Kawasan Ekowisata Bekantan Perlu Dikembangkan

- Editor

Jumat, 11 September 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Populasi bekantan (Nasalis larvatus) di Kalimantan terus berkurang setiap tahun. Primata endemis Kalimantan yang khas dan langka itu terancam punah karena habitatnya dirambah. Untuk melindungi dan melestarikannya, pemerintah daerah perlu mengembangkan kawasan ekowisata bekantan.

Gagasan untuk mengembangkan ekowisata bekantan di Kalimantan tercetus dalam diskusi pada peluncuran buku Bekantan: Perjuangan Melawan Kepunahan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (9/9). Acara itu dihadiri Guru Besar Ekologi Satwa Liar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor Hadi Sukadi Alikodra dan Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Mochamad Arief Soendjoto. Menurut Hadi Sukadi, hingga kini belum ada upaya dengan konsep jelas untuk melindungi dan melestarikan bekantan beserta habitatnya. ”Upaya yang memungkinkan adalah bangun ekowisata bekantan,” katanya. (JUM)
—————————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 11 September 2015, di halaman 14 dengan judul “Kilas Iptek”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 21 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB