Home / Berita / Ini Alasan Universitas Malaysia Berikan Gelar ke Dahlan Iskan

Ini Alasan Universitas Malaysia Berikan Gelar ke Dahlan Iskan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan hari ini resmi mendapatkan gelar ‘Profesor Tamu’ dari Universiti Perlis Malaysia (UniMAP). Apa alasan UniMAP memberikan gelar tersebut?

Canselor UniMAP Syed Faizuddin mengatakan, Dahlan Iskan merupakan nama yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia terutama di kalangan pers. Dengan pengalaman yang dimiliki sebagai Chief Executive Officer Jawa Pos dan Jawa Pos News Network menjadikan Dahlan Iskan sebagai tokoh yang disegani.

“Maka atas pengalaman luas dan kepakaran yang dimiliki beliau, maka UniMAP berasa amat berbesar hati untuk melantik beliau sebagai profesor tamu di Universiti kami,” kata Syed dalam acara “Mengaruniakan” Gelar Professor Tamu Untuk Bapak Dahlan Iskan Menteri BUMN oleh Universiti Perlis Malaysia, di Hotel Mandarin, Jakarta, Jumat (13/9/2013).

Dia menjelaskan, pihak UniMAP berharap agar Dahlan Iskan mau berbagi pengalaman yang dimilikinya sepanjang lebih dari 30 tahun berkecimpung dalam bidang kewartawanan.

Saat ini, Syed menyebutkan, UniMAP sedang dalam perancangan terakhir untuk mewujudkan sebuah Fakulti Komunikasi Media Baru dan berharap Dahlan Iskan bisa mampu menyuntik semangat, motivasi, dan inspirasi kepada para mahasiswa untuk bisa mengikuti jejak Dahlan Iskan.

“Kami juga berharap Bapak Dahlan dapat membantu dalam bidang enterpreneurship di UniMAP terutama dalam mempromosikan produk-produknya,” ujarnya.

Selain itu, Syed menambahkan, dengan pengalaman yang dimiliki Dahlan diharapkan dapat membantu UniMAP menjadikan 500 universitas terbaik di dunia.

“UniMAP berharap kerjasama dengan rekan media di Jakarta dapat terus diperluas sekaligus mempromosikan UniMAP kepada warga Indonesia secara keseluruhan,” kata Syed. (drk/dru)

Dewi Rachmat Kusuma – detikfinance

Sumber: detik.com, Jumat, 13/09/2013 11:07 WIB
————
Kunjungi Samarinda, Dahlan Iskan Bernostalgia

Menteri BUMN Dahlan Iskan memiliki kenangan tersendiri saat berkunjung ke Samarinda, Kalimantan Timur. Dia bertemu dengan teman-temannya semasa kuliah dan bernostalgia bersama.

Ya, Dahlan Iskan merupakan alumnus STAIN yang berpusat di Pulau Jawa dan bercabang Samarinda. Dia menghabiskan masa kuliahnya di Samarinda, yang kini berdiri sendiri menjadi STAIN Samarinda dan berlokasi di Jl KH Abul Hasan.

Kunjungan kerjanya di Samarinda, dimanfaatkan Dahlan sekaligus bernostalgia tentang Samarinda yang dinilainya menyimpan banyak kenangan tak terlupakan. Selasa (20/8/2013) malam kemarin, Dahlan menyempatkan untuk menghadiri temu alumni STAIN Samarinda. Pagi tadi, Dahlan juga menyempatkan mengikuti jalan santai serta senam Dahlan Style di Samarinda.

“Saya sangat senang berada di Samarinda. Terimakasih Pak Dosen saya, seluruh teman-teman saya alumnus (STAIN),” kata Dahlan di sela acara Syukuran HUT Kemerdekaan RI, di Hotel Bumi Senyiur, Jl Pangeran Diponegoro, Samarinda, Rabu (21/8/2013).

Dahlan bercerita, semasa menjadi mahasiswa hingga saat ini, dia tidak bisa melupakan jasa Yos Sutomo, seorang pengusaha sukses di Samarinda. Yos Sutomo adalah pemilik bisnis Hotel Senyiur, yang berada di Samarinda dan Balikpapan, serta bisnis lainnya.

“Waktu itu jadi mahasiswa di Samarinda, saya sering minta sumbangan ke Pak Yos Sutomo. Saya tidak akan pernah melupakan jasa beliau dan benar-benar luar biasa,” ungkap Dahlan.

“Beliau memang sangat peduli dan senang membantu generasi muda yang berkeinginan kuat untuk maju. Beliau (Yos Sutomo) adalah sosok inspiratif,” terangnya.

Dalam kesempatan itu Dahlan juga bercerita tentang masa pacarannya dengan istrinya dahulu, yang juga berawal di Kalimantan Timur. Dahlan mengaku masa pacaran saat itu, menjadi masa pacaran yang prihatin.

“Istri saya lulusan SPG (Sekolah Pendidikan Guru) dan setelah lulus, bertugas di Tanjung Isuy. Saya harus ke Tanjung Isuy untuk menemuinya waktu itu dengan segala keterbatasan,” bebernya.

“Dua hari 1 malam saya ke Tanjung Isuy, menggunakan perahu. Itu pun kalau Danau Jempang yang saya lintasi, tidak sedang surut. Kalau surut, lebih lama dari itu,” jelas Dahlan. (dru/dru)

Robert – detikfinance
Sumber: detik.com, Rabu, 21/08/2013 10:57 WIB

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Hujan Menandai Kemarau Basah akibat Menguatnya La Nina

Hujan yang turun di Jakarta dan sekitarnya belum menjadi penanda berakhirnya kemarau atau datangnya musim ...

%d blogger menyukai ini: