Home / Berita / Indonesia Tangguh; KA Transportasi Masa Depan

Indonesia Tangguh; KA Transportasi Masa Depan

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah mulai membangun transportasi kereta api secara besar-besaran. Di lima pulau besar, pembangunan itu mulai dilakukan dari kajian kelayakan hingga konstruksi fasilitas kereta api. Tahun ini, pemerintah juga akan membangun kereta ringan metropolitan dan kereta cepat di Jakarta.

Pembangunan kereta cepat massal (mass rapid transit/MRT) yang telah dimulai tahun 2013 juga segera dilanjutkan dengan pembuatan terowongan kereta dalam waktu dekat.

Laporan dari sejumlah daerah yang dihimpun Kompas, sejak pekan lalu hingga Minggu (9/8), memperlihatkan antusiasme pemerintah daerah untuk mewujudkan transportasi kereta api. Saat ini, di sejumlah daerah telah dimulai studi kelayakan di beberapa tempat yang belum memiliki transportasi kereta api hingga penambahan kapasitas di sejumlah daerah yang telah memiliki fasilitas kereta api.

Rp 18 triliun
Pencangkulan pertama proyek KA di Indonesia dilakukan tahun 1864 dan hingga kini atau lebih dari 150 tahun kemudian belum mengalami kemajuan besar. Namun, jika proyek-proyek saat ini diselesaikan, perubahan besar dunia kereta api akan terjadi.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, untuk mendukung proyek tersebut, pemerintah akan mengucurkan anggaran hingga Rp 18 triliun.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko menegaskan, kereta api adalah angkutan massal yang akan menjadi tulang punggung transportasi nasional pada masa depan. Saat ini, angkutan kereta baru mengangkut 7 persen penumpang dan mengangkut 0,8 persen barang. Targetnya pada tahun 2019, kereta mengangkut 14 persen penumpang dan 6 persen barang.

Antusiasme daerah
Kepala Satuan Kerja Proyek Kereta Api Trans-Sumatera di Aceh dari Balai Teknik Perkeretaapian Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Abdul Kamal, mewakili Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Sumbagut Hendy Siswanto, menilai, Pemprov Aceh serius mewujudkan pembangunan kereta api yang akan menyambungkan Aceh dan Sumut.

Pemprov Aceh telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 58 Tahun 2014 tentang Rencana Induk Perkeretaapian Aceh yang disusun Pemprov Aceh dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

94ea9c720fcf431b90220dad3094a8a2Di Palembang, Sumatera Selatan, PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Sumatera Selatan-Lampung terus meningkatkan kapasitas lintas dengan membangun rel ganda, menambah stasiun, hingga menambah lokomotif dan gerbong. Saat ini, rel ganda sepanjang 102 kilometer Tanjung Enim-Tanjung Rambang sudah selesai dibangun. PT KAI telah mengalokasikan dana Rp 7 triliun untuk meningkatkan infrastruktur kereta api Sumatera Selatan-Lampung.

Kepala PT KAI Divisi Regional III Sumatera Selatan-Lampung Wawan Ariyanto mengatakan, ditargetkan tahun 2019 seluruh jalur sepanjang 400 kilometer Palembang-Lubuk Linggau dan 400 kilometer Palembang-Lampung itu sudah berupa rel ganda. Di jalur selatan, Jawa Tengah, menurut Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi V Purwokerto Surono, mereka telah mengaktivasi jalur kereta yang menghubungkan Stasiun Kroya dengan stasiun di kawasan Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap.

Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pemerintah setempat berencana membangun rel KA sepanjang 425 kilometer dari Kabupaten Murung Raya hingga Kabupaten Kapuas. Untuk mendukung keberlanjutan pembangunan itu, perda telah disusun dan peletakan batu pertama direncanakan pada rangkaian kegiatan perayaan 17 Agustus ini.

Untuk menjamin hal itu, Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 6 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 13 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian dari Puruk Cahu-Bangkuang-Batanjung telah diselesaikan bersama DPRD.

Di Kalimantan Timur, pembebasan lahan untuk rel kereta api penumpang sudah dikerjakan di ruas Balikpapan-Samarinda atau 20 persen dari keseluruhan.

Di Sulawesi, sejak pencanangan dimulainya pembangunan pada 12 Agustus tahun lalu, proyek jalur KA Trans-Sulawesi ruas Makassar-Parepare, kini, memasuki tahap pembersihan lahan. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Sulsel Masykur A Sulthan memastikan tahun ini pembangunan fasilitas kereta api akan dimulai.

Di Papua Barat, pemerintah akan memulai studi kelayakan pembangunan kereta api tahun ini untuk jalur Sorong-Manokwari sepanjang 390 kilometer. Setelah itu akan dilakukan desain detail hingga konstruksi dan diharapkan bisa selesai 2019.

Sementara itu, Pemprov Papua memprioritaskan pembukaan jalur kereta api dari Sentani menuju Kota Jayapura sepanjang 45 kilometer.

Kereta ringan di DKI
Di Jakarta, tahun ini, pembangunan kereta komuter lingkar dalam kota juga dilanjutkan. Jakarta juga akan memulai pembangunan kereta ringan (light rail train/LRT) rute Bekasi Timur- Cawang, Cibubur Cawang, dan Cawang-Dukuh Atas. Dalam waktu dekat pembangunan fasilitas itu akan dimulai hingga bisa digunakan tahun 2017. Ada pula rencana pembangunan kereta cepat (high speed rail/HSR) dari Jakarta ke Bandung. (IRE/DRI/ILO/DKA/GRE/UTI/ENG/DEN/PRA/FLO/ARN)
—————
Daerah Ikut Bangun KA

Program pemerintah untuk membangun jaringan kereta api di sejumlah daerah disambut antusias oleh pemerintah daerah. Dukungan mereka diwujudkan melalui pembuatan peraturan gubernur dan juga menyediakan dana untuk membangun transportasi massal itu.

Beberapa pejabat di beberapa daerah, yang ditemui pekan lalu, mengatakan, mereka siap mewujudkan pembangunan transportasi kereta api.

85bf94b9c7224caba8fb964a92c16ba6Kepala Satuan Kerja Proyek Kereta Api Trans-Sumatera di Aceh dari Balai Teknik Perkeretaapian Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Abdul Kamal mewakili Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Sumbagut Hendy Siswanto mengatakan, kereta api sangat penting untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur lintas timur Aceh. Kereta api pun bisa menjadi alat meningkatkan arus perdagangan Aceh-Sumut, terutama dalam distribusi barang Aceh-Sumut.

Dekan Fakultas Teknik Unsyiah Mirza Irwansyah mengatakan, kereta api sangat penting sebagai alternatif moda transportasi guna mengurai kepadatan kendaraan bermotor di jalur lintas timur Aceh. Hal itu mendesak karena jumlah volume kendaraan bermotor semakin padat di lintas timur Aceh dari tahun ke tahun.

Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Asisten II Bidang Perekonomian Kalimantan Tengah Syahrin Daulay mengatakan, jalur rel kereta api di provinsi itu akan menghubungkan Puruk Cahu di Kabupaten Murung Raya menuju Bangkuang di Kabupaten Barito Selatan dan sampai ke Batanjung di Kabupaten Kapuas. Selain untuk transportasi umum, jalur itu juga untuk memudahkan distribusi batubara dari tambang ke pelabuhan.

Jaminan risiko
Syahrin menyampaikan, Konsorsium China Railway Group Limited-PT Mega Guna Ganda Semesta telah diumumkan sebagai pemenang lelang dan telah menandatangani kontrak pada 14 Januari untuk masa konsesi selama 50 tahun. Konsorsium juga telah membentuk PT Perkeretaapian Tambun Bungai. “Karena ini adalah proyek jangka panjang, konsorsium meminta jaminan risiko politik bahwa proyek ini tetap bisa berjalan dan tidak dihentikan di tengah jalan,” katanya.

Untuk menjamin hal itu, Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 6 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 13 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian dari Puruk Cahu-Bangkuang-Batanjung telah diselesaikan bersama DPRD Kalteng.

Tak ada kompetitor
Selain itu, lanjut Syahrin, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan juga telah mengeluarkan jaminan melalui surat nomor KA 005/1/2 Phb 2015 tanggal 16 April 2015 tentang jaminan risiko politik bagi proyek Jalur Kereta Api Umum dari Puruk Cahu ke Batanjung melalui Bangkuang. Intinya pada koridor yang sejajar/dalam zona pengaruh tidak akan diterbitkan izin pembangunan bagi kompetitor kereta api yang sejenis dan tidak akan ada kebijakan di bidang perkeretaapian yang diterbitkan oleh pemerintah yang dapat menyebabkan berakhirnya proyek selama jangka waktu perjanjian kerja sama.

Biaya pembangunan adalah sebesar 5,476 miliar dollar AS yang digunakan antara lain untuk pembangunan rel, depo, pelabuhan, serta sejumlah lokomotif dan gerbongnya. Skema pembiayaan adalah kerja sama pemerintah dan swasta.

“Nanti juga ada 7 stasiun besar dan proses pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu hingga 4 tahun,” kata Syahrin.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Sulawesi Selatan Masykur A Sulthan mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menanggung biaya pembebasan lahan tahap pertama sebanyak Rp 108 miliar.

Rusia
Di Kalimantan Timur, kereta api penumpang akan dibiayai APBN, sedangkan kereta batubara yang, menurut rencana, akan mulai dibangun relnya tahun 2016 tersebut didanai investor Rusia, melalui PT Kereta Api Borneo (KAB).

Presiden Direktur PT KAB Dennis Muratov dan Head of Regional Corporate Affair PT KAB M Yadi Sabianoor mengatakan, rel kereta batubara itu nanti sepanjang 203 km. Rutenya dari Kabupaten Kutai Barat, Paser, Penajam Paser Utara, dan berhenti di Balikpapan.

Setelah 25-30 tahun, semua aset kereta batubara diserahkan ke Pemprov Kaltim. Rel kereta ini sebelumnya juga direncanakan sampai Kalimantan Tengah, tetapi Pemerintah Provinsi Kalteng tidak atau belum menyetujui. Karena itu, kereta batubara dimulai di Kaltim.(DRI/DKA/DEN/PRA/UTI)

Sumber: Kompas Cetak | 10 Agustus 2015

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Peran dan Kontribusi Akademisi Lokal Perlu Ditingkatkan

Hasil riset akademisi memerlukan dukungan akses pasar. Kolaborasi perguruan tinggi dan industri perlu dibangun sedini ...

%d blogger menyukai ini: