Harimau Jawa Diyakini Belum Punah

- Editor

Selasa, 11 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harimau jawa di ambang kepunahan. Meski populasinya terus menyusut, keberadaan satwa dilindungi ini masih ditemukan jejaknya di sejumlah kawasan hutan.

Harimau jawa atau Panthera tigris sondaica dinyatakan punah pada 1980-an. Namun, berdasarkan investigasi dan penemuan sejumlah bukti, harimau jawa diyakini belum punah. Penelitian dan investigasi lanjutan perlu segera dilakukan guna melindungi satwa langka ini dari ancaman perburuan.

Direktur Peduli Karnivora Jawa, Didik Raharyono, dalam webinar ”Harimau Indonesia: Masa Lalu, Sekarang, dan Proyeksi Akan Datang”, Minggu (9/8/2020), menyampaikan, berdasarkan investigasinya selama 20 tahun, ditemukan beberapa bukti bahwa harimau jawa masih ada dan belum sepenuhnya punah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukti tersebut berupa sisa pembunuhan harimau, seperti kuku dan kulit yang diperoleh dari sejumlah daerah pada periode 1995-2013. Namun, sisa pembunuhan itu belum teridentifikasi secara pasti karena uji spesimen yang dilakukan Lembaga lmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan bahwa DNA dalam kulit harimau tersebut telah rusak.

Bukti masih adanya harimau jawa ditunjukkan dari plastercast jejak kaki harimau di Ujung Kulon yang ditemukan Uni Konservasi Fauna Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 2009. Sembilan tahun berselang atau pada 2018 juga ditemukan garutan khas harimau di tanah dan pohon yang terekam di wilayah Jawa bagian selatan.

”Banyak sekali kesaksian dari teman-teman yang berinteraksi di alam bahwa mereka berjumpa dengan harimau jawa. Pada 2018, warga tepi hutan juga mampu menunjukkan foto harimau jawa yang terekam di wilayah Jawa Tengah,” ujarnya.

Foto harimau Jawa itu telah diklarifikasi dan diverifikasi oleh Didik dengan menanyakan langsung kepada warga yang mengambil foto tersebut dan mendatangi habitat hutan.

Perlindungan habitat
Ia pun menegaskan, adanya jejak dan foto tersebut telah cukup membuktikan masih adanya harimau jawa yang belum punah. Ke depan, perlu dilakukan perlindungan habitat guna melanjutkan upaya konservasi harimau.

Ketua Forum Harimau Kita (FHK) Ahmad Faisal menyatakan, pihaknya siap melakukan upaya konservasi jika nantinya benar-benar terbukti harimau jawa masih ada. Saat ini, FHK yang didirikan pada 2008 itu baru fokus melakukan upaya konservasi harimau sumatera.

Harimau sumatera dan satwa liar lainnya terancam punah akibat sejumlah faktor, di antaranya deforestasi, perburuan, perdagangan, dan konflik dengan manusia. Adapun strategi konservasi yang dilakukan ialah mempertahankan populasi, membangun dukungan infratstruktur, dan memperkuat pengelolaan di luar kawasan konservasi.

Pengajar di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ali Imron, mengatakan, harimau tidak hanya membutuhkan pakan dan pasangan, tetapi juga ruang yang luas. Oleh karena itu, menjaga dan memperluas habitat sangat penting guna mempertahankan dan memperbanyak populasi harimau.

Oleh PRADIPTA PANDU

Editor: EVY RACHMAWATI

Sumber: Kompas, 10 Agustus 2020

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Dari Molekul hingga Krisis Ekologis
Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?
Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan
Gen, Data, dan Wahyu
Bobibos: Api Kecil dari Sebuah Gudang Jerami
Berita ini 203 kali dibaca

Informasi terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Minggu, 18 Januari 2026 - 17:45 WIB

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Senin, 29 Desember 2025 - 19:06 WIB

Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:41 WIB

Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:38 WIB

Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan

Berita Terbaru

Artikel

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Jumat, 23 Jan 2026 - 20:18 WIB

Artikel

Apakah Mobil Listrik Solusi untuk Kemacetan?

Kamis, 22 Jan 2026 - 11:08 WIB

Artikel

Manusia, Tanah, dan Cara Kita Keliru Membaca Wahyu

Kamis, 22 Jan 2026 - 10:52 WIB

industri

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Minggu, 18 Jan 2026 - 17:45 WIB