Kawasan Iptek Memacu Daya Saing

- Editor

Rabu, 23 Desember 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjelang pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 31 Desember 2015, mayoritas warga Indonesia belum siap bersaing. Pola aktivitas petani, nelayan, dan pengusaha kecil-menengah yang jadi penopang terbesar ekonomi rakyat tak banyak berubah. Untuk itu, pengembangan 100 kawasan ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan memacu daya saing nasional.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Iskandar Zulkarnain dalam peresmian Maluku Utara Agro-Marine Technopark (MUAMT) atau Kawasan Iptek Agro-Maritim Maluku Utara di Ternate, Senin (21/12), mengingatkan, kemajuan dan kesejahteraan bangsa ditentukan penguasaan iptek.

Terkait hal itu, alih teknologi perlu dilakukan lembaga riset dan kementerian agar aktivitas ekonomi warga bernilai tambah. Namun, alih teknologi kerap hanya jargon, padahal itu butuh proses panjang, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Upaya mengaitkan hasil riset dan industri pada konsep ABG (academic, business, government) tak maksimal tanpa keterlibatan warga. Seharusnya ABGC (academic, business, government, community),” ujarnya.

Untuk mendorong alih teknologi, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional bersama sejumlah kementerian dan lembaga riset mencanangkan pendirian 100 kawasan iptek di Indonesia pada 2015-2019. Jadi, LIPI bertugas mengembangkan kawasan iptek nasional di Cibinong, Jawa Barat, dan tujuh kawasan iptek yang mayoritas di Indonesia timur.

Selain Ternate, kawasan iptek LIPI dibangun di Samosir (Sumatera Utara), Tasikmalaya (Jawa Barat), Mataram dan Lombok Barat (Nusa Tenggara Barat), Enrekang (Sulawesi Selatan), dan Tual (Maluku). Fokus kawasan sesuai dengan potensi lokal.

“Hilirisasi inovasi dan teknologi yang dikuasai LIPI untuk memberdayakan ekonomi berbasis potensi lokal dan memacu daya saing daerah,” ujarnya.

Salah satu kawasan iptek yang dibangun LIPI ialah MUAMT. Menurut Koordinator Pembangunan MUAMT Djoko Dwy Eny, kawasan iptek itu fokus pada teknologi budidaya kelautan, teknologi pasca panen produk pertanian dan perikanan, teknologi pengolahan, dan optimalisasi.

Sejauh ini, MUAMT telah mengembangkan teknologi budidaya kelautan. Budidaya itu antara lain pembenihan kerang mutiara Pinctada maxima serta pembenihan spesies ikan hias, seperti nemo Amphirion sp dan blue tang Paracanthurus hepatus.

Teknologi pasca panen dipakai untuk mengolah pisang mulut bebek jadi keripik dan tepung pisang bahan pembuat kue. “Ini sesuai potensi pertanian dan perikanan Maluku Utara,” kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI Zainal Arifin.

Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba berharap MUAMT membangkitkan 21.000 usaha kecil-menengah sektor pertanian, perdagangan, dan nonjasa.(MZW)
———
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 23 Desember 2015, di halaman 13 dengan judul “Kawasan Iptek Memacu Daya Saing”.

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 27 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB