Home / Berita / Kolaborasi Swasta, Perguruan Tinggi, dan Media Penting dalam Pengembangan Riset

Kolaborasi Swasta, Perguruan Tinggi, dan Media Penting dalam Pengembangan Riset

Kolaborasi antara perguruan tinggi, swasta dan media perlu dikembangkan. Ketiganya punya peran untuk saling mendukung pemberitaan, riset, dan pengembangan usaha. ”Kompas”, Universitas Lampung dan PT GGP sudah memulainya.

Kerja sama antara swasta, perguruan tinggi dan media dibutuhkan untuk pengembangan riset. Ketiga sektor berbeda ini, punya peran masing-masing dalam hal pengembangan riset.

Hal itu mengemuka dalam diskusi bersama Universitas Lampung, PT Great Giant Pineapple dan harian Kompas yang bertajuk ”Literasi Digital Banjir Informasi, Memilah Hoax dan Fake News”, Jumat (13/8/2021). Hadir dalam diskusi tersebut, Direktur PT Great Giant Pineapple Welly Soegiono, Rektor Universitas Lampung Karomani Pemimpin Redaksi Kompas Sutta Dharmasaputra dan 100 peserta diskusi lainnya.

Welly Soegiono mengatakan, perusahaan perkebunan swasta seperti PT Great Giant Pineapple (PT GGP) merasa perlu dan sangat mendukung adanya kerjasama antara pemerintah, swasta, akademisi, dan media. ”Sektor swasta seperti kami butuh informasi dan publikasi tentang pertumbuhan usaha, pertumbuhan ekonomi. Media juga bisa menjadi sarana untuk menyuarakan hambatan apa yang kami alami,” katanya.

Kepada akademisi, dalam hal ini Universitas Lampung, Welly juga merasa pihaknya memerlukan dukungan. Ia menilai, Universitas Lampung sebagai salah satu tempat berkumpulnya orang-orang berpendidikan yang memiliki pemikiran, keahlian dan riset untuk mendukung pertumbuhan usaha.

”Kami sebenarnya tidak perlu memperbesar anggaran riset dan pengembangan. Di Universitas Lampung banyak doktor dan tenaga riset. Kampus bisa menjadikan kebun kami sebagai laboratorium penelitian. Kerja sama ini tentu menguntungkan perkebunan swasta seperti kami dan perguruan tinggi, seperti Universitas Lampung,” tuturnya.

Welly berharap kerja sama yang pernah dijalin PT GGP dan Kompas dalam jelajah buah Nusantara juga bisa terus dikembangkan. Ia juga berharap pemberitaan Kompas membuat para akademisi tercerahkan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan para dosen dan mahasiswa.

Hal senada disampaikan Karomani. Menurut dia, saat ini digitalisasi pendidikan harus dikuasai seluruh sivitas akademika. Ia tidak heran dan justru menyambut baik langkah Kompas yang telah melakukan transformasi digital.

”Universitas Lampung membutuhkan Kompas. Saat pandemi seperti ini, bukan hanya virus yang berbahaya. Melainkan juga berita hoaks yang membuat pandemi sulit terkendali. Karena itu, informasi yang benar seperti yang dihadirkan Kompas, sangat kami butuhkan,” ujarnya.

KOMPAS COLLABORATION FORUM—-Harian Kompas bekerja sama dengan Universitas Lampung (Unila) dan PT Great Giant Pineapple (GPP) menggelar diskusi literasi digital, Jumat (13/8/2021) secara daring. Tampak di foto, Rektor Unila Prof Karomani (kanan), Direktur GPP Welly Soegiono (kiri), Pemimpin Redaksi Kompas Sutta Dharmasaputra (bawah).

Karomani juga menyebutkan, peran swasta dalam pendidikan di perguruan tinggi juga dibutuhkan. Selama ini kerja sama dengan berbagai pihak sesama universitas telah dilakukan Universitas Lampung. Sementara kerja sama antara universitas dan swasata seperti PT GGP akan terus dikembangkan terutama untuk mendukung riset-riset.

Pemimpin Redaksi Kompas Sutta Dharmasaputra menyambut baik hubungan baik Kompas, PT GGP dan Universitas Lampung. Kompas terus berupaya untuk memublikasikan capaian-capaian perguruan tinggi dan swasta.

”Kami bisa memublikasikan hasil riset dan temuan-temuan perguruan tinggi untuk kemajuan bangsa. Saat kami ingin memperdalam hasil liputan, kami juga berharap para dosen di Universitas Lampung dapat memberi warna dan gagasan dari fakta-fakta yang kami temukan,” tuturnya.

Hasil liputan yang dipadukan dengan hasil riset para akademisi, lanjut Sutta, nantinya juga bisa dimanfaatkan oleh pihak swasta. Hasil liputan tersebut mungkin membantu perusahaan swasta, seperti PT GGP, dalam menentukan arah kebijakan perusahaan.

Editor: ANDREAS BENOE ANGGER PUTRANTO

Sumber: Kompas, 13 Agustus 2021

Share
%d blogger menyukai ini: