cibodas untuk Menunjang Riset

- Editor

Selasa, 12 April 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanaman berbunga dari suku Gesneriaceae dibuatkan taman khusus di Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat. Di Indonesia, saat ini tercatat 379 jenis. Selain menjadi salah satu bagian dari ekosistem hutan, tanaman ciri khas hutan tropis itu sering kali juga menjadi tanaman hias, dan di antaranya dijadikan obat tradisional.

Kepala Kebun Raya Cibodas LIPI Agus Suhatman mengatakan, kehadiran taman gesneriaceae menambah taman tematik Kebun Raya (KR) Cibodas, seperti Taman Sakura, Taman Lumut, Taman Rhododedron atau semak, koleksi paku-pakuan, serta koleksi tanaman obat.

Pengembangan taman gesneriaceae penting untuk penelitian, konservasi, dan edukasi publik. “Fungsi tanaman ini di hutan belum banyak diteliti. Sejumlah manfaat kami teliti, tetapi dengan penelitian lebih lanjut, kami bisa memperoleh manfaat lebih dan terus mengonservasi jenis lain,” ujar Agus pada konferensi pers peresmian Taman Tematik Gesneriaceae di KR Cibodas, Senin (11/4). Peresmian itu dalam rangka memperingati ulang tahun ke-164 KR Cibodas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gesneriaceae adalah jenis tumbuhan berbunga yang merambat pada pepohonan di hutan tropis. Jenis tanaman itu, antara lain, liana, epifit, dan bunga lipstik. Jenis tanaman itu punya banyak manfaat, termasuk jadi jembatan bagi fauna, seperti tupai, untuk menjelajah hutan.

Peneliti KR Cibodas, Wiguna Rahman, mengatakan, salah satu tanaman jenis gesneriaceae yakni Aeschynanthus pulcher atau bunga lipstik, mampu menurunkan demam tubuh. “Masyarakat Jawa Barat sudah banyak memanfaatkannya,” ujarnya.

Saat ini, kata Wiguna, sulit mengetahui seberapa banyak populasi dan tingkat kerawanan gesneriaceae. Belum ada pendokumentasian menyeluruh jenis tanaman itu di hutan-hutan Indonesia. Seiring banyaknya pohon di hutan tropis yang ditebang, kian banyak jenis tanaman ini hilang.

Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI Didik Widyatmoko mengatakan, 379 jenis tanaman gesneriaceae saat ini tersebar di beberapa kebun raya, seperti di KR Cibodas, Bogor, Purwodadi, dan Bali. Selain itu, tanaman-tanaman itu masih berada di alam liar.

ae9dcac97e714d13898b16b6ffe20517BENEDIKTUS KRISNA YOGATAMA–Sejumlah tanaman koleksi Taman Tematik Gesneriaceae Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/4). Taman tematik gesneriaceae diresmikan kemarin. Dengan luas 1.000 meter persegi, taman itu memiliki koleksi 32 jenis tanaman jenis gesneriaceae atau jenis tanaman berbunga merambat pada pohon di hutan tropis.

“Jumlahnya bisa saja bertambah apabila terus dilakukan penelitian dalam hutan-hutan Tanah Air,” ujar Didik.

Luas total taman gesneriaceae 1.000 meter persegi, diisi 32 jenis gesnariaceae yang terdiri atas 11 marga (di antaranya empat asli Indonesia dan tujuh eksotik). Koleksi di taman itu berada di dataran tinggi.

Taman itu mulai dibangun pada 2009 dengan hanya menanam kurang dari sepuluh jenis gesneriaceae, yang habitat aslinya berada di Gunung Gede Pangrango. Selama dua tahun, dikembangkan tanaman peneduh penunjang hidup gesneriaceae. Tahun 2012, taman itu mulai ditanami jenis lain di luar habitat Gunung Gede Pangrango dengan total 18 jenis dan terus berkembang hingga saat ini.

Kemarin, selain peresmian taman, KR Cibodas juga menjalin kerja sama pendidikan secara daring dengan Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Center (SEAMEO SEAMOLEC). SEAMOLEC merupakan lembaga di Asia Tenggara yang menyediakan pendidikan jarak jauh.

Menurut Agus Suhatman, program itu memungkinkan KR Cibodas mengirim kurikulum pengajaran secara daring tentang tanaman kepada guru-guru sekolah. Sebelumnya, guru-guru itu mengikuti lokakarya. (C11)
—————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 12 April 2016, di halaman 14 dengan judul “Taman Baru di Cibodas untuk Menunjang Riset”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Berita Terkait

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya
Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri
PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen
7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya
Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK
Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia
Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu
Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:30 WIB

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:23 WIB

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:17 WIB

PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:09 WIB

7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya

Rabu, 7 Februari 2024 - 13:56 WIB

Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK

Minggu, 24 Desember 2023 - 15:27 WIB

Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu

Selasa, 21 November 2023 - 07:52 WIB

Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’

Senin, 13 November 2023 - 13:59 WIB

Meneladani Prof. Dr. Bambang Hariyadi, Guru Besar UTM, Asal Pamekasan, dalam Memperjuangkan Pendidikan

Berita Terbaru

Jack Ma, founder and executive chairman of Alibaba Group, arrives at Trump Tower for meetings with President-elect Donald Trump on January 9, 2017 in New York. / AFP PHOTO / TIMOTHY A. CLARY

Berita

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Feb 2024 - 14:23 WIB