Hindari Cetak Doktor Instan

- Editor

Selasa, 3 Oktober 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pascasarjana UNJ Jadi Prioritas Pembenahan
Penyelenggaraan pascasarjana akan dibenahi sesuai standar nasional pendidikan tinggi. Berkaca pada kasus Universitas Negeri Jakarta, pembelajaran harus berproses dan terukur sehingga capaiannya tidak instan.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Intan Ahmad menegaskan hal itu dalam kapasitasnya selaku Pelaksana Harian (Plh) Rektor Universitas Negeri Jakarta, Senin (2/10).

Ia mengingatkan, dalam pendidikan sarjana dan pascasarjana ada capaian pembelajarannya yang harus jadi acuan demi terselenggaranya perkuliahan yang bermutu. “Yang doktor harus punya publikasi di jurnal internasional. Artinya, kandidat doktor harus punya riset yang baik, tidak bisa instan,” ujar Intan seusai upacara Hari Kesaktian Pancasila di Kampus UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur, kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Intan mulai menjadi Plh Rektor UNJ pada 25 September 2017, menyusul pembebastugasan sementara Djaali dari pucuk pimpinan perguruan tinggi tersebut. Sesuai dengan surat perintah Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Intan memprioritaskan dua hal di UNJ, yakni pembenahan program pascasarjana, khususnya program doktor, serta persiapan pemilihan rektor definitif hingga April 2018.

Intan menyatakan segera membentuk tim yang terdiri dari Kemristek dan Dikti, UNJ, serta perguruan tinggi lain yang baik dalam tata kelola program pascasarjana. Tim tersebut akan memberikan masukan dalam pembenahan program doktor di UNJ.

Intan yang juga guru besar di Institut Teknologi Bandung menambahkan, mereka yang meraih gelar doktor harus mampu berkontribusi pada bidang keilmuannya. Penyandang gelar tersebut harus paham betul perkembangan bidang ilmu yang ditekuninya.

Menurut Intan, setiap perguruan tinggi diharapkan memperkuat sistem penjaminan mutu masing-masing internal. Tak bisa perkuliahan dilaksanakan tanpa mutu. Kehidupan abad ke-21 mensyaratkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai tuntutan hidup.

Plagiat
Wakil Rektor UNJ Bidang Akademik Muchlis Rantoni Luddin mengatakan, sivitas akademika UNJ menerima dukungan Kemristek dan Dikti untuk pembenahan di kampus pencetak guru tersebut. Untuk penanganan plagiat, akan dibentuk semacam satuan tugas untuk memberi saran dan pendapat perbaikan.

“Kami berharap perbaikan bisa berjalan secara cepat dan benar. Ini momentum untuk UNJ yang lebih baik di masa depan,” kata Muchlis. (ELN)
—————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 3 Oktober 2017, di halaman 11 dengan judul “Hindari Cetak Doktor Instan”.

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 21 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB