Fitri Aulia, Wisudawan Program Doktor ITB dengan Publikasi 21 Jurnal Bereputasi dan Kisah Meninggalkan “Legacy”

- Editor

Jumat, 28 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada acara sidang Terbuka Wisuda Pertama Institut Teknologi Bandung Tahun Akademik 2022/2023, Sabtu (22/10/2022), Fitri Aulia Permatasari dari Program Doktor Fisika (2018), terpilih untuk menyampaikan kata perpisahan wakil wisudawan.

Dalam momen tersebut, Fitri mengungkapkan rasa syukur atas dukungan keluarga yang tak henti-hentinya mendoakan dirinya untuk menyelesaikan pendidikan. Tak lupa, ia juga menghaturkan terima kasih kepada Rektor dan jajarannya, para Dekan, tenaga kependidikan, dan seluruh dosen ITB yang telah memberikan ilmu dan bimbingan selama berkuliah.

Dalam pidatonya, Fitri mengisahkan keyakinan yang selama ini selalu ia pegang dalam menjalani pendidikan di ITB, yakni konsep meninggalkan legacy. Pemikiran tersebut terbesit di benaknya setelah membaca publikasi-publikasi ilmiah di jenjang S1. “Dari situ muncul sebuah keinginan untuk meninggalkan jejak ilmiah, sesuatu yang dapat dibaca, tak lekang oleh waktu, dan terus bermanfaat di dunia ilmu pengetahuan,” ujar Fitri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi, berkat semangat, kerja keras, komitmen, disiplin, dan dukungan para dosen ITB, ia akhirnya berhasil mempublikasikan paper perdananya pada tahun 2016 pada jurnal bereputasi Q1. Kini, tulisannya bahkan telah disitasi sebanyak 177 kali dalam 6 tahun terakhir, sebuah prestasi yang sangat membanggakan.

Hingga akhir masa studi pendidikan Doktornya, Fitri telah mempublikasikan 21 legacy dalam berbagai jurnal internasional dengan total sitasi lebih dari 500 kali, atau rata-rata 27 sitasi untuk setiap paper-nya.

“Publikasi ilmiah menjadi salah satu jalan bagi saya untuk meninggalkan warisan yang terus bermanfaat dan tak lekang oleh waktu, yang dalam konsep agama Islam, hal ini dikenal sebagai amal jariyah,” pungkasnya. Fitri turut berpesan kepada para wisudawan untuk terus memanfaatkan bekal keteladanan yang telah didapatkan di ITB untuk senantiasa meninggalkan legacy terbaik menurut versi diri masing-masing.

Di akhir kata perpisahan, Fitri mengajak seluruh lulusan untuk berdiri dan menggaungkan salam Ganesha terakhir. Seperti gelora salam yang telah diucapkan, kiranya perjuangan wisudawan untuk melahirkan legacy-legacy baru tak akan pernah berakhir untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater.

Reporter: Sekar Dianwidi Bisowarno (Rekayasa Hayati, 2019)

Oleh Adi Permana

Sumber: itb.ac.id—Senin, 24 – Oktober – 2022

—————————————-

Fitri, Wisudawan ITB dengan Publikasi 21 Jurnal Bereputasi dan Ratusan Sitasi

Fitri Aulia Permatasari, wisudawan dari program S3 Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2018 berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral dengan publikasi 21 jurnal bereputasi. Fitri telah mempublikasikan puluhan legacy dalam berbagai jurnal internasional dengan total sitasi lebih dari 500 kali atau rata-rata 27 sitasi untuk setiap paper-nya.

“Publikasi ilmiah menjadi salah satu jalan bagi saya untuk meninggalkan warisan yang terus bermanfaat dan tak lekang oleh waktu, yang dalam konsep agama Islam, hal ini dikenal sebagai amal jariyah,” ujar Fitri dilansir dari laman resmi ITB pada Selasa, 25 Oktober 2022

Pada acara sidang terbuka wisuda pertama ITB tahun akademik 2022/2023, Sabtu 22 Oktober 2022, Fitri terpilih untuk menyampaikan kata perpisahan mewakili wisudawan. Fitri berpesan kepada para wisudawan untuk senantiasa meninggalkan legacy terbaik menurut versi diri masing-masing.

Fitri mengisahkan keyakinan yang selama ini selalu ia pegang dalam menjalani pendidikan di ITB, yakni konsep meninggalkan legacy. Pemikiran tersebut terbesit di benaknya setelah membaca publikasi-publikasi ilmiah di jenjang S1. “Dari situ muncul sebuah keinginan untuk meninggalkan jejak ilmiah, sesuatu yang dapat dibaca, tak lekang oleh waktu, dan terus bermanfaat di dunia ilmu pengetahuan,” ujar Fitri.

Meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi, berkat semangat dan kerja keras, Fitri akhirnya berhasil mempublikasikan paper perdananya pada 2016 pada jurnal bereputasi Q1. Kini, tulisannya bahkan telah disitasi sebanyak 177 kali dalam 6 tahun terakhir. Dalam momen tersebut, Fitri mengungkapkan rasa syukur atas dukungan keluarga, rektor, serta jajarannya sehingga ia bisa menyelesaikan pendidikan.

Reporter: Tempo.co
Editor: Devy Ernis

Sumber: TEMPO.CO, Selasa, 25 Oktober 2022

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Manusia, Tanah, dan Cara Kita Keliru Membaca Wahyu
Dari Molekul hingga Krisis Ekologis
Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?
Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan
Gen, Data, dan Wahyu
Berita ini 61 kali dibaca

Informasi terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:52 WIB

Manusia, Tanah, dan Cara Kita Keliru Membaca Wahyu

Minggu, 18 Januari 2026 - 17:45 WIB

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Senin, 29 Desember 2025 - 19:06 WIB

Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:41 WIB

Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?

Berita Terbaru

Artikel

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Jumat, 23 Jan 2026 - 20:18 WIB

Artikel

Apakah Mobil Listrik Solusi untuk Kemacetan?

Kamis, 22 Jan 2026 - 11:08 WIB

Artikel

Manusia, Tanah, dan Cara Kita Keliru Membaca Wahyu

Kamis, 22 Jan 2026 - 10:52 WIB

industri

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Minggu, 18 Jan 2026 - 17:45 WIB