Mobil Listrik Menristek Pakai Girbok

- Editor

Minggu, 14 April 2013

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jika Tucuxi – mobil listrik milik Dahlan Iskan, Menteri BUMN – hanya memiliki tuas untuk maju, mundur dan netral, punya Menristek sudah menggunakan transmisi seperti mobil konvensional. “Mobil listrik yang kita garap menggunakan girbok tipe manual. Karena saat ini banyak kalangan masih terbiasa dengan model tersebut,” urai Abdul Hapid, Koordinator Penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia kepada KompasOtomotif, kemarin (12/4).

Jenis dan spesifikasi girboks masih dirahasiakan oleh pihak LIPI. Namun ada indikasi yang digunakan adalah transmisi mobil yang beredar di Indonesia. “Kita masih pakai yang ada namun sudah dimodifikasi agar bisa sesuai dengan motor listriknya,” tambahnya.

Spesifikasi motor listrik juga masih dirahasiakan. “Untuk urusan mesin dan girboksnya saya tidak tahu, itu semua LIPI yang garap. Tugas saya hanya bikin karoseri saja,” papar Andre Mulyadi, pungawa Signal Kustom yang saat dihubungi sedang berada di Malaysia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Bawah Rp 100 juta
Proyek mobil listrik ini dikabarkan menggunakan anggaran Kemenristek tahun lalu. Nominalnya pun jauh di bawah jumlah yang dikeluarkan oleh Dahlan Iskan. Hal tersebut dikarenakan beberapa komponen menggunakan produk lokal. Bahkan motornya pun murni rakitan LIPI.

“Untuk biaya riset dan pembuatan prototipe ini tak sampai Rp 1 miliar. Bahkan kalau jadi diproduksi pun harga jualnya diusahakan tidak lebih dari Rp 100 juta, karena masuk kategori mobil murah ramah lingkungan (LCGC),” ungkap Gusti Muhammad Hatta, Menristek, kepada Kompas.com.

Editor : Bastian
Penulis: Aris F. Harvenda/Yunanto Wiji Utomo |
Sumber: kompas.com, Sabtu, 13 April 2013 | 15:05 WIB
———————-

Ssstt, Menristek Bikin Mobil Listrik

Cerita mobil listrik Dahlan Iskan, Menteri BUMN, kini menguap begitu saja. Kendati demikian, cerita baru muncul. Kali ini dari Gusti Muhammad Hatta, Menteri Riset dan Teknologi. Dikabarkan, Gusti juga sedang membuat mobil listrik dan memilih model sedan. Bila sudah selesai dan layak jalan, maka itu akan menjadi mobil dinas Menristek.

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, hari ini (11/4), Gusti akan melihat dari dekat sedan tersebut ke Bengkel Signal Kustom di Bandung. Disebutkan, proyek ini sudah berjalan dari 7 bulan lalu, dan kini sampai pada tahap penyelesaian atau siap uji coba. “Mobilnya sih belum jadi benar, masih berantakan pada beberapa bagian,” ujar sumber tersebut.

Berbeda dengan Dahlan Iskan yang mendatangkan mesin dari luar negeri, mobil Menristek menggunakan motor listrik buatan anak bangsa, dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Bandung.

Editor : Zulkifli BJ

Penulis: Aris F. Harvenda |

Sumber: Kompas, Kamis, 11 April 2013 | 16:21 WIB

—————-

Mobil Listrik Menristek Diperkenalkan Bulan Depan

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta, kemarin (11/4), melihat langsung mobil listriknya di Bengkel Signal Kustom, Bandung.

“Pak Menteri sudah melihat langsung kondisinya. Beliau minta segera diselesaikan agar bisa diperkenalkan bulan depan,” ujar Abdul Hapid, Koordinator Penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), saat dihubungi KompasOtomotif siang tadi.

Saat ini, lanjut Hapid, sedan tersebut sudah 80 persen dan masuk tahap penyelesaian akhir. LIPI dan Signal Kustom berusaha ngebut untuk mewujudkan permintaan tersebut.

Mobil itu akan diberi nama Hevina Sedan, sama dengan mobil listrik hasil buatan LIPI sebelumnya, Hevina Bus. “Memang belum resmi, tapi sebelum ada nama pengganti, kita pakai nama Hevina,” ungkapnya.

Setelah semua siap, sebelum diperkenalkan ke publik, LIPI akan melakukan serangkaian uji coba. Pertama, uji sasis dan dyno di LIPI, Bandung, Jawa Barat. Setelah yakin aman, uji coba dilanjutkan dengan jalan di dalam dan luar kota.

Komponen yang menjadi perhatian utama adalah perangkat keselamatan, kelistrikan, dan daya tahan motor listrik bersama baterai. Karena akan digunakan sebagai mobil dinas dan dipakai sehari-hari, semua harus berjalan dengan baik.

“Untuk daya tahan baterai dan motor listrik, kita sudah lama mencobanya. Bahkan, salah satu mobil Kijang lama, yang kita ganti dengan motor listrik, sampai saat ini masih aktif, malah bisa digeber hingga 120 kpj di jalan tol,” tutup Hapid.

Editor : Zulkifli BJ
Penulis: Aris F. Harvenda |
Sumber: Kompas, Jumat, 12 April 2013 | 16:53 WIB
—————————————————-
Mobil listrik adalah mobil masa depan. Anda perlu mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk menyiapkan colokan senadainya mobil Anda kehabisan tenaga. Untuk itu Anda perlu seteker. Anda bisa beli seteker listrik berkualitas di bhinneka.com berikut:

UTICON Steker T [SC-382]

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 2 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB