India Minati Tebu Riset PTPN XI

- Editor

Rabu, 20 April 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meski belum lolos uji keamanan pakan, tebu tahan kekeringan hasil pengembangan PT Perkebunan Nusantara XI diminati lembaga riset India. Lahan kering kian luas di India, sedangkan produksi gula harus terus berlanjut.

“Dua kali kunjungan tim ahli dari India, yaitu VSI (Vasantdada Sugar Institute), ke lahan PTPN XI di Jawa Timur selalu memuaskan,” kata Founder Director South Asia Biotechnology Centre Bhagirath Choudhary seusai berbicara dalam seminar 20th Anniversary (1996 to 2015) of the Global Commercialization of Biotech Crops and Biotech Crop Highlights in 2015 di Jakarta.

Seminar diadakan Indonesian Biotechnology Information Centre (IndoBIC) dengan Kontak Tani Nelayan Andalan didukung International Services for the Acquisition of Agri-biotech Application (ISAAA).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Varietas tebu tahan kering itu kerja sama PTPN XI dengan PT Ajinomoto Indonesia dan Universitas Jember. Sifat tahan kering varietas transgenik memanfaatkan gen bakteri Rhizobium meliloti dari PT Ajinomoto Indonesia. Tebu yang biasanya butuh empat kali pengairan jadi hanya butuh dua kali pengairan.

Menurut Bhagirath, dengan kebun tebu 6 juta hektar, India penanam terbesar tebu. Namun, produktivitas terhambat kekeringan dua tahun terakhir.

Varietas tebu tahan kering mampu bertahan pada kondisi minim air selama 36 hari dan panen naik 75 persen. VSI yang dipimpin mantan Menteri Pertanian India Sharadchandraji Pawar menawari PTPN XI kerja sama alih teknologi agar India juga bisa menanam. “VSI terbuka negosiasi agar menguntungkan kedua pihak,” ujar Bhagirath.

Peneliti pada Laboratorium Bioteknologi Bidang Penelitian dan Pengembangan Usaha PTPN XI, Nurmalasari, mengatakan, pihaknya menunda pembahasan kerja sama hingga dapat sertifikat keamanan pakan (aman dikonsumsi hewan). Saat ini, varietas tebu tahan kering lolos uji keamanan lingkungan dan pangan (aman dikonsumsi manusia). “Mudahmudahan tahun ini kami sidang kedua untuk sertifikasi keamanan pakan,” ujarnya

Kelengkapan syarat uji keamanan penting mengingat isu produk rekayasa genetik sensitif terkait risiko. Namun, Mahaletchumy Arujanan, Executive Director Malaysian Biotechnology Information, mengatakan, tak ada yang tanpa risiko, termasuk metode kawin silang konvensional.

Koordinator Nasional Aliansi untuk Desa Sejahtera Tejo Wahyu Jatmiko, meragukan keamanan produk rekayasa genetik. Data American Academy of Environmental Health, sejak komersialisasi tanaman transgenik tahun 1996, penyakit kronis di AS melonjak. (JOG)
——————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 20 April 2016, di halaman 14 dengan judul “India Minati Tebu Riset PTPN XI”.

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 22 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB