Gunung Everest Bergeser Tiga Sentimeter

- Editor

Minggu, 21 Juni 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Everest di Nepal dilaporkan National Administration of Surveying Tiongkok bergeser 3 sentimeter ke barat daya, setelah gempa berkekuatan M 7,8 mengguncang pada 25 April 2015. Pergeseran gunung tertinggi di dunia itu fenomena biasa setelah terjadi gempa besar.
“Biasa disebut coseismic displacement (pergeseran koseismik). Jadi, bidang gempa yang bergeser karena dimensinya besar akan menggeser area yang luas di sekitar bidang itu. Bila proses ini terus berlangsung dalam waktu cukup lama kita namakan postseismic displacement,” kata Irwan Meilano, ahli gempa pada Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (17/6), saat dimintai komentar pergeseran Everest.

Menurut Irwan, pergeseran itu juga terjadi di Indonesia setelah gempa Aceh 2004. “Gunung-gunung di Sumatera masih bergeser setelah gempa 2004. Demikian halnya bentang alam di selatan Jawa juga masih bergerak akibat gempa 2006,” kata Irwan.

Everest-660x330Pergerakan bentang alam ini, kata Irwan, bisa horizontal ataupun vertikal, tergantung dari arah gaya yang memengaruhi. “Misalnya, karena di Sumatera yang dominan adalah sesar geser, pergeseran gunung-gunung setelah gempa besar tentu saja dominan horizontal,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menstabilkan diri
Seperti dikutip kantor berita AFP, National Administration of Surveying Tiongkok melaporkan hasil risetnya tentang pergeseran Gunung Everest hingga 3 sentimeter (cm) ke barat daya, sedangkan ketinggiannya 8.848 meter tak berubah. Laporan juga menyebut, Everest bergerak 40 cm dalam satu dekade ke timur laut sebelum gempa atau 4 cm per tahun. Ketinggiannya tambah 3 cm dalam satu dekade.

Pergerakan Everest sebelum gempa dua bulan ini respons dari pergerakan lempeng India yang mendorong lempeng Eurasia (Eropa-Asia) ke utara berkecepatan 2 cm per tahun. Pergerakan lempeng yang terus terjadi itu, yang dalam sejarah geologi, membentuk Gunung Everest.

Irwan mengatakan, gempa merupakan proses pelepasan energi yang mengembalikan lempeng ke posisi semula. Pada tahun-tahun mendatang, Everest diperkirakan akan kembali bergerak ke timur laut dan kembali bertambah tinggi, sebelum terjadi gempa lagi. Proses ini akan terus berulang selama lempeng Bumi terus bergerak.

Irwan menambahkan, pergeseran daratan setelah gempa yang lebih ekstrem sebenarnya terjadi di sekitar Kota Kathmandu. Menurut analisis Geospasial Information Authority of Japan, daratan sekitar 30 km dari Kota Kathmandu bergeser lebih dari 1,2 meter ke barat-timur. Di banyak area lain di Nepal, terjadi pergeseran daratan di atas 10 cm, juga ke barat-timur. (AIK)
——————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 19 Juni 2015, di halaman 14 dengan judul “Gunung Everest Bergeser Tiga Sentimeter”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 19 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Rabu, 24 April 2024 - 13:06 WIB

Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel

Rabu, 24 April 2024 - 13:01 WIB

Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina

Rabu, 24 April 2024 - 12:57 WIB

Soal Polemik Publikasi Ilmiah, Kumba Digdowiseiso Minta Semua Pihak Objektif

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB