ITB Cabut Gelar Doktor Zuliansyah

- Editor

Senin, 26 April 2010

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Institut Teknologi Bandung secara resmi mencabut disertasi dan gelar Doktor dari Mochamad Zuliansyah. Namun, tiga dosen pembimbingnya hanya diberi surat teguran dengan alasan lalai karena tidak mengetahui perbuatan plagiasi itu.

”Plagiasi yang dilakukan Zuliansyah mencakup makalah ilmiah dan plagiasi disertasi program doktor. Mulai hari ini kami nyatakan, disertasi dan gelar doktornya tidak berlaku,” kata Rektor ITB Ahmaloka di Bandung, Jumat (23/4).

Keputusan itu merupakan hasil rekomendasi dan pertimbangan dari Tim Khusus Sekolah Tinggi Elektronik dan Informatika (STEI) ITB, Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, dan Majelis Guru Besar ITB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mochamad Zuliansyah adalah pengarang makalah ilmiah berjudul 3D Topological Relations for 3D Spatial Analysis yang dipresentasikan di International Conference on Cybernatics and Intelligent Systems di Chengdu, China, 21-24 September 2008. Konferensi ini digagas oleh Institute of Electronical and Electricity Enginering (IEEE).

Zuliansyah dinyatakan sebagai plagiator setelah komite dari IEEE mengategorikan karyanya sebagai plagiasi paling berat atas karya Syika Zlatanova dari Graz University of Technology Austria berjudul On 3D Topological Relationship yang dipresentasikan pada the 11 th Internasional Workshop on Database and Expert System Application DEXA tahun 2000. Zuliansyah mengutip banyak bahan dan ide tanpa mencantumkan sumbernya.

Ahmaloka menyesalkan tindakan yang dilakukan Zuliansyah. Hal itu menodai nilai akademik dan integritas ITB serta norma akademik internasional.

”Sekitar akhir 2009, kami telah bereaksi menanggapi hal ini dengan meluluskan pengunduran dirinya sebagai calon dosen ITB. Selain itu, ITB juga telah melayangkan permohonan maaf tertulis kepada Siyka Zlatanova atas tindakan ini. Ini adalah yang pertama dan semoga tidak terjadi lagi,” kata Ahmaloka.

Sementara itu, menanggapi tesis Zuliansyah yang juga diambil di ITB tahun 2005, Dekan Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika Adang Suwandi mengatakan, sejauh ini pemeriksaan terhadap tesisnya tidak terindikasi adanya plagiasi.

Menurut Ketua Majelis Guru Besar ITB Hariono, agar kasus ini tidak terjadi lagi, ITB secara serius akan melakukan upaya penyempurnaan tanggung jawab akademik. Alasannya, tanggung jawab akademik ini bisa dijadikan sebagai patokan bagi mahasiswa dan dosen dalam melakukan aktivitas belajar-mengajar. (CHE)

Sumber: Kompas, Senin, 26 April 2010 | 03:33 WIB

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 43 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB