Kandungan Fosfor Perairan Danau Toba Naik 300 Persen

- Editor

Selasa, 21 Juni 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Danau Toba kian memprihatinkan meskipun telah dijadikan danau prioritas yang harus diselamatkan. Kandungan fosfor danau vulkanik itu melonjak 300 persen dibandingkan pada 2012. Artinya, tekanan dan beban pencemaran dari limbah domestik dan pakan karamba jaring apung terus meningkat.

“Setelah heboh ikan mati, kami turun dan menanganinya,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, Senin (20/6), di Jakarta, seusai bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan anggota DPR, Effendi Simbolon, memimpin rapat persiapan kunjungan kerja Wakil Presiden ke Toba, 29-30 Juli 2016.

Menurut Siti, Danau Toba bagian dari 15 danau prioritas. Program yang dibawa dari KLHK masih minus konstruksi fisik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari sisi pencemaran, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK MR Karliansyah mengatakan, tingkat pencemaran Toba sangat parah. “Meningkat 300 persen dibanding tahun 2012,” katanya.

Kandungan fosfor di perairan Danau Toba 0,3038 mg per liter. Itu meningkat dari 0,11 mg per liter (2012). Sumber pencemarnya dari limbah domestik permukiman, hotel/resor, dan peternakan menggunakan detergen serta pakan ikan pada keramba. Kelimpahan fosfor dalam prosesnya akan mengganggu ketersediaan oksigen bagi biota yang diikuti kematian massal ikan.

KLHK merekomendasikan sumber pencemar itu dikurangi minimal 43 persen atau 212.295 kg per tahun. Adapun jumlah ikan di KJA dikurangi 44 persen (24.064 ton). “Kami tak mematikan ekonomi. Namun, mohon dikurangi aktivitasnya daripada usaha tak berlanjut,” katanya.

Terkait kerusakan DAS Danau Toba, Siti menerima banyak pengaduan terkait penggundulan hutan. “Yang paling sering kedengaran di Simalungun dan Labuhan Batu. Kami sudah minta Ditjen Penegakan Hukum untuk turun dan mengidentifikasi seluruhnya,” ujarnya. (ICH)
—————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 21 Juni 2016, di halaman 14 dengan judul “Kandungan Fosfor Perairan Naik 300 Persen”.

Informasi terkait

Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Berita ini 13 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:11 WIB

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:21 WIB

Padamnya Lentera Malam

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Berita Terbaru

Artikel

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Padamnya Lentera Malam

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:21 WIB

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB