Home / Berita / Era 4G LTE; Dukungan ZTE untuk Smartfren

Era 4G LTE; Dukungan ZTE untuk Smartfren

Perusahaan penyedia teknologi komunikasi yang berbasis di Tiongkok, ZTE Corporation, semakin mengukuhkan kerja sama dengan Smartfren Telecom, salah satu operator penyedia jasa komunikasi di Indonesia.

Direktur Smartfren Telecom Roberto Saputra dan Kepala Proyek Jaringan Khusus Smartfren Telecom Munir Syahda Prabowo, pekan lalu, mengunjungi kantor pusat ZTE Corporation di Shenzhen, Tiongkok, untuk melihat persiapan penerapan teknologi terkini untuk Smartfren.

Mereka ditemui Direktur Senior Bidang Teknologi dan Kemitraan ZTE Mobile Devices Waiman Lam, Chief Technology Officer ZTE Asia Pasifik David An dan Juru Bicara Global ZTE Corporation Dai Shu.

Dengan dukungan teknologi mutakhir ZTE, Rabu (19/8), di Jakarta, Smartfren meluncurkan komersialisasi layanan 4G LTE-Advanced. Layanan itu merupakan layanan 4G LTE-A pertama di Indonesia. Smartfren menggunakan dua frekuensi berbeda untuk layanan data berbasis 4G, yakni 850 MHz dan 2.300 MHz.

Munir menjelaskan, frekuensi 850 MHz dengan lebar pita 10 MHz akan dibagi dua untuk suara dan layanan pesan singkat (voice/SMS) dan layanan data, sementara pada frekuensi 2.300 MHz dengan lebar pita 30 MHz digunakan sepenuhnya untuk 4G LTE.

Menurut Munir, secara perlahan Smartfren akan beralih sepenuhnya ke layanan 4G. Namun, Smartfren tidak akan meninggalkan begitu saja pelanggan CDMA. “Layanan CDMA Smartfren akan tetap kami sediakan selama masih ada yang membutuhkan,” ujarnya.

Kerja sama jangka panjang ZTE-Smartfren diawali sejak era Smart Telecom tahun 2006. Pada 2010, ZTE dan Smartfren meluncurkan jaringan seluler berbasis CDMA EVDO Rev pertama di dunia.

Tahun lalu, ZTE dan Smartfren menyepakati kontrak untuk pembangunan jaringan 4G LTE dan LTE-A di Indonesia. Kontrak senilai 401 juta dollar AS mencakup fase instalasi, upgrading, pengujian, integrasi sistem, garansi, dan dukungan teknis lainnya.

Saat ini, ZTE menjadi salah satu vendor utama Smartfren dalam proyek implementasi 4G LTE. Cakupan wilayah pengembangan 4G LTE pada jaringan Smartfren berada di wilayah timur Indonesia, meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lombok, Kalimantan, dan Sulawesi.

ZTE sendiri telah memasuki era Pre5G. Tahun 2014, ZTE menginvestasikan 200 juta yuan untuk pengembangan teknologi 5G. “Ada sekitar 800 spesialis yang bekerja pada sejumlah lembaga riset ZTE yang tersebar di Tiongkok, Amerika Serikat, dan Eropa,” kata David An.

Menanggapi perkembangan teknologi ZTE yang sangat maju, Roberto mengatakan, “Smartfren siap menerapkan teknologi masa depan yang disediakan oleh ZTE.” (LAM)
———————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 19 Agustus 2015, di halaman 19 dengan judul “Dukungan ZTE untuk Smartfren”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

”Big Data” untuk Mitigasi Pandemi di Masa Depan

Kebijakan kesehatan berbasis “big data” menjadi masa depan pencegahan pandemi berikutnya. Melalui ”big data” juga, ...

%d blogger menyukai ini: