Home / Berita / Harapan untuk Tingkatkan PSBB

Harapan untuk Tingkatkan PSBB

Perlambatan kasus positif harian di Jakarta juga terlihat dari mulai berkurangnya pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan. Namun, hal ini tidak boleh menjadi alasan untuk melonggarkan pembatasan sosial berskala besar.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO–Pedagang berjualan di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, Jawa Tengah, pada hari pertama penataan Pasar Pagi Salatiga, Senin (27/4/2020). Penataan dengan penerapan jarak satu meter antarpedagang itu berlangsung mulai pukul 01.00 hingga pukul 06.30. Sebanyak 853 pedagang pasar itu mengikuti upaya penataan yang dilakukan guna mencegah penyebaran virus korona baru penyebab Covid-19.

Penambahan kasus harian Covid-19 di Jakarta yang dikonfirmasi tidak setinggi dua minggu sebelumnya. Demikian halnya, pasien yang dirawat di rumah sakit dan kematian pasien dalam pengawasan Covid-19 juga menurun. Namun demikian, jumlah kasus secara nasional bertambah signifikan.

“Perlambatan kasus dan jumlah pasien Covid-19 di Jakarta ini menggembirakan, sekalipun demikian kita tidak boleh terlena. Ini baru indikator awal, tetapi bisa menjadi tambahan energi agar kita lebih disiplin menerapkan PSBB (pembatasan sosial berskala besar),” kata Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, di Jakarta, Selasa (28/4).

Menurut Doni, perlambatan kasus positif harian di Jakarta juga terlihat dari mulai berkurangnya pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan. “Di RS Sulianti Saroso yang biasanya penuh terus, sekarang tinggal 25 pasien. Beberapa rumah sakit lain rujukan juga menurun,” kata dia.

Data-data ini, menurut Doni, tidak boleh membuat kita melonggarkan PSBB. “Ini belum apa-apa. Baru data yang menunjukkan trennya melambat untuk Jakarta. Kita juga belum tahu sampai kapan PSBB di Jakarta. Semunya tergantung pada kesungguhan semua pihak mematuhi PSBB,” kata dia

Dia juga mengapresasi Gugus Tugas Jakarta, yang menurut dia telah bekerja keras. “Minggu lalau ada 543 kantor dan pabrik di Jakarta yang mendapat teguran karena melanggar PSBB. Sebanyak 76 di antaranya disegel sementara. Sesuai aturan, karyawan yang boleh kerja maksimal 50 persen. Lainnya kerja dari rumah. Kalau tidak ada kepentingan nggak keluar,” kata dia.

Namun demikian, Doni mengkhawatirkan peningkatan kasus untuk daerah-daerah lain di luar Jakarta. “Untuk daerah sekitar Jakarta juga belum menunjukkan adanya penurunan kasus, maupun berkurangnya pasien di rumah sakit rujukan,” kata dia.

Secara nasional, Doni mengaku belum bisa menarget kapan kasus Covid-19 di Indonesia bisa selesai. “Ada yang bilang Juni 2020, namun belum bisa dipastikan. Itu sangat tergantung kesungguhan kita sendiri, termasuk masyarakat. Yang penting saat ini semua harus serius dan jangan ada yang meremehkan,” kata dia.

Data yang dirilis Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menunjukkan, jumlah kasus positif di Indonesia bertambah 415 kasus sehingga menjadi 9.511 dengan korban meninggal 773 orang atau bertambah 8 orang, dan yang sembuh 1.254 atau bertambah 103 orang.

Sedangkan di Jakarta, penambahan kasus harian sebanyak 118 orang atau 28,4 persen dari penambahan kasus harian. Jumlah ini meningkat dibandingkan sehari sebelumnya sebanyak 86 kasus. Penambahan kasus harian di Jakara terjadi pada 16 April, yaitu sebanyak 223 kasus.

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO–Petugas di TPU Situ Gede, Bogor Barat, Kota Bogor, menyiapkan sejumlah lubang untuk pemakaman khusus pasien Covid-19 yang meninggal dunia, Jumat (17/4/2020). Penyiapan lubang ini menjadi bagian dari upaya tanggap dari penanganan penyebaran pandemi Covid-19 di wilayah Bogor.

Penguburan prosedur covid tinggi
Sementara itu, data orang yang dikubur dengan prosedur Covid-19 di Jakarta masih relatif tinggi. Tiap hari masih berkisar 40 hingga 50-an orang. Dengan penambahan ini, jumlah orang yang dikubur dengan prosedur Covid-19 di Jakarta sejak awal Maret hingga 28 April 2020 telah mencapai 1.666 orang.

Jika dikurangi dengan total pasien positif Covid-19 yang meninggal di Jakarta sebanyak 379 orang, maka orang yang diduga meninggal karena pandemi ini di Jakarta, namun belum terkompilasi dalam data resmi sebanyak 1.287 orang. Sebagian besar korban yang meninggal ini berstaus ODP dan ODP.

“Banyaknya orang yang meninggal di Jakarta dan dikuburkan dengan prosedur Covid-19 ini menunjukkan, penurunan kasus harian di Jakarta belum bisa jadi indikator keberhasilan PSBB,” kata epidemiolog dari Griffith University, Australia Dicky Budiman.

Menurut Dicky, besar atau kecilnya penambahan kasus harian sangat dipengaruhi oleh jumlah pemeriksaan yang dilakukan. Dengan masih sedikitnya pemeriksaan, penambahan kasus harian belum merepresentasikan skala penularan di masyarakat.

Doni mengatakan, kasus di Jakarta kemungkinan akan meningkat kembali di hari-hari mendatang, seiring dengan akan dilakukannya penambahan pemeriksaan berbasis PCR. “Untuk Jakarta sudah ada tambahan 52.000 reagen yang akan mendukung pemeriksaan. Jadi, kemungkinan akan data peningkatan kasus lagi,” kata dia.

Oleh AHMAD ARIF

Editor ALOYSIUS BUDI KURNIAWAN

Sumber: Kompas, 29 April 2020

Share
x

Check Also

Ekuinoks September Tiba, Hari Tanpa Bayangan Kembali Terjadi

Matahari kembali tepat berada di atas garis khatulistiwa pada tanggal 21-24 September. Saat ini, semua ...

%d blogger menyukai ini: