Home / Berita / Hacker Kisaran Bobol FB Waka MPR

Hacker Kisaran Bobol FB Waka MPR

Anak Kisaran, Kabupaten Asahan, bikin ulah. Pemuda bernama Nurhamdi Irawan Pulungan, 29, ini membobol Facebook milik Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Tohari dan mengeruk uang dari koleganya.

Sekian lama beraksi menjadi hacker, akhirnya Nurhamdi disergap petugas Reserse Cyber Crime Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, di Kisaran, pada 24 Desember lalu. Penangkapan ini berdasarkan pengaduan yang disampaikan Hajriyanto ke Polda Metro. Akibat tindakannya, Nurhamdi akan dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).Akibat tindakannya, Nurhamdi akan dijerat dengan Undang- Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Kasubdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya AKBP Edy Suwandono mengungkapkan, melalui akun tersebut, tersangka meminta pulsa ke sejumlah teman FB Hajriyanto. Tidak tanggungtanggung, tersangka m e m i n t a kepada relasi FB Hajriyanto untuk dikirimi pulsa hingga Rp1 juta. Lewat menu inbox untuk mengirim pesan, tersangka meminta pulsa ke sejumlah kontak di akun FB Hajriyanto.

Tersangka meminta pulsa tersebut dikirimkan ke nomor telepon genggam miliknya. Selain itu, nomornya selalu berganti- ganti sehingga membuat para korban penipuan tersebut curiga. Kasus tersebut terungkap setelah relasi Hajriyanto tersadar dan merasa ada keanehan sehingga kemudian komplain ke Hajriyanto. “Korban tidak merasa meminta pulsa ke kontak- kontak yang ada di FB sehingga akhirnya korban melapor ke polisi,” tegasnya.

Berapa total kerugian akibat penipuan yang dilakukan Nurhamdi tersebut, polisi belum bisa memastikan. Edy mengaku pihaknya masih akan mendalami lagi keterangan tersangka. “Nanti kita buktikan dari forensik digital. Kalau hanya berdasar pengakuan saja kan bisa saja dia mengelak. Ini juga kan pengakuannya coba-coba, nanti kita dalami juga apakah memang dia punya keahlian dalam teknologi informasi (TI) atau memang coba-coba,” tuturnya.

Hajriyanto menyampaikan terima kasih kepada Polri, khususnya Polda Metro Jaya, yang telah menindaklanjuti laporan pembajakan akun FB-nya. Apalagi, menurut dia, sang pembajak kemudian melakukan penipuan dengan meminta pulsa. Dia merasa kagum dengan kemampuan polisi bergerak dengan cepat dan canggih sehingga dapat menangkap pelaku dengan waktu singkat. “Saya salutdan memberikan penghargaan yang sangat tinggi kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Eko Bayu Seno dan para perwiranya. Selamat untuk Polri,” ujarnya.

Mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah itu menuturkan, dirinya melapor karena pembobol akun telah menggunakannya untuk tindak penipuan, yaitu atas nama dirinya meminta transfer pulsa dan lain-lainnya kepada teman-temannya atau orang-orang yang diduga kenal dengannya. “Korbannya sudah sangat banyak, bahkan ada yang mencapai jutaan rupiah,” kata Hajriyanto kepada KORAN SINDO kemarin.

Dia kemudian menuturkan, akun FB dan e-mail-nya sudah di-hack sejak awal Desember, tetapi dia membiarkan saja. Namun begitu mulai ada beberapa korban penipuan yang memberi tahu untuk meminta konfirmasi, saat itulah dia mengambil keputusan melapor polisi. Di antara para korban penipuan adalah saudara Hajriyanto sendiri yang bernama Dr Hanim (Rp 1,8 juta), PW Muhammadiyah Jambi (Rp800.000), seorang mahasiswa di Madinah bernama Afza (Rp600.000).

Lainnya bernama Sudiro di Colomadu dan Tika di Sukoharjo. “Itu di antara nama-nama yang lapor. Apakah bisa disebut iseng kalau chatt-nya dengan calon-calon korban begitu canggih? Ada beberapa teman yang curiga lalu mengajukan pertanyaan-pertanyaan menguji. Jawaban-jawabannya canggih banget kok! Ada bakat penipu dengan cerdas,” ujarnya.

Pakar TI dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Khairul Ummah menilai, jika dilihat dari kasusnya, hackeryang mem-bajak FB Hariyanto termasuk hacker pemula. Hacker yang tergolong profesional biasanya memilih sasaran dengan lebih jeli. Dia juga memiliki tujuan terhadap sasaran itu. “Semua hacker itu pasti punya tujuan, baik itu sekadar iseng atau dengan maksud yang lebih. Misalnya terhadap negara tetangga (Australia, contohnya) pasti hacker mencari situs negara tersebut yang dianggap lemah lalu di-hack,” kata Khairul.

085250_nurhamdiistAdanya pergeseran motif para hacker dari orang yang hanya dikenal secara pribadi ke sasaran yang lebih luas, yaitu politikus, bisa jadi ada tujuan yang dimaksudkan kepada pribadi orang yang akunnya di-bajak, baik itu maksudnya lebih bersifat pribadi ke target sasaran atau hanya pengalihan isu terhadap masalah dalam negeri.

Dia lantas menandaskan, apa pun tujuannya, semua aktivitas pembajakan adalah tindakan ilegal dan pelakunya bisa dikenakan UU ITE. Hanya saja, yang perlu dilakukan adalah pembuktian atas tudingan terhadap suspect. “Misalnya, hacker A memakai komputer temannya. Ketika dilacak, si empunya komputer itu yang di-jadikan terduga. Padahal, terduga itu bukan pelakunya. Dalam hal ini perlu pembuktian yang akurat sehingga bisa diketahui siapa pelaku sebenarnya,” papar dia.

Khairul lebih jauh menuturkan, biasanya para hackerbisa masuk melalui media sosial (sosmed) yang sering digunakan masyarakat saat ini. Dicontohkan, untuk kebutuhan tertentu, seseorang memublikasi email serta akun sosmednya. Kesempatan ini yang dimanfaatkan hacker untuk bisa log-in ke akun sasaran. Pelaku bisa membuka akses dengan memasukkan passwordyang ditebak secara random.

“Password yang mudah terlacak misalnya saja nomor tele-pon, alamat rumah, nama kerabat atau tanggal lahir. Karena itu sangat tidak disarankan membuat password dengan hal yang berkaitan dengan identitas pribadi atau keuangan (perbankan).

“Kalau perlu buat password yang tidak biasa. Misalnya saja s3nd4l atau yang tidak mudah terlacak,” saran dia. Untuk langkah antisipasi, sambungnya, jangan sembarangan memberikan e-mail kepada khalayak umum dan jangan membuat password yang sangat mudah ditebak. ?helmi syarif, r ratna purnama, rahmat sahid

Sumber: Koran Sindo, 27 Desember 2013

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: