Hasil Taman Sains dan Teknologi Harus Aplikatif

- Editor

Senin, 1 Januari 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawasan pengembangan sains dan teknologi diharapkan menghasilkan inovasi yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Untuk itu, perlu perencanaan bisnis yang baik agar terwujud hilirisasi riset.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir memaparkan itu dalam kunjungan di Marine Science Techno Park (MSTP) Universitas Diponegoro, Semarang, di Teluk Awur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Jumat (29/12). Tiap tahun pihaknya mengucurkan dana Rp 200 miliar demi pengembangan taman sains dan teknologi atau science and techno park (STP).

Namun, karena ada pemangkasan anggaran, pada 2018, alokasi anggaran Rp 130 miliar. ”Kami ingin mendorong laboratorium di STP menghasilkan sains terapan. MSTP di Jepara, misalnya, harus mendukung kemaritiman. Hasil risetnya harus dimanfaatkan warga,” kata Nasir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari 66 STP di Indonesia, 9 STP berada di bawah tanggung jawab Kemristek dan Dikti. Selain MSTP Undip di Jepara, STP lain terdapat di Kota Solo, Kabupaten Sragen (Jateng), Kabupaten Kaur (Bengkulu), Kabupaten Kampar (Riau), Kota Palembang (Sumatera Selatan), Kabupaten Sumbawa (Nusa Tenggara Barat), Kabupaten Manokrawi (Papua Barat), dan Kota Tarakan (Kalimantan Utara).

Di MSTP Undip Jepara, Nasir berharap hilirisasi riset berjalan, misalnya tambak udang vaname. ”Harapannya, inovasi yang dihasilkan bisa dijual kepada masyarakat dan diekspor,” ujarnya.

Perencanaan bisnis
MSTP Undip juga perlu menyusun perencanaan bisnis dengan baik. Harapannya, ada sinergi di antara tiga pihak: peneliti atau akademisi, masyarakat sebagai pengguna, dan pemerintah yang menjadi mediator.

Sementara Direktur MSTP Undip Ridwan menyatakan, sejumlah rekanan di bawah naungan tempatnya mengembangkan teknologi plasma storage (penyimpanan ikan tak perlu suhu di bawah 0 derajat). Inovasi lain adalah teknologi asap cair untuk mengawetkan makanan, serta transplantasi terumbu karang.

Pada 2018, pihaknya akan menambah tiga rekanan. ”Yang pertama bergerak di bidang industrialisasi desalinasi air laut. Dua rekanan lain di bidang energi baru terbarukan dan kerangka jaring apung untuk budidaya rajungan. Ini terkait kondisi lingkungan Jepara,” kata Ridwan.

Pihaknya juga akan mengembangkan tambak hibrida supraintensif, dengan target panen 100 ton udang per hektar. Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Jepara Sholih berharap hasil inovasi dari MSTP meningkatkan industri kemaritiman.

Nasir memaparkan, sesuai arahan Presiden, beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan untuk tujuan nasional. ”DNA Indonesia itu apa? Perikanan, pertanian. Presiden arahkan ke sains dan teknologi, sedangkan sosial dikurangi,” ucapnya. (DIT)

Sumber: Kompas, 30 Desember 2017

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 15 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB