Home / Berita / Garuda dan Pesawat Boeing 777-300ER

Garuda dan Pesawat Boeing 777-300ER

Sejalan dengan program revitalisasi armada dan pengembangan jaringan penerbangan yang terus dilakukan, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menerima dua armada Boeing 777-300ER. Pesawat ini diterima langsung oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar, dari Senior Vice President Sales for Asia Pacific & India, Dinesh Keskar di Everette Delivery Centre, Boeing Factory, Seattle Pabrik, pada Senin (24/6) waktu setempat.
Emir mengatakan dari total 10 unit pesawat yang dipesan tahun ini, Garuda Indonesia akan menerima empat pesawat Boeing 777-300ER. Armada kedua akan diterima pada bulan Juli 2013. “Dua armada pertama yang diterima, nantinya akan melayani rute penerbangan Jakarta – Jeddah mulai Juli dan Agustus 2013,” ujar Emir melalui keterangan tertulisnya, Selasa (25/6).

Sementara itu, dua pesawat Boeing 777-300ER berikutnya akan didatangkan pada akhir tahun ini untuk melayani rute penerbangan baru Sydney – Jakarta – London mulai bulan November 2013. Adapun tiga armada lainnya dijadwalkan tiba pada tahun 2014 dan tiga armada selanjutnya didatangkan pada tahun 2015.

“Pembelian pesawat Boeing 777-300ER ini merupakan bagian dari program pengembangan armada yang dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitas dan pengembangan jaringan (network) penerbangan pada rute-rute jarak jauh,” paparnya.

Selain itu, pengoperasian pesawat ini dilakukan sejalan dengan program transformasi dan ekspansi perusahaan yang disusun dalam program “Quantum Leap 2011 – 2015”.

Armada Boeing 777-300ER ini nantinya akan dilengkapi dengan pelayanan “First Class” yang dihadirkan untuk memberikan kenyamanan lebih kepada penumpang ketika melakukan penerbangan jarak jauh.

Salah satu layanan dalam “First Class” ini adalah layanan “Chef on Board” di mana penumpang bisa memesan makanan spesial di ketinggian lebih dari 35 ribu kaki dengan adanya koki khusus.

Selain itu, armada Boeing 777-300ER juga dilengkapi dengan fasilitas “In-flight Connectivity” yang mencakup fasilitas exConnect (koneksi internet melalui WiFi) dan exTV (siaran televisi langsung yang terdiri dari enam channel internasional, yaitu CNN International, BBC World, BBC Arabic, NHK World Premium, Euronews, dan CNBC).

Pesawat “state-of-the-art” Boeing 777-300ER ini memiliki kapasitas kursi sebanyak 314 penumpang, dengan konfigurasi 8 kursi untuk First Class, 38 kursi untuk Business Class, dan 268 kursi untuk Economy Class. (chi/jpnn)

Sumber: JPNN, Rabu, 26 Juni 2013 , 00:21:00
—————–
Garuda Boeing 777-300ER, Dilengkapi WiFi dan exTV

Anda tidak salah baca judul. Karena tidak hanya Kopaja AC saja yang kini melengkapi armadanya dengan koneksi internet via WiFi. Maskapai nasional Garuda Indonesia (Persero) dalam waktu dekat akan bisa mewujudkan impian masyarakat untuk bisa berinternet di atas pesawat. Hal ini menyusul telah diterimanya armada Boeing 777-300ER pertamanya.

Serah terima pesawat dilakukan di pabrik Boeing Seattle, Amerika Serikat yang diterima oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar dari Senior Vice President Sales for Asia Pacific & India, Dinesh Keskar, disaksikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Amerika, Dino Patti Djalal, Chairul Tanjung selaku pemegang saham Garuda, serta komisaris Garuda, Peter F Gontha – dalam acara serah terima yang dilaksanakan di “Everette Delivery Centre, Boeing Factory, Seattle Pabrik pada Senin (24/6/2013) waktu setempat.

Dari total 10 unit pesawat yang dipesan, pada tahun ini, Garuda Indonesia akan menerima empat pesawat Boeing 777-300ER. Armada kedua akan diterima pada bulan Juli 2013. Dua armada pertama yang diterima nantinya akan melayani rute penerbangan Jakarta – Jeddah mulai Juli dan Agustus 2013.

Sementara itu, dua pesawat Boeing 777-300ER berikutnya akan didatangkan pada akhir tahun ini untuk melayani rute penerbangan baru Sydney-Jakarta-London mulai bulan November 2013. Adapun tiga armada lainnya dijadwalkan tiba pada tahun 2014 dan tiga armada selanjutnya didatangkan pada tahun 2015.

Emirsyah Satar mengatakan, pembelian pesawat Boeing 777-300ER ini merupakan bagian dari program pengembangan armada yang dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitas dan pengembangan jaringan (network) penerbangan pada rute-rute jarak jauh.

Armada Boeing 777-300ER juga dilengkapi dengan fasilitas In-flight Connectivity yang mencakup fasilitas exConnect (koneksi internet melalui WiFi) dan exTV (siaran televisi langsung yang terdiri dari enam channel internasional, yaitu CNN International, BBC World, BBC Arabic, NHK World Premium, Euronews, dan CNBC).

Dengan adanya fasilitas tersebut, penumpang dimungkinkan untuk terhubung dengan koneksi internet dan melanjutkan aktivitas bisnisnya dalam penerbangan, mengakses hiburan lainnya seperti menonton pertandingan bola di channel olah raga yang disiapkan, yang disiarkan secara langsung, serta hiburan lainnya.

Pesawat state-of-the-art Boeing 777-300ER tersebut memiliki kapasitas kursi sebanyak 314 penumpang, dengan konfigurasi 8 kursi untuk First Class, 38 kursi untuk Business Class, dan 268 kursi untuk Economy Class. (Nariswari)
———————

Mengenal Boeing 777-300ER

Boeing 777 adalah sebuah pesawat badan lebar mesin kembar berjarak jauh dibuat oleh Boeing Commercial Airplanes. Dia dapat membawa antara 305 – 550 penumpang dan memiliki jangkauan dari 5.600 dampai 8.870 mil nautikal (10.400 sampai 16.400 km). Penerbangan pertama 777 pada 1994.

Ciri unik dari 777 termasuk enam roda pendaratan per set di setiap roda pendaratan utama, fuselage yang bundar sempurna, dan “tailcone” belakang yang menyerupai mata pisau.

Boeing 777 dibuat untuk menjadi pengganti Boeing 747, namun lebih efisien. Oleh karena itu, Boeing 777 yang dirancang untuk pengganti 747, menjadi pesawat bijet (mesin ganda) terbesar di dunia. Edisi 777 yang terbesar adalah 777-300 dan dengan jarak terjauh adalah 777-200LR. Emirates, maskapai nasional UEA adalah operator terbesar pesawat 777.

Boeing 777-300 merupakan pesawat terbesar untuk kategori pesawat komersial mesin ganda. Dan untuk Boeing 777-300ER (Extended Range), mesinnya, General Electric GE90-115B memiliki diameter yang sedikit lebih besar daripada diameter kabin Boeing 737 dan mesin ini merupakan mesin pesawat dengan gaya dorong terkuat di dunia.

Pesawat ini memiliki kemiripan dengan Airbus A380-800, yaitu pada roda pendaratannya. Kedua pesawat ini memakai enam roda untuk dua set roda pendaratan utamanya. Bedanya, Airbus 380-800 memiliki tambahan dua set roda pendaratan yang serupa dengan Boeing 747-400 (dengan empat roda per set roda pendaratan).

Pesawat Boeing 777 ini sudah dilengkapi dengan sistem kemudi fly-by-wire. Sistem ini biasanya dipakai pada pesawat tempur. Fungsinya adalah untuk mengatasi gejala “kurang ruang” yang terjadi pada saat pilot menggerakkan “tuas kemudinya”. Sistem Fly-by-wire juga sudah diaplikasikan pada pesawat Airbus A320, A330, A340, A350 dan A380 Series. Sistem Fly-by-wire diperkirakan akan terus dipakai untuk setiap rancangan pesawat masa depan.

Boeing 777 adalah pesawat pertama yang bentuk badannya dirancang secara penuh dengan menggunakan desain komputer. Dan pada varian yang baru, pesawat ini dilengkapi dengan “ruangan lantai atas tambahan” yang dapat digunakan sebagai tempat istirahat bagi para awak pesawat. Dalam pembuatan kokpitnya, pihak Boeing mendapat masukan dari sekitar 600 orang pilot. Pesawat ini menggunakan layar LCD yang terpadu dalam bentuk glass cockpit.

Pesawat ini merupakan pesawat pertama dari Boeing yang menggunakan Glass Cockpit secara menyeluruh. Glass cockpit terkesan jauh lebih rapi dan elegan jika dibandingkan dengan cockpit konvensional. Sistem Glass cockpit ini dipercaya akan menjadi trend bagi pesawat-pesawat baru. Glass Cockpit telah digunakan pada Boeing 737 NG series, Boeing 747-400, Boeing 787 Dreamliner, Airbus A330, A340, A350 dan A380 series.

Boeing 777 juga telah mengeluarkan versi cargo.yaitu versi Boeing 777F (Freighter). Pesawat ini menggunakan sistem glass cockpit dan radar versi Honeywell terbaru. Konsumen perdana boeing ini adalah Air France.pesawat ini terbang perdana pada bulan Februari tahun 2010.

Sejarah.
Boeing 777 mulai terbang tahun 1995, dengan United Airlines. United membeli seri 777-200 untuk permulaan. Seri kedua adalah Boeing 777-200ER dan masuk masa service pada tahun 1997, dan dikirim pertama kali untuk British Airways. Edisi ketiga adalah Boeing 777-300 yang berbadan besar, dibuat pertama kali tahun 1998 kepada maskapai Cathay Pacific Airways. Edisi -300 dapat membawa 550 orang penumpang, karena perancangan 777-300 bertujuan untuk menggantikan Boeing 747-100 dan 747-200.

Edisi -200, -200ER, dan -300 adalah edisi pertama Boeing 777. Dua seri lain, yaitu Boeing 777-200LR dan Boeing 777-300ER adalah seri jarak panjang. Boeing 777-300ER (“ER” untuk Extended Range) adalah seri jarak panjang Boeing 777-300, dan masuk masa pada tahun 2004, dikirim pertama kali untuk Air France. Boeing 777-200LR memasuki masa layanan tahun 2006, dan pelanggan pertama 777-200LR adalah Pakistan International Airlines. Boeing 777-200LR pernah membuat rekor yaitu terbang dari Hong Kong ke London melewati Amerika Serikat tanpa henti.

Jejak Pakistan International Airlines dalam pembelian Boeing 777-200LR diikuti oleh maskapai-maskapai lain sebagai berikut: Kanada Air Canada (6), India Air India (8), Amerika Serikat Delta Air Lines (8, 2 dalam pesanan), Arab Emirates (10), Qatar Airways (2, 6 dalam pesanan), Turkmenistan Airlines (1 dalam pesanan), Jepang Japan Airlines, Singapore Airlines, Garuda Indonesia (10 buah, dalam pesanan), Malaysia Malaysia Airlines, Korea Selatan Korean Air, Britania Raya British Airways, Mesir EgyptAir,Amerika Serikat American Airlines, Amerika Serikat United Airlines, Meksiko Aeromexico.

Data dan fakta:

jumlah armada dan perkiraan di akhir 2013 maskapai penerbangan Asia Tenggara terbesar:

Lion Air : 145 Pesawat (Lion Air 100 pesawat, Wings Air 27 pesawat, Malindo Air 10 pesawat dan Batik Air 8 pesawat)

Garuda : 139 Pesawat (Garuda 110 pesawat dan Citilink 29 pesawat)

Singapore Airlines : 138 Pesawat (SIA 101 pesawat, Silk Air 23 pesawat, SIA Cargo 9 pesawat dan Scoot 5 pesawat)

AirAsia : 137 Pesawat (AirAsia Malaysia 70 pesawat, Thai AirAsia 35 pesawat, Indonesia AirAsia 29 pesawat, Philippines AirAsia 3 pesawat)

Malaysia Airlines : 131 Pesawat (MAS 98 pesawat, Firefly 18 pesawat dan MASWings 15 pesawat)

Thai Airways : 120 Pesawat (Thai Airways 92 pesawat, Thai Smile 10 pesawat dan Nok Air 18 pesawat)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Ekuinoks September Tiba, Hari Tanpa Bayangan Kembali Terjadi

Matahari kembali tepat berada di atas garis khatulistiwa pada tanggal 21-24 September. Saat ini, semua ...

%d blogger menyukai ini: