Home / Berita / Indonesia Potensial untuk Pertumbuhan Start-Up

Indonesia Potensial untuk Pertumbuhan Start-Up

Tempo memilih 16 perusahaan rintisan terbaik 2017.
Tempo Media Group menyerahkan penghargaan “Start-Up Pilihan Koran Tempo 2017” di Gedung Siola, Genteng,
Surabaya, kemarin. Penghargaan ini diterima oleh 16 usaha rintisan atau start-up yang memenuhi beberapa kriteria, dari aspek bisnis hingga dampak sosial.

Penghargaan yang terbagi dalam empat kategori ini diserahkan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini; Direktur Utama PT Tempo Inti Media, Toriq Hadad; Vice President Digitaraya, Nicole Yap; dan penyanyi sekaligus pendiri start-up Krowd, Vidi Aldiano.

Dalam sambutannya, Wali Kota Risma mengatakan tantangan generasi muda ke depan tidak mudah karena dihadapkan pada persaingan dalam perdagangan bebas.Menurut dia, generasi muda harus diberi ruang untuk berkarya. “Semua bisa dilakukan asalkan ada kemauan,” ucapnya.

Para pemenang ini merupakan hasil penyaringan 83 start-up yang berlangsung pada Oktober hingga akhir
November lalu. Redaksi Koran Tempo bekerja sama dengan Digitaraya—platform pengembangan talenta di bidang teknologi dan start-up—serta tim dari Badan Ekonomi Kreatif menyisir start-up, yang sebagian besar belum mendapat suntikan dana dari investor. Para pemenang dibagi ke dalam empat kategori, yakni Best Social Impact, Best Newcomer, Best Sustainable, dan Reader’s Choice.

Juri penghargaan ini adalah Pemimpin Redaksi Koran Tempo, Budi Setyarso; Vice President Digitaraya, Nicole Yap; Kepala Eksekutif 8Villages, Sanny Gaddafi; Direktur Bisnis Suara Surabaya, Wahyu Widodo; serta tim dari Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif. Penilaian start-up juga melibatkan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Google Indonesia, serta Universitas Gadjah Mada.

Direktur Utama PT Tempo Inti Media, Toriq Hadad, mengatakan Indo nesia men jadi negara paling potensial untuk pengembangan start-up. “Empat dari tujuh unicorn dengan aset di atas US$ 1 miliar di Asia Tenggara ada di Indonesia,” kata dia. Dia berharap dalam lima tahun ke depan ada unicorn dari Surabaya.

Pemimpin Redaksi Koran Tempo, Budi Setyarso, mengatakan Kota Surabaya dipilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara ini lantaran memiliki ekosistem yang baik.“Sebagai sebuah media, Koran Tempo percaya
start-up yang kini tumbuh di berbagai daerah harus dikembangkan dan didukung,” ujarnya.

Secara terpisah, Direktur Pengembangan Bisnis dan Inkubasi UGM, Hargo Utomo, mengatakan kampus juga berperan menyiapkan talenta dengan pengetahuan dan sikap yang baik. “Universitas juga menyiapkan fondasi
kultural bagi start-up agar dilandasi semangat keberpihakan bagi kepentingan negeri.”–? ALI NY | ARTIKA RACHMI (SURABAYA)
—————-
Penerima Penghargaan Start-Up Pilihan Koran Tempo 2017
1. Best Sustainable
a. Riliv: Surabaya
b. Reblood: Surabaya
c. Pijar: Yogyakarta
d. Pasienia: Yogyakarta
e. Bahaso: Jakarta

2. Best Social Impact
a. Karapan: Su rabaya
b. Garda Pangan: Surabaya
c. Jahitin: Surabaya
d. Pasienia: Yogyakarta
e. Reblood: Surabaya

3. Best Newcomer
a. Sampah Muda: Semarang
b. Bizhare: Jakarta
c. Shushi: Denpasar
d. Camp on Farm: Bandung
e. Lindungi Hutan: Semarang

4. Reader’s Choice
a. Ruangguru: Jakarta
b. Limakilo: Jakarta
c. Ahlijasa: Jakarta

Sumber: Koran Tempo, 19 DESEMBER 2017 EDISI NO. 5715 TAHUN XVI

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Mahasiswa Universitas Brawijaya ”Sulap” Batok Kelapa Jadi Pestisida

Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang membantu masyarakat desa mengubah batok kelapa menjadi pestisida. Inovasi itu mengubah ...

%d blogger menyukai ini: